backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Susah Move On dari Mantan? Mungkin Ini Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Susah Move On dari Mantan? Mungkin Ini Penyebabnya

Bagi beberapa orang, move on dari hubungan yang baru saja berakhir atau bahkan belum dimulai adalah suatu hal yang sulit. Namun, tidak sedikit pula yang melaluinya dengan mudah.

Apakah Anda merupakan salah satu yang kesulitan move on? Sudahkah Anda tahu penyebabnya?

Alasan kenapa Anda susah move on dari masa lalu

Hilangnya sosok penyemangat, teman cerita, hingga impian bersama akibat putus cinta merupakan satu dari banyak alasan gagal move on alias gamon pada beberapa orang.

Selain itu, ada juga berbagai faktor lain yang bisa membuat seseorang lebih sulit melupakan masa lalunya. Berikut adalah beberapa contohnya.

1. Berpisah dengan cinta pertama

cara putus yang baik

Salah satu alasan paling umum mengapa seseorang gagal move on atau gamon adalah karena mantan tersebut merupakan pacar pertama. 

Hal tersebut rupanya cukup beralasan. Situs Deakin University menyebutkan bahwa pacar pertama juga akan memberikan Anda berbagai pengalaman pertama, seperti kencan pertama, pelukan pertama, dan lain sebagainya.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa berakhirnya cinta pertama adalah hal yang wajar. Kesempatan untuk menemukan orang yang lebih baik ke depannya masih terbuka lebar.

2. Muncul perasaan tidak layak

Berakhirnya suatu hubungan sering kali membuat seseorang bertanya-tanya apa yang kurang dalam dirinya.

Alhasil, ia akan terus mengingat hubungan sebelumnya dan bahkan berusaha kembali karena merasa belum memberikan yang terbaik.

Menyesali hubungan sebelumnya sebagai bentuk introspeksi merupakan hal yang wajar. Namun, jangan sampai penyesalan tersebut justru membuat Anda semakin terpuruk.

3. Berada di lingkaran sosial yang sama

Memiliki lingkungan pertemanan yang sama dengan mantan juga bisa menjadi alasan kenapa Anda susah move on.

Pasalnya, dalam kondisi tersebut, peluang Anda untuk kembali berinteraksi dengan mantan akan semakin besar.

Anda memang tidak harus selalu memutus komunikasi sama sekali dengan mantan. Meski begitu, Anda mungkin perlu berhenti berkomunikasi untuk sementara agar bisa move on.

4. Hubungan telah berlangsung lama

Meski tidak semua, beberapa orang mengaku membutuhkan waktu lebih banyak untuk move on dari hubungan yang sudah berlangsung cukup lama.

Kondisi ini juga berlaku karena Anda sudah terbiasa melakukan segala sesuatu dengannya. Kehilangan sosok yang selalu menemani Anda mungkin memang susah dilalui dalam waktu yang cepat.

6. Masih berharap

Meski marah dan kecewa, tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa orang masih memiliki harapan untuk kembali dengan mantannya.

Bayangan atas kenangan di masa lalu sering kali membuat seseorang ingin kembali ke waktu itu. Keinginan tersebut sebenarnya cukup wajar jika hanya terjadi selama sesaat.

Namun, apabila harapan tersebut terus menggantung selama berbulan-bulan, Anda justru bisa kehilangan kesempatan untuk bertemu orang baru.

6. Menolak menerima keadaan

Menghadapi perubahan atas perpisahan bukanlah hal yang mudah. Pada awalnya, Anda bahkan mungkin menolak kenyataan tersebut. Sebenarnya, ini merupakan bagian dari tahapan kesedihan.

Mengutip dari laman Cleveland Clinic, ini adalah fase perubahan emosi saat seseorang menghadapi perubahan besar dalam hidup, termasuk berakhirnya suatu hubungan.

Tahukah Anda?

Lima tahapan kedukaan atau five stages of grief meliputi penyangkalan (denial), amarah (anger), tawar-menawar (bargaining), depresi (depression), dan penerimaan (acceptance).
Setiap orang bisa memiliki waktu berbeda untuk melalui setiap fase tersebut.

7. Kehilangan identitas

Beberapa orang berpikir bahwa hubungan percintaan merupakan salah satu faktor pembentuk identitas. Alhasil, saat kehilangan hal tersebut, mereka juga berpikir telah kehilangan sebagian identitasnya.

Pemikiran tentang kehilangan identitas itu kerap menjadi alasan kenapa seseorang sangat susah atau bahkan gagal move on.

Meski begitu, fase ini seharusnya hanya bersifat sementara. Jika Anda melaluinya terlalu lama, mungkin Anda bisa mempertimbangkan konseling dengan psikolog.

8. Kurang dukungan sosial

Dukungan dari teman dan keluarga akan sangat membantu seseorang supaya cepat move on. Lantaran dengan kehadiran orang-orang terdekat, seseorang yang baru putus akan merasa mendapat rasa sayang yang cukup.

Oleh karena itu, carilah dukungan dari orang-orang terdekat saat Anda mengalami masa-masa sulit, termasuk setelah putus cinta.

9. Belum ada kata pisah

Keputusan untuk berpisah tanpa benar-benar ada kata perpisahan sering kali menjadi alasan seseorang susah move on.

Pasalnya, perpisahan tanpa kata pisah bisa membuat Anda berpikir bahwa hubungan itu belum berakhir. Akibatnya, harapan untuk kembali bersama bisa menjadi lebih besar.

Dengan begitu, hindari untuk menggantung hubungan. Jika merasa tidak ada status hubungan yang jelas, coba bicarakan dengan pasangan.

10. Suka stalking media sosial mantan

Rasa penasaran dengan kehidupan mantan setelah berpisah tentu hal yang wajar. Namun, sebisa mungkin hindari untuk stalking media sosialnya secara berlebihan.

Alih-alih mendapat kebahagian, stalking media sosial mantan justru bisa membuat Anda semakin susah move on.

Bukan hanya itu, Anda justru bisa merasa iri ketika melihat kehidupannya terlihat baik-baik saja setelah berpisah.

Penyesalan, kesedihan, dan kekecewaan merupakan perasaan yang wajar untuk dirasakan setelah Anda mengakhiri hubungan. Namun, jangan sampai Anda berlarut dalam kondisi tersebut.

Susah move on dari mantan justru bisa membawa dampak buruk bagi diri Anda, termasuk membuat Anda melewatkan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang baru yang bisa jadi jauh lebih baik.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan