Lagi Sayang-sayangnya, Si Gebetan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Jejak? Mungkin Anda Kena Ghosting

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Katanya, masa PDKT alias lebih indah dan menggembirakan ketimbang masa pacaran. Namun bagi beberapa orang, jangankan sempat merasakan pahit-manisnya pacaran, mereka malah keburu patah hati duluan karena si gebetan tiba-tiba lenyap dan menghilang tanpa kabar seperti ditelan bumi. Mereka ditinggalkan begitu saja secara sepihak tanpa kejelasan atau sebab yang pasti, padahal lagi sayang-sayangnya. Fenomena ini populer disebut dengan ghosting. Anda pernah mengalaminya?

Ghosting bukanlah fenomena baru, tapi belakangan istilah ini menjadi lebih populer dipergunakan oleh muda-mudi yang sedang kasmaran. Apalagi di era teknologi yang serba modern seperti sekarang.

Ghosting adalah trik pasif agresif untuk mengakhiri hubungan

pasangan ingin putus

Mengutip Psychology Today, ghosting adalah strategi pasif agresif yang dilakukan seseorang sebagai upaya menghindar dan mengakhiri hubungan secara sepihak dengan tiba-tiba.

Begini, biasanya jika ingin menyudahi sebuah hubungan, Anda tentu akan lebih dulu memberi tahu maksud dan alasan pribadi Anda langsung kepada si orang tersebut, bukan? Misalnya, dengan berkata “Maaf, aku merasa hubungan ini nggak akan berhasil.” baik itu lewat duduk bertatap muka atau mungkin lewat pesan singkat. 

Beda dengan para pelaku ghosting. Mereka akan benar-benar menghilang seperti hantu yang “datang tak dijemput, pulang tak diantar.” Tidak ada alasan basa-basi semacam “Kita putus aja yuk? Aku mau fokus sekolah dulu.” Mereka tiba-tiba saja memutuskan kontak dan lenyap dari peredaran, sehingga sulit ditemui dan tidak bisa dihubungi lewat jalur apa pun.

Padahal, bisa dibilang bahwa bunga-bunga asmara sudah siap bermekaran (atau mungkin sudah, buat Anda sendiri). Sudah sering jalan-jalan bareng, kencan ke tempat ini-itu, ngapel ke rumah orangtua, bahkan sampai membicarakan masa depan berdua, tapi tiba-tiba si dia hilang begitu saja tanpa kejelasan. Sederhananya, Anda merasa seperti mengawang digantung tanpa tahu kapan ini akan berakhir.

Ghosting sangat umum terjadi pada orang-orang yang masih dalam tahap PDKT. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah pacaran, baik lama atau masih seumur jagung, juga bisa menjadi korban ghosting pasangannya sendiri.

Kenapa seseorang tega ghosting?

pantangan yang harus dihindari setelah putus cinta

1. Pilih bermain aman

Menurut Rachel Russo, seorang penasihat hubungan percintaan di New York, ada banyak hal yang bisa melatarbelakangi keputusan seseorang untuk tiba-tiba menghilang tanpa kabar begitu saja. Umumnya mereka merasa ini adalah cara terbaik untuk mengatakan secara tidak langsung bahwa mereka tidak lagi tertarik atau tidak menaruh perasaan pada Anda. 

Mereka menganggap bahwa menghilang adalah salah satu-satunya jalan keluar yang paling aman untuk menghindari potensi masalah. Mereka berbuat demikian demi menghindari konsekuensi situasi canggung atau drama yang biasanya terjadi ketika harus saling berbicara dari hati ke hati tentang masa depan hubungan tersebut. Mungkin karena takut atau tidak ingin berhadapan dengan reaksi Anda.

Pasalnya, memang tidak semua orang bisa menerima begitu saja jika hubungan asmaranya hendak diakhiri satu pihak. Kekhawatiran pelaku ghosting terhadap reaksi Anda yang mungkin marah, menolak, menangis, dan berteriak, membuat nyali mereka ciut untuk mengatakan maksud hati yang sebenarnya.

2. Mencegah agar hubungan tersebut tidak makin dalam

Tidak sedikit orang yang merasa enggan untuk berkata jujur bahwa mereka sudah tidak lagi ingin melanjutkan hubungan asmara tersebut. Entah apa alasan di baliknya. Mungkin bosan karena saking sudah lamanya mengenal satu sama lain hingga obrolan biasa jadi terasa “tawar”. Mungkin ia merasa Anda tidak semenarik yang ia pertama kali kira, atau justru punya “target” tambatan hati baru.

Mereka juga mungkin berpikir bahwa sudah tidak ada gunanya lagi menjalin hubungan atau bahkan menyisihkan waktu untuk memberi tahu Anda bahwa hubungan itu sudah berakhir.

Jadi daripada terus membiarkan Anda terbawa perasaan dan terperangkap dalam suatu hubungan ambigu yang jelas-jelas tidak disambut baik, mereka memilih untuk langsung memutuskan kontak tanpa banyak “ba-bi-bu”.

Menurut pelaku ghosting, menghilang tanpa kabar efeknya tidak akan terlalu bikin sakit hati dibandingkan kalau harus bicara terus terang. Pasalnya kalau hubungan tersebut terus dibiarkan berlanjut, perasaan yang memupuk akan semakin kuat sehingga rasa sakit hati ketika ditinggalkan juga akan terasa lebih perih.

3. Si dia kurang empati

Ada banyak orang yang merasa wajar melakukan ghosting karena menganggapnya sebagai cara yang lumrah atau bahkan sopan untuk mengakhiri hubungan.

Menghilang tanpa kabar begitu saja bisa menjadi tanda orang tersebut kurang empati dan cenderung mau menang sendiri dalam segala hal.  Si dia bahkan mungkin tidak peduli dengan perasaan Anda. Maka itu, ia akan melepaskan Anda begitu saja tanpa ada ucapan perpisahan barang sepatah dua patah kata. Apalagi rasa kasihan atau tega. 

Nyatanya, apa pun alasan di balik keputusan seseorang untuk menghilang tanpa kabar, ghosting dapat menyebabkan luka psikologis pada “korbannya”.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit