4 Manfaat Kesehatan Kalau Anda Sering Bernostalgia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nostalgia. Musik, aroma masakan, suasana liburan, mungkin dapat membawa kenangan tersendiri bagi Anda. Saat terpapar dengan rangsangan-rangsangan tersebut, Anda akan mengingat kembali masa lalu yang berkaitan dengan hal-hal tersebut dan mulai bernostalgia. Tahukah Anda, ternyata nostalgia tidak hanya membawa memori Anda ke masa lalu, namun juga memiliki dampak positif bagi diri Anda sekarang? Mari simak apa saja manfaat nostalgia bagi kesehatan kita.

Apa itu nostalgia?

Nostalgia adalah aktivitas yang melibatkan emosi dan proses pikir. Saat seseorang bernostalgia, ia membutuhkan proses kognitif dalam mengingat, dan di saat yang bersamaan juga melibatkan perasaannya. Nostalgia dapat membawa perasaan pahit sekaligus manis. Manis, karena Anda mengingat-ingat kejadian yang menyenangkan bagi Anda, namun juga pahit karena Anda tidak lagi mengalaminya. Jadi, apakah dengan bernostalgia kita akan terjebak dalam masa lalu?

Dalam sejarah, nostalgia selalu dikaitkan dengan hal negatif. Pada tahun 1688, seorang dokter yang mempelajari para aktivis militer yang depresi dan homesick berpendapat bahwa seseorang dapat meninggal karena nostalgia. Beberapa tahun setelahnya, para psikiater mulai percaya bahwa orang-orang yang mengingat-ingat masa lalu mereka akan terjebak dan tidak dapat melangkah maju. Kemudian, pada pertengahan abad ke-20 beberapa penelitian mengenai nostalgia mulai dilakukan secara mendalam, sayangnya banyak yang masih beranggapan bahwa kegiatan ini tidaklah menyehatkan.

Manfaat nostalgia bagi kesehatan

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Constantine Sedikides dan Tim Wildschut dari universitas Southampton di Inggris, nostalgia dapat membawa banyak manfaat yang dapat menjadi kekuatan seseorang dalam menghadapi masa kini dan masa depan. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya:

1. Membawa efek menenangkan

Nostalgia dapat membantu seseorang menghadapi stress dan kecemasan. Setiap perubahan, baik itu buruk maupun baik, dapat menjadi sumber stress. Dengan bernostalgia, seseorang dapat secara emosi dan kognitif menjadi tetap stabil, karena kegiatan ini memberikan rasa ketersinambungan yang dapat mengikat Anda.

2. Melawan emosi negatif

Sebagai contoh, kesepian dapat dihubungkan dengan kesedihan. Pada zaman yang serba modern dan instan ini, segala sesuatunya bergerak cepat, masyarakat menjadi lebih mobile dan orang semakin mudah bergerak atau tinggal jauh dari orang-orang terdekatnya. Anak-anak pergi bersekolah ke luar negeri, atau seorang ayah harus bertugas keluar kota demi pekerjaannya.

Di sinilah nostalgia berperan, nostalgia dapat membantu melawan kesepian dan menciptakan perasaan ‘terhubung’ dengan orang-orang yang Anda rindukan. Lewat memori, seseorang dapat menghidupi kembali perasaan dekat dengan orang yang ia kasihi.

3. Menciptakan kebiasaan yang sehat

Nostalgia dapat menciptakan kebiasaan yang sehat. Sebagai contoh, masa kanak-kanak merupakan masa-masa di mana tubuh kita berada dalam kondisi paling sehat. Dengan mengingat diri Anda ketika masih anak-anak, Anda dapat membawa kembali emosi yang sehat seperti rasa dikasihi, rasa aman pada diri Anda, bahkan mengingat kembali aktivitas yang sering Anda lakukan ketika masih kecil.

Misalnya, jika Anda senang bersepeda ketika masih kanak-kanak dan Anda mengingatnya kembali, Anda mungkin akan tergerak untuk kembali bersepeda kemana pun.

Selain itu, nostalgia juga diketahui dapat memberi efek berikut:

4. Nostalgia sebagai terapi penuaan

Nostalgia juga telah digunakan untuk menghadapi penyakit-penyakit yang berhubungan dengan distorsi memori atau memori yang berkabut. Musik menjadi salah satu sarananya. Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa nostalgia yang dicetuskan oleh musik dapat mengaktifkan bagian otak tertentu yang berhubungan dengan pusat reward di otak. Hasilnya, suasana hati orang tersebut akan meningkat dan ia akan merasa lebih senang.

Bagaimana jika masa lalu saya buruk?

Ternyata nostalgia juga dapat membantu seseorang untuk beradaptasi dengan kenangan yang buruk. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa, seseorang dengan masa lalu yang buruk cenderung akan lebih mudah menghadapi kesulitan pada masa sekarang. Orang-orang yang lebih nostalgik juga cenderung memiliki mekanisme pertahanan yang lebih baik daripada orang lain.

Orang-orang yang nostalgis memiliki hubungan sosial yang lebih baik, dan saat mereka mengingat kejadian yang buruk atau berhadapan dengan situasi yang tidak menyenangkan, mereka akan lebih mudah mencari pertolongan atau masukan dari orang lain atau orang terdekat mereka.

Jadi, tertarik lebih untuk lebih sering bernostalgia?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit