home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Break Pacaran Ternyata Bermanfaat, Asal Anda Mengikuti 3 Syarat Ini

Break Pacaran Ternyata Bermanfaat, Asal Anda Mengikuti 3 Syarat Ini

“Kita break dulu, ya.” Kalimat ini tak jarang dilontarkan oleh pasangan kekasih, baik yang baru pacaran atau bagi mereka yang sudah lama menjalaninya. Istilah break atau jeda sementara bisa dilakukan dengan alasan belum ingin putus tapi lelah karena masalah yang bertubi-tubi menghampiri. Nah, break pacaran dianggap tidak selalu buruk. Mengapa demikian?

Break pacaran bisa meningkatkan kualitas hubungan

Dalam beberapa kasus, break sering kali dilirik oleh banyak pasangan sebagai jalan tengah untuk memberi jeda sementara pada hubungan yang sedang dijalin. Break pacaran kerap dianggap sebagai hasil dari keragu-raguan dalam mengambil keputusan saat hubungan Anda dan pasangan sedang dirundung masalah. Padahal, Rachel Needle, Psy.D., seorang psikolog di Center for Marital and Sexual Health di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa break bahkan bisa membawa hubungan Anda ke arah yang lebih sehat.

Sementara itu, Rebecca Hendrix, seorang terapis pernikahan dan keluarga di New York, AS menyatakan bahwa break bisa menjadi kunci hubungan asmara yang hangat, jika dilakukan sebagaimana mestinya.

Anda bisa menikmati waktu sendiri tanpa pasangan serta menjadi diri sendiri secara utuh dan melakukan hal penting lainnya yang mungkin tidak dapat Anda lakukan selama pacaran. Tak jarang, keberadaan pasangan baru akan terasa berarti justru ketika Anda jauh darinya. Pada akhirnya, jarak dan waktulah yang menyadarkan Anda bahwa ternyata Anda memang membutuhkan sosok pasangan.

Break juga dapat memberikan Anda waktu untuk berpikir dengan jernih apakah hubungan yang Anda bangun memberikan banyak manfaat atau justru sebaliknya.

Di masa-masa ini, Anda kemungkinan akan menyadari kesalahan yang pernah Anda buat dan tidak melulu menyalahkan pasangan. Dengan begini, biasanya Anda mampu menemukan akar masalah yang selama ini belum terpecahkan. Misalnya karena Anda berdua selalu bertengkar ketika sedang mendiskusikan suatu masalah.

Sebagai hasil akhir, Anda pun jadi punya bekal untuk membuat keputusan dengan pikiran jernih dan memperkecil kemungkinan Anda untuk menyesalinya. Hal-hal inilah yang nantinya akan berkontribusi besar untuk meningkatkan kualitas hubungan Anda dan pasangan.

bukan pasangan hidup yang tepat

Syarat break pacaran membawa manfaat

Sebelum memutuskan untuk mengambil jeda, terlebih dahulu Anda dan pasangan perlu mengatur beberapa hal penting, yaitu:

1. Menyepakati tujuan jeda secara bersama-sama

Anda berdua perlu menyepakati tujuan berpisah dalam satu suara secara bersama-sama. Hal ini dimaksudkan agar tujuan dilakukannya jeda lebih jelas. Sehingga, dalam waktu jeda tersebut Anda dan pasangan bisa melakukan hal-hal serta perbaikan dan instrospeksi diri untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Menjelaskan tentang batasan saat jeda berlangsung

Anda perlu mendiskusikan di awal berapa lama break pacaran ini akan berlangsung. Sepakati juga apakah dalam masa jeda Anda dan pasangan masih perlu berkomunikasi atau tidak. Jika masih, seberapa sering Anda perlu berkomunikasi dan dalam batasan yang seperti apa komunikasi tersebut berlangsung.

Tak hanya itu, penting juga untuk membicarakan peluang orang ketiga yang mungkin saja masuk. Sebatas apa hubungan dengan lawan jenis terjadi juga perlu menjadi topik pembahasan. Hal ini dilakukan untuk memperjelas proses break yang Anda lakukan sehingga semuanya berlangsung dengan baik dan sesuai dengan tujuan disepakati.

3. Memanfaatkan jeda waktu pacaran dengan baik

Selama masa jeda, perhatikan bagaimana perasaan Anda. Apakah merasa lebih baik dan merasa lebih bisa menjadi diri sendiri tanpa pasangan atau justru sebaliknya. Dengan mengambil waktu jeda, Anda akan bisa menyadari hal ini dan bisa memandang hubungan dengan cara pandang baru yang lebih baik. Sehingga setelah break Anda berdua jadi lebih dekat dari sebelumnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Taking a Break in Your Relationship Can Actually Make It Stronger http://www.health.com/relationships/take-a-break-in-relationship accessed on March 16th 2018

Taking a Break: 8 Reasons Why It’s More Effective Than a Band-Aid https://www.huffingtonpost.com/tinatin-japaridze/taking-a-break-8-reasons-_b_5046899.html accessed on March 16th 2018

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 04/02/2021
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x