Langkah-langkah Mengatasi Serangan Panik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Serangan panik atau panick attack adalah suatu kecemasan yang tak terkendali dan terkadang berasumsi bahwa malapetaka akan datang, ditambah dengan gejala fisik yang terjadi secara mendadak, seperti sesak napas, mual, kejang otot, dan lain-lain. Jika Anda pernah mengalami serangan panik, Anda mungkin bisa berempati dengan rasa frustrasi dan putus asa yang tidak diketahui apa penyebabnya. Dengan mendidik diri sendiri untuk berbagai rasa panik, Anda akan dengan mudah mengontrolnya, sehingga Anda tidak harus hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian lagi. Oleh karena itu, mari kita lihat berbagai informasi yang dapat membantu Anda mengatasi serangan panik di bawah ini.

Mengenal gejala serangan panik

Mengakrabkan diri dengan gejala serangan panik dapat membantu Anda merasa lebih mampu mengendalikan diri ketika salah satu gejalanya terjadi. Setelah Anda sadar bahwa Anda sedang mengalami serangan panik, dan bukan penyakit jantung, reaksi alergi, atau penyakit serius lainnya, Anda dapat berfokus pada teknik-teknik mengatasi serangan panik. Tapi, sebelum itu, mari kita lihat gejala-gejala serangan panik berikut:

Teknik-teknik mengatasi serangan panik

Jika Anda mengalami serangan panik seperti gejala-gejala yang telah dijelaskan di atas, teknik ini dapat membuatnya merasa kurang menakutkan dan dapat membantu Anda keluar dari itu:

1. Mencoba menyatu dengan ombak

Serangan panik sering datang dalam gelombang sensasi kesemutan, pusing, sesak napas, dan pikiran yang kalut bercampur aduk. Banyak orang mencoba untuk membuat perasaan ini berhenti dengan berusaha untuk keluar dari pikiran itu. Namun, hal itu dapat menyebabkan Anda kewalahan dan pada akhirnya Anda menjadi tidak berdaya, sehingga serangan panik terus terjadi.

Ketika Anda mulai merasakan sensasi panik, jangan mencoba untuk menghentikan mereka secara langsung, tetapi visualisasikan setiap perasaan sebagai ombak, hingga akhirnya hal itu menjadi kurang intens dan Anda merasa seperti sedang beristirahat di pantai. Ingatkan diri Anda bahwa meskipun Anda merasa seperti tenggelam di bawah gelombang, hal itu tidak berarti bahwa Anda tidak bisa berenang.

2. Menenangkan napas dan otot

Jangan menunggu hingga serangan panik terjadi untuk menyempurnakan teknik ini. Berlatihlah dua kali sehari selama 10 menit, sehingga serangan panik tidak sering muncul dan lebih mudah ditaklukkan.

Tenangkan napas Anda. Letakkan satu tangan di atas dada dan yang lainnya pada diafragma Anda. Ambil napas yang lambat dan dalam melalui hidung dan berhitung hingga lima. Tanga di dada harus tetap diam, sementara tangan yang berada di diafragma harus mendeteksi apakah napas Anda sudah cukup dalam.

Ketika Anda mencapai lima hitungan, biarkan napas keluar secara perlahan melalui hidung pada tingkat yang sama. Dengan berkonsentrasi pada tangan dan hitungan, itu akan membantu Anda untuk tetap fokus dalam menenangkan diri. Lakukan hal ini secara berulang hingga Anda merasa santai.

Lemaskan otot-otot Anda. Carilah posisi yang nyaman untuk duduk atau berbaring. Tutup mata Anda dan mulailah untuk fokus hanya pada jari-jari kaki Anda. Tekuk jari kaki Anda ke bawah dengan erat selama lima hitungan. Lakukan hal itu sambil meremas otot-otot (betis, paha, pantat, perut, dada, bahu, leher, jari tangan, dan lengan) sekeras mungkin, kemudian rileks.

3. Melibatkan seluruh otak

Jika Anda memiliki serangan panik, itu karena bagian emosional otak Anda (yang bertanggung jawab untuk melawan atau menerima tanggapan) tidak terkontrol. Dengan melibatkan otak logis (otak berpikir) untuk menguasai otak emosional Anda, merupakan salah satu terapi yang paling efektif untuk kegelisahan dan panik.

Ketika serangan panik datang, gunakan otak logis untuk berbicara pada diri sendiri melalui itu. Anda dapat mengatakan pada diri sendiri, “Kepanikan yang mengganggu telah datang lagi. Ini akan terasa sedikit mengesalkan, tapi aku senang hal ini akan segera berakhir.” Penalaran verbal seperti itu dapat membantu Anda untuk memahami sensasi panik sebagai hal yang bersifat sementara.

Jika seluruh teknik di atas tidak berhasil, segera hubungi dokter atau terapis yang dapat membantu Anda mengatasi serangan panik. Selain itu, penting bagi Anda untuk bergabung pada support group. Ketika bergabung di dalamnya, Anda diharapkan untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi dengan berbagi cerita mengenai bagaimana orang lain mengatasi serangan panik yang dihadapinya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Manfaat Asuransi Jiwa bagi Keluarga

    Asuransi jiwa memiliki banyak manfaat untuk keluarga Anda. Dari menjaga kesehatan mental sampai membantu biaya kesehatan. Simak selengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    foto keluarga bahagia yang sudah dilindungi oleh manfaat asuransi jiwa
    Asuransi, Hidup Sehat 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Era Modern: Kasus Depresi pada Anak Remaja Meningkat

    Beberapa tahun terakhir terdapat peningkatan signifikan dalam persentase remaja atau orang muda berusia 12-20 tahun yang tercatat mengalami depresi berat.

    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Psikologi 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    menghadapi anak masturbasi

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit