Efek Samping KB Implan Ganggu Siklus Haid, Ini Solusinya

Efek Samping KB Implan Ganggu Siklus Haid, Ini Solusinya

KB implan (susuk) merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang mempunyai tingkat efektivitas tinggi. Namun, kebanyakan wanita ragu dan takut untuk menggunakannya karena efek samping KB implan dipercaya dapat mengganggu siklus menstruasi. Benarkah demikian?

Efek samping KB implan terhadap menstruasi

efek samping KB implan terhadap menstruasi

KB implan adalah alat kontrasepsi berupa tabung kecil berisikan hormon pencegah kehamilan (progestogen) yang dimasukkan ke bawah kulit lengan atas.

Alat kontrasepsi yang dikenal juga sebagai KB susuk ini dapat bertahan selama tiga tahun sejak pemasangan.

KB susuk sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, penggunaannya dapat memicu sejumlah efek samping pada tubuh Anda, salah satunya memengaruhi menstruasi dengan cara berikut.

1. Mengubah siklus menstruasi

Dilansir dari National Health Service, efek samping KB implan dapat membuat siklus menstruasi menjadi lebih jarang atau panjang.

Pada beberapa kasus, pemasangannya juga berpotensi membuat siklus menstruasi Anda terlewat atau bahkan berhenti (amenore).

2. Memengaruhi nyeri menstruasi

Selain mengganggu siklus menstruasi, rasa nyeri akibat menstruasi mungkin akan berbeda. Nyeri yang Anda rasakan mungkin akan terasa lebih ringan, tapi bisa saja terasa lebih sakit dari biasanya.

3. Warna darah menstruasi jadi lebih terang

Pada awal penggunaan KB implan, warnah darah menstruasi Anda bisa saja lebih terang dari biasanya. Anda mungkin juga akan menemui spotting (bercak darah) dalam jangka waktu yang panjang.

4. Menimbulkan efek samping lainnya

Beberapa efek samping lain mungkin juga akan Anda rasakan ketika menggunakan KB susuk. Namun, efek samping KB implan ini mungkin akan berbeda pada masing-masing orang.

Beberapa efek tersebut di antaranya:

  • sakit kepala,
  • vagina kering,
  • muncul jerawat,
  • nyeri payudara,
  • nyeri punggung,
  • perubahan mood,
  • resistensi insulin ringan,
  • peningkatan berat badan, dan
  • berkurangnya hasrat seksual.

Jika kondisi-kondisi di atas memicu kekhawatiran pada diri Anda, segera konsultasikan ke dokter. Beberapa kondisi lain, seperti stres, kelelahan, hingga pola makan tidak sehat juga dapat menyebabkan gangguan terhadap menstruasi.

Siklus haid terganggu akibat KB implan, apakah berbahaya?

KB implan

Anda mungkin bertanya-tanya, apakah siklus menstruasi yang terganggu akibat KB implan berbahaya? Apakah penggunaan KB susuk dapat mengganggu rencana kehamilan Anda ke depan?

Mengutip laman Planned Parenthood, satu dari tiga orang pengguna KB implan bahkan tidak mengalami menstruasi hingga satu tahun setelah pemasangan. Namun, hal tersebut bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Terganggunya siklus menstruasi setelah pemasangan KB implan merupakan hal yang normal terjadi dan tidak berbahaya.

Terhambat atau berhentinya siklus bulanan Anda tidak menyebabkan penumpukan darah menstruasi.

Selain itu, penggunaan KB implan juga tidak akan mengganggu kesuburan Anda ke depannya. Anda masih bisa menyiapkan program kehamilan bersama pasangan untuk menambah momongan setelah masa pakai KB susuk berakhir.

Namun, jika Anda sudah berusia 35 tahun ke atas dan berencana menambah momongan, sebaiknya pahami risiko kehamilan geriatri terlebih dahulu.

Pasalnya, kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi.

Tips agar haid tetap lancar saat KB menggunakan implan

Tidak teraturnya siklus menstruasi karena KB susuk merupakan hal yang normal terjadi. Namun, Anda perlu memastikan bahwa kondisi tersebut tidak disertai dengan masalah kesehatan lain.

Untuk menjaga agar haid lancar saat KB implan, beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan.

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit dalam sehari.
  • Memenuhi kebutuhan gizi dengan makan makanan yang sehat dan beragam.
  • Mengelola stres dan kecemasan dengan aktivitas seperti yoga dan meditasi.
  • Terapkan kebiasaan tidur yang baik dengan tidak bergadang dan istirahat cukup.

Apabila Anda mengalami gangguan menstruasi disertai kemunculan gejala lain, segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa dapat mengetahui penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat.

Penggunaan KB implan aman meskipun memiliki sejumlah efek samping. Anda tidak perlu khawatir jika menstruasi terganggu karena kondisi tersebut normal terjadi.

Namun, Anda sebaiknya menghindari penggunaan KB jenis ini jika memiliki gangguan kesehatan seperti kanker payudara, gangguan fungsi hati, diabetes, dan penyakit jantung.

Untuk pemasangan KB susuk sendiri, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kesimpulan

KB implan bisa menyebabkan efek samping mulai dari terganggunya siklus menstruasi, perbedaan rasa nyeri, hingga perubahan warna darah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut normal asalkan tidak disertai gejala lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What are the side effects of the birth control implant?. (2022). Retrieved 5 August 2022, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/birth-control-implant-nexplanon/nexplanon-side-effects

Contraceptive implant. (2017). Retrieved 5 August 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-implant/

Contraception – implants – Better Health Channel. (2022). Retrieved 5 August 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/contraception-implants

Contraceptive implant. (2022). Retrieved 5 August 2022, from https://www.healthdirect.gov.au/contraceptive-implant

Contraceptive Implant – Family Planning. (2022). Retrieved 5 August 2022, from https://www.familyplanning.org.nz/advice/contraception/contraceptive-implant

Contraceptive implant – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 5 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/contraceptive-implant/about/pac-20393619

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui Aug 24
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.