4 Hal yang Mesti Dilakukan Wanita Setelah Seks Saat Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Juli 24, 2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Setelah berhubungan badan, ada beberapa hal yang wajib dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim, terlebih jika Anda melakukan seks ketika hamil. Saat hamil perlindungan yang dilakukan setelah seks tidak bisa disepelekan untuk mencegah berbagai risiko kesehatan yang akan berakibat pada sang buah hati. Untuk itu, ada beberapa hal wajib yang perlu Anda lakukan setelah seks untuk kesehatan vagina dan juga buah hati Anda.

Berbagai hal yang perlu dilakukan setelah seks ketika hamil

1. Buang air kecil

Jangan sepelekan untuk buang air kecil setelah seks. Wanita harus buang air kecil setelah berhubungan seks. Dengan buang air kecil, maka sama saja Anda membantu tubuh membersihkan bakteri yang menempel di ujung uretra. Hal ini dikarenakan bakteri dari rektum bisa mendekati uretra dan dapat menyebabkan infeksi.

Apalagi wanita hamil berisiko tinggi terkena infeksi saluran kencing (ISK) di minggu ke-6 hingga minggu ke-24 kehamilan. Terlebih jika Anda didiagnosis mengalami ISK ini dan tetap dibiarkan tanpa diobati maka infeksinya akan menjalar ke ginjal. Ginjal yang terinfeksi bisa menyebabkan persalinan dini dan berat bayi lahir rendah. Untuk itu, cegah kemunculan infeksi dengan buang air kecil setiap selesai berhubungan seks.

2. Membersihkan vagina

sabun sirih untuk vagina

Setelah buang air kecil untuk menghilangkan bakteri di ujung uretra, maka supaya semakin bersih Anda harus membersihkan vagina. Pelumas, air liur, dan bakteri serta jamur yang menempel di vagina dan sekitarnya selama berhubungan seks bisa berkembang menjadi infeksi jika tidak dibersihkan dengan benar. Infeksi yang terjadi saat hamil dan tidak ditangani dengan baik bisa membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan.

Untuk itu usahakan untuk selalu membersihkan vagina setelah berhubungan seks ketika hamil. Gunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung pewangi untuk membantu mengangkat bakteri dan kotoran yang menempel di sekitar vagina bagian luar.

Gunakan air hangat dengan membasuhnya dari depan ke belakang. Ingat, Anda hanya perlu membersihkan bagian luar vagina saja. Membersihkan vagina bagian dalam justru dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri yang melindungi vagina dan meningkatkan risiko infeksi.

3. Mengganti celana dalam

celana dalam ketat penyebab selulit

Untuk menjaga kebersihan vagina, ada satu hal lagi yang perlu Anda lakukan selain buang air kecil dan membersihkannya. Anda perlu mengganti celana dalam bekas pakai untuk menghindari ISK dan infeksi lainnya.

Celana dalam yang lembap saat bercinta jika digunakan kembali akan merangsang jamur dan bakteri berkembang biak. Untuk itu, gantilah celana dalam Anda setiap habis bercinta. Gunakan celana dalam berbahan katun yang longgar agar keringat terserap dengan baik dan memungkinkan adanya sirkulasi udara untuk menjaga vagina tetap kering.

4. Minum air putih

air putih obat infeksi saluran kencing alami

Minum air setelah seks membantu membuat Anda kencing lebih banyak. Dengan begitu, akan lebih banyak bakteri  yang akan keluar dari tubuh sebelum infeksi menyebar.

Dehidrasi bisa memengaruhi kesehatan tubuh termasuk vagina. Seks ketika hamil membutuhkan energi lebih sehingga dapat menambah produksi keringat yang dikeluarkan. Jika asupan cairan yang keluar tidak digantikan, maka bukan tidak mungkin Anda akan mengalami dehidrasi.

Dehidrasi saat hamil dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti cacat tabung saraf, berkurangnya cairan ketuban, hingga persalinan prematur. Untuk itu, usahakan untuk selalu minum air putih setelah berhubungan intim dengan pasangan agar janin tetap sehat dan terhindar dari berbagai risiko berbahaya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Kepala Anda Pusing Saat Puasa

Kepala pusing saat puasa pasti membuat Anda tidak nyaman. Tapi, apa penyebab kepala senut-senut saat sedang menjalani ibadah puasa? Apakah berbahaya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan Mei 3, 2020

Aturan Minum yang Benar Saat Sahur dan Buka Puasa

Supaya kebutuhan cairan Anda tetap terpenuhi dan tidak dehidrasi, cari tahu dulu aturan minum saat sahur dan berbuka puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

Panduan Memilih dan Menggunakan Birth Ball untuk Ibu Hamil

Ibu hamil kerap menggunakan birth ball karena dapat membuatnya merasa nyaman. Namun, bagaimana cara memilih dan menggunakan birth ball yang tepat?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Tidak sekadar mengikut tren, penggunaan masker vagina sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Apa sebenarnya masker vagina? Apakah produk ini aman?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 19, 2020
Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Mei 16, 2020
6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal tayang Mei 13, 2020
Minum Air Putih vs Infused Water Saat Puasa, Mana yang Lebih Baik?

Minum Air Putih vs Infused Water Saat Puasa, Mana yang Lebih Baik?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 5, 2020