home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

KB Spiral Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta? Ini Kata Para Ahli

KB Spiral Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta? Ini Kata Para Ahli

IUD atau yang biasa disebut sebagai KB spiral adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Ya, KB spiral merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak diminati. Sayangnya, penggunaan KB spiral diikuti dengan rumor yang menyatakan bahwa alat kontrasepsi ini bisa bikin badan gemuk. Betul atau tidak, ya? Simak jawabannya berikut ini.

Bagaimana cara kerja KB spiral?

Sebelum Anda mencari tahu apakah penggunaan KB spiral bisa bikin tubuh gemuk, sebaiknya Anda mencari tahu cara kerja KB spiral dalam mencegah kehamilan.

Nama lain dari KB spiral, IUD, adalah singkatan dari intrauterine device, yaitu salah satu metode yang digunakan saat Anda ingin mencegah kehamilan. Benda ini diletakkan di dalam rahim dan bekerja dengan cara mencegah sperma untuk ‘bertemu’ dengan sel telur dan membuahinya.

Sebenarnya, KB spiral terdiri atas dua jenis, yaitu KB spiral non-hormonal dan hormonal. Namun, kedua jenis KB spiral ini belum terbukti bisa bikin tubuh Anda gemuk.

KB spiral non-hormonal

Berdasarkan artikel yang membahas tentang KB spiral non-hormonal yang dimuat pada Planned Parenthood, KB spiral non-hormonal adalah IUD yang berbentuk seperti hurut T dan dibalut dengan tembaga di bagian luarnya. Maka dari itu, tak heran jika alat kontrasepsi ini disebut juga dengan KB spiral tembaga.

Jenis KB spiral ini menggunakan tembaga tersebut untuk mencegah terjadinya kehamilan. Bagaimana caranya? Rupanya sperma tidak ‘suka’ dengan keberadaan tembaga. Pasalnya, tembaga dapat mengubah dan menghalangi pergerakan sel sperma, sehingga sperma kesulitan berenang di dalam rahim untuk menemui sel telur.

Jika sel sperma tidak berhasil bertemu dengan sel telur, Anda tidak akan mengalami kehamilan. Penggunaan KB spiral ini bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama. Pasalnya, KB spiral non hormonal ini bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya.

Namun, penggunaan alat kontrasepsi ini kemungkinan memiliki berbagai efek samping IUD. Sebagai contoh, kontrasepsi ini bisa menyebabkan anemia, sakit pinggang, aktivitas seks menjadi terasa lebih sakit, perdarahan di vagina saat tidak menstruasi, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, bikin tubuh gemuk tidak termasuk ke dalam daftar efek samping dari penggunaan KB spiral ini.

KB spiral hormonal

KB spiral hormonal berarti IUD yang berbentuk T dan melepaskan hormon progestin ke dalam rahim saat digunakan. Jenis KB spiral yang satu ini tidak dibalut dengan tembaga.

Pelepasan hormon progestin dari jenis KB spiral yang satu ini membantu mengentalkan lendir serviks, sehingga mencegah sperma untuk berhasil membuahi sel telur. Hormon progestin sintetis yang terdapat di dalam KB spiral hormonal ini akan membuat dinding indung telur menyempit dan menghalangi terjadinya pelepasan sel telur.

Sama seperti KB spiral non-hormonal, jenis KB spiral yang satu ini juga memiliki efek samping, misalnya siklus menstruasi yang berubah, timbul jerawat, depresi, dan berbagai efek samping lainnya.

Namun, penggunaan KB spiral ini juga tidak menyatakan bahwa bisa bikin tubuh Anda gemuk. Artinya, belum ada penelitian yang bisa membuktikan apakah penggunaan KB spiral ini bisa bikin gemuk.

Penggunaan KB spiral ini mungkin baru akan bekerja setelah pemakaian seminggu. Lalu, efektivitas penggunaannya bisa bertahan hingga lima tahun lamanya.

Apa benar KB spiral bisa bikin gemuk?

Anggapan bahwa KB spiral menyebabkan berat badan bertambah mungkin berangkat dari peningkatan hormon estrogen dalam tubuh. Kadar estrogen tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan atau penyimpanan lemak di paha, pinggul, dan payudara. Namun, hal ini belum terbukti benar. Sejauh ini belum ada bukti ilmiah kuat yang bisa memastikan bahwa IUD, khususnya spiral tembaga, bisa bikin gemuk.

Sejauh ini, para ahli setuju bahwa penggunaan KB spiral, sekali pun yang mengandung hormon, tidak memiliki potensi bisa bikin tubuh gemuk. Lagipula, pada dasarnya,seiring bertambahnya usia, berat badan manusia memang bertambah.

Jika terjadi peningkatan berat badan saat penggunaan KB spiral, hal ini belum tentu menjadi satu-satunya faktor yang bikin tubuh Anda menjadi gemuk. Mungkin saja peningkatan ini disebabkan oleh kebiasaan Anda makan, atau hal lainnya.

Itu sebabnya, jika Anda menggunakan KB spiral dan merasa bahwa penggunaannya bikin tubuh menjadi gemuk, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter. Dokter mungkin akan membantu Anda memeriksa kondisi kesehatan Anda dan menentukan alat kontrasepsi apa yang mungkin lebih cocok untuk Anda.

Tips menjaga berat badan saat agar tetap ideal

Demi mempertahankan berat badan ideal, baik selama menggunakan KB spiral maupun jenis alat kontrasepsi lainnya, Anda bisa melakukan beberapa cara agar berat badan tidak mudah naik. Dengan begitu, meski Anda menggunakan KB spiral, Anda tidak perlu khawatir penggunaannya akan bikin tubuh Anda gemuk.

Untuk mengetahui apakah Anda sudah memiliki tubuh yang ideal, Anda bisa menggunakan kalkulator Body Mass Index (BMI). Selain itu, Anda juga bisa menjaga berat badan Anda dengan mengatur pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar kekhawatiran akan penggunaan KB spiral bisa menambah berat badan adalah:

  • makan sesuai dengan jumlah kalori yang direkomendasikan untuk Anda.
  • konsumsi buah-buahan, sayuran, dan gandum utuh setiap hari.
  • pilih produk susu yang rendah lemak atau tidak mengandung lemak sama sekali.
  • kurangi konsumsi lemak jenuh, micin, garam, dan gula berlebih.
  • pilih ikan, kacang-kacangan, telur, dan biji-bijian sebagai sumber protein.
  • rajin berolahraga.

Efek samping KB spiral yang mungkin terjadi

Meski belum tentu bikin gemuk, penggunaan KB spiral tetap memiliki risiko efek sampingnya tersendiri, yaitu:

  • Perdarahan tidak teratur selama beberapa bulan pertama.
  • Menstruasi akan lebih banyak dan mengalami kram jika Anda menggunakan spiral tembaga.
  • Menstruasi lebih singkat (atau sama sekali tidak menstruasi) jika Anda menggunakan spiral hormon.
  • Timbul gejala mirip PMS, seperti sakit kepala, jerawat, pegal linu, dan nyeri payudara dengan IUD hormon.
  • Tidak mencegah dari penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS.

Hal yang perlu diperhatikan, tidak semua orang bisa menggunakan KB spiral. Untuk wanita yang memiliki penyakit radang panggul, kelainan rahim, kanker serviks, kanker payudara, liver, dan penyakit menular seksual dianjurkan untuk menggunakan metode kontrasepsi lainnya selain IUD. Sekali lagi, jika Anda merasa penggunaan KB spiral ini bisa bikin tubuh gemuk, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

McDermott, A. (2016). Do Copper IUD Users Experience Weight Gain?. Retrieved 19 February 2020, from https://www.healthline.com/health/copper-iud-weight-gain#1

Williams, S. (2015). IUD Pros and Cons – Sexual Health. Retrieved 19 February 2020, from https://www.healthcentral.com/article/iud-pros-and-cons

Non-Hormonal IUDs. Retrieved 19 February 2020, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/iud/non-hormonal-copper-iud

Sissons, C. (2018). Can IUDs cause weight gain and what are the side effects?. Retrieved 19 February 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322688#managing-weight

IUDs and Weight Gain: Is There a Connection?. (2016). Retrieved 19 February 2020, from https://www.healthline.com/health/birth-control/iud-and-weight-gain

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 22/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x