Vaginismus: Kelainan yang Membuat Vagina Menutup Saat Seks

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/05/2020
Bagikan sekarang

Sumber foto: ewellnessexpert

Seks seharusnya merupakan pengalaman yang menyenangkan baik bagi pria maupun wanita. Namun, bagi beberapa wanita, seks adalah sesuatu yang mengerikan karena mereka selalu merasakan sakit setiap berhubungan intim, diakibatkan otot vagina yang menegang dan menutup setiap dilakukan penetrasi. Jika Anda juga mengalami hal ini, kemungkinan Anda menderita vaginismu.

Apa itu vaginismus?

Vaginismus adalah suatu disfungsi seksual yang terjadi pada vagina. Otot vagina akan mengetat atau mengejang ketika mendapatkan sentuhan pada area vagina. Hal ini bisa menjadi masalah besar bagi psikologis Anda dan pasangan, jika tidak diatasi. Disfungsi seksual dapat menghambat seseorang ketika ingin menikah dan membangun sebuah rumah tangga, serta dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dalam menjalani suatu hubungan.

Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginismus?

Setiap penderita mungkin akan memiliki gejala yang berbeda, contohnya ada perempuan yang vaginanya tidak dapat disentuh sama sekali, sehingga tidak bisa melakukan seks penetrasi karena otot pada vaginanya akan menutup sepenuhnya. Sedangkan, ada juga yang bisa menoleransi beberapa sentuhan, seperti sentuhan pembalut pada vaginanya. Ada juga yang mampu melakukan hubungan seks, namun akan mengalami nyeri yang luar biasa. Ada yang sakitnya mereda setelah seks usai, ada pula yang masih terasa hingga seks tersebut selesai.

Pendapat lain menyatakan bahwa ada beberapa penderita yang dapat menikmati kepuasan seks – mereka dapat melakukan masturbasi, oral seks dengan pasangannya, atau keintiman lainnya, bahkan ada yang bisa mencapai orgasme dengan hal-hal tersebut, namun yang tidak bisa dilakukannya adalah melakukan seks penetrasi.

Vaginismus bisa disebabkan karena trauma, sehingga penderita vaginismus menolak untuk melakukan seks, karena sudah terbayang rasa sakit yang akan dirasakan. Bahkan, ada yang mengalami kehilangan gairah seksualnya ketika mencoba melakukan seks penetrasi. Ini disebabkan karena rasa tak nyaman tersebut.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya vaginismus?

Memang ada beberapa faktor yang membentuk terjadinya vaginismus, tapi belum ada penjelasan yang dapat dipahami tentang vaginismus itu harus terjadi. Beberapa faktor tersebut adalah:

  • Berpikir negatif mengenai hubungan seksual. Hal ini bisa disebabkan karena trauma atau pola pikir yang terbentuk saat ia beranjak dewasa. Atau, akibat kurangnya edukasi seks dan diskusi mengenai seks, terdapat asumsi yang terkonsep pada pikiran perempuan bahwa seks itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Belum lagi, ‘rumor’ yang telah tersebar di masyarakat, dari telinga ke telinga, bahwa ketika pertama kali melakukan hubungan seks akan terasa menyakitkan.
  • Kekerasan seksual. Hal ini bisa menyebabkan trauma yang membekas di pikiran seorang wanita. Hubungan seksual adalah sesuatu yang intim, terjadi pemaksaan menjadikan seseorang hilang kuasa atas dirinya sendiri, karena keintiman adalah hal yang harus mendapat persetujuan dari kedua belah pihak. Dampaknya bisa sampai menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi korban. Berdasarkan pengetahuan psikologi, jika trauma membekas, perlahan hal tersebut juga akan menetap di alam bawah sadar seseorang. Korban pun akan mengalami kilas balik, ketika ia melihat atau merasakan hal yang menstimulasi otaknya teringat pada kejadian menyakitkan itu.  Lalu otak mengirim respon untuk melindungi dirinya.
  • Adanya ‘kerusakan’ pada vagina, bisa salah satu contohnya adalah adanya robekan yang tidak bisa disembuhkan pasca persalinan.
  • Adanya kondisi menyakitkan di sekitar vagina, seperti pada gejala vulvodynia; adanya sensasi panas dan tersengat, rasa sakit bisa lebih parah saat penderita duduk.
  • Takut kalau hamil. Pemikiran seperti ini bisa juga disebabkan karena kurangnya edukasi mengenai seks, bahwa risiko kehamilan memang selalu ada ketika melakukan senggama, namun proses pembuahan itu tidak terjadi semudah itu. Otak mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh sebagai proteksi dari ‘hal yang mengancam’.
  • Permasalahan dalam hubungan. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya keterbukaan atau kepercayaan terhadap pasangan. Menumpuknya masalah dalam suatu hubungan juga berpengaruh pada hubungan seksual.

Bagaimana cara menangani vaginismus?

Anda bisa berkonsultasi pada dokter, selain itu Anda juga bisa melakukan beberapa latihan di rumah. Tujuannya adalah untuk melemaskan otot-otot di sekitar vagina. Pertama, Anda bisa melakukan senam Kegel, senam ini juga dianjurkan untuk ibu hamil yang  akan melahirkan. Anda pernah menahan buang air kecil? Senam yang dilakukan adalah dengan melakukan pengencangan otot, sama halnya ketika Anda menahan buang air kencing. Tahan selama dua hingga 10 detik, lalu kendurkan otot. Lakukan sebanyak 20 kali, tapi jika Anda ingin melakukannya sering mungkin, itu juga tidak masalah.

Lalu, setelah Anda latihan senam kegel, keesokan harinya, Anda bisa mencoba memasukkan jari – sekitar satu buku jari Anda, ke dalam vagina sambil melakukan senam Kegel. Anda bisa melakukan latihan ini saat mandi, sehingga air bisa melubrikasi vagina Anda. Jangan lupa perhatikan kebersihan kuku Anda terlebih dahulu! Jika otot vagina Anda berkontraksi saat memasukan jari Anda, Anda bisa berhenti, tetapi cobalah untuk melakukannya lagi ketika Anda sudah sedikit nyaman.

Jika penyebab vaginismus Anda adalah masalah psikologis seperti trauma dan ketakutan-ketakutan tertentu, Anda bisa berkonsultasi pada terapis. Ini membantu Anda untuk menyembuhkan akar dari ketakutan Anda. Jangan ragu untuk berbicara pada ahlinya karena disfungsi seksual bisa merusak keharmonisan Anda dan pasangan Anda.

BACA JUGA:

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Mainan seks berupa vibartor harus Anda bersihkan dengan rutin. Namun, bagaimana cara membersihkan vibrator? Lihat di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Tidak sekadar mengikut tren, penggunaan masker vagina sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Apa sebenarnya masker vagina? Apakah produk ini aman?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
stres anak saat pandemi

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
Manfaat detoks digital

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020