4 Fakta Seputar Kondom Wanita yang Harus Anda Tahu

Oleh

Kondom tidak hanya tersedia untuk pria, namun juga wanita.

Kondom pria sampai saat ini adalah satu-satunya alat pelindung yang tersedia sebagai metode pencegahan HIV dan sebagian besar penyakit kelamin menular. Kondom wanita menawarkan opsi tambahan yang memungkinkan perempuan mengendalikan cara yang independen untuk melindungi dirinya dari infeksi seksual maupun kehamilan yang tidak diinginkan.

Kondom wanita memiliki peranan penting dalam pencegahan HIV. Alat kontrasepsi ini adalah perangkat pencegahan yang dapat membantu wanita yang terlibat dalam hubungan seksual atau situasi tertentu di mana mereka tidak dalam posisi menegosiasikan penggunaan kondom pria karena kendala pribadi maupun sosial budaya.

Berikut beberapa fakta dasar seputar kondom wanita yang patut Anda ketahui.

Apa itu kondom wanita?

Food and Drugs Association US (FDA) menyetujui kondom perempuan pada tahun 1993. Ada dua jenis kondom: FC1, prototip original yang terbuat dari poliuretan, tapi kemudian digantikan oleh FC2 yang terbuat dari nitril, karet sintetis non-lateks.

Kondom wanita adalah kantung silinder kuat namun bertekstur lembut, dan berwarna transparan yang bertindak sebagai lapisan pelindung antara penis dan vagina guna menjaga sperma dan air mani tetap berada di dalam kondom dan jauh dari vagina Anda.

Dengan dua buah cincin lentur di setiap ujungnya, kondom dapat dimasukkan ke dalam vagina tepat sebelum senggama, atau berjam-jam sebelumnya. Cincin di ujung tertutup kondom berfungsi sebagai penjaga kondom tetap di tempatnya. Sedangkan ujung terbuka di sisi berlawanan kondom tetap berada di luar vagina selama hubungan seksual.

Kondom ini lebih kuat daripada kondom lateks pria, tidak berbau, tidak menimbulkan reaksi alergi, dan dapat digunakan dengan pelumas berbasis air maupun minyak. Alat pelindung khusus wanita ini tidak bergantung pada ereksi pria, dan tidak perlu dilepas segera setelah ejakulasi.

Apakah kondom wanita sama efektifnya dengan kondom pria?

Kondom khusus perempuan merupakan pilihan alternatif dari kondom biasa, bukan sebagai pendamping. Keduanya tidak boleh digunakan bersamaan dalam satu waktu, karena gaya gesek yang tercipta dari kedua permukaan dapat menyebabkan bahan aus dan mudah robek. Selain itu, kondom wanita juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan pemakaian penutup rahim (cervical cap) atau diafragma. Namun, boleh digunakan berbarengan dengan kontrasepsi oral atau suntik.

Jika selalu digunakan dengan benar dan mematuhi instruksi cara pakai setiap kali berhubungan seks, kondom wanita 95 persen efektif untuk mencegah kehamilan. Artinya, hanya 5 dari 100 wanita yang akan hamil setelah pemakaian kondom ini.

Namun, penggunaan sempurna hampir tidak pernah terjadi. Jika tidak digunakan dengan benar (salah cara memasukkan atau digunakan sesekali untuk berhubungan seks), kondom perempuan 79% efektif dalam menekan angka kehamilan. Hal ini berarti, 21 dari 100 wanita akan hamil dalam satu tahun setelah pemakaian kondom.

Saat dimasukkan secara sempurna, kondom perempuan melapisi tidak hanya vagina dan rahim, namun juga sebagian area eksternal bibir vagina (labia), yang dapat menawarkan perlindungan terhadap penyakit kelamin menular — termasuk HIV.

Cara penggunaan kondom wanita

Kondom dapat dimasukkan ke dalam vagina segera sebelum melakukan hubungan seks atau hingga delapan jam sebelumnya, dan kondom baru harus digunakan setiap kali Anda terlibat dalam aktivitas seksual dengan pasangan Anda. Selain itu, kondom dapat digunakan saat mestruasi atau kehamilan (atau masa-masa awal pasca-melahirkan).

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kondom wanita:

  • Aplikasikan pelumas pada permukaan luar dari ujung kondom.
  • Cari posisi yang nyaman. Anda dapat berdiri dengan satu kaki menapak di kursi, duduk, berbaring, atau jongkok.
  • Cubit perlahan kedua sisi dari ujung tertutup dari kondom, dan masukkan ke dalam wagina dengan jari telunjuk seperti memasukkan tampon. Dorong, perlahan, sejauh mungkin — hingga melewati tulang kemaluan dan mencapai rahim.
  • Tarik jari Anda keluar dan biarkan cincin terluarnya menggantung sekitar 2,5 centimeter di luar vagina
  • Pastikan penis tidak melakukan kontak dengan vagina sebelum kondom benar-benar dimasukkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah air mani pra-ejakulasi sekalipun dapat mengandung sperma dan/atau infeksi menular seksual.

Jika Anda ingin menggunakan kondom untuk seks anal, cara yang sama dapat digunakan untuk memasukkannya ke dalam anus.

Selama hubungan seksual, adalah hal yang normal untuk kondom wanita dapat bergerak. Hentikan aktivitas seksual jika penis lolos di antara kondom dan dinding vagina, atau jika cincin terluarnya terdorong masuk ke dalam vagina. Selama pasangan Anda belum mengalami ejakulasi, Anda dapat perlahan menarik kondom keluar dari vagina, menambahkan pelumas atau spermisida, dan memasukkannya sekali lagi.

Apakah kondom wanita aman bagi kesehatan wanita?

Hampir setiap orang dapat menggunakan kondom wanita dengan aman. Kondom juga aman digunakan selama seks anal. Tidak seperti pil KB atau suntik KB, kondom wanita tidak memiliki dampak terhadap hormon dalam tubuh seorang perempuan.

Untuk beberapa wanita, kondom ini dapat menyebabkan iritasi pada vagina, vulva, penis, atau anus. Kondom juga dikeluhkan dapat mengeluarkan suara berisik jika tidak dilumasi dengan baik, yang dapat mengganggu aktivitas maupun gairah seksual. Penis juga dapat lolos keluar dari kondom selama hubungan seks. Jika kondom sobek/rusak/bocor saat berhubungan seks, segera beralih ke penggunaan kontrasepsi darurat secepat mungkin hingga lima hari setelahnya. Anda juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan infeksi menular seksual.

Harap dicatat: banyak wanita dan pasangannya dapat menggunakan kondom ini tanpa masalah apapun, namun konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu mengenai penggunaan kondom wanita.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca