5 Perilaku Tidak Sehat yang Dipicu Oleh Stress

Oleh

Merasa stress adalah respon wajar dalam menghadapi berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tanda jika seseorang tidak dapat mengatur stress dengan baik adalah perubahan perilaku yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari, bahkan cenderung berbahaya bagi kesehatan. Berikut merupakan beberapa contoh perubahan perilaku yang sering disebabkan stress berlebih, dan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

1. Terlalu banyak atau terlalu sedikit mengonsumsi makanan

Konsumsi yang terlalu banyak dan terlalu sedikit adalah gangguan pola makan, dalam hal ini, sebagai respon psikologis seseorang yang sedang mengalami stress. Meskipun disebabkan oleh faktor yang sama, kedua pola gangguan makan ini memiliki beberapa perbedaan. Kondisi mengonsumsi makanan berlebih disebabkan oleh respon tubuh akibat peningkatan kadar hormon kortisol dan hormon insulin yang disertai dengan kenaikan hormon ghrelin sehingga seseorang yang sedang stress cenderung merasa lapar lebih lama. Sedangkan gangguan makan yang terlalu sedikit disebabkan oleh hilangnya nafsu makan karena keadaan tekanan emosi dan kondisi yang serupa dengan anoreksia. Gangguan terlalu banyak makan dialami oleh baik laki-laki maupun perempuan pada usia dewasa,  sedangkan gangguan makan terlalu sedikit saat sedang stress cenderung dialami perempuan pada usia anak-anak hingga remaja.

Dampak yang ditimbulkan akibat gangguan makan karena stress di antaranya ketidakseimbangan nutrisi dan obesitas. Namun dampak yang lebih besar sering dialami oleh seseorang yang mengkonsumsi makanan terlalu sedikit  di antaranya penurunan hormon seks, osteoporosis, gangguan saluran pencernaan, gangguan kesehatan kulit dan rambut, serta perubahan pola tidur. Kehilangan nafsu dapat terjadi berulang terutama jika kondisi stress cenderung kronis.

Upaya untuk mengatasi kedua hal tersebut adalah mengurangi paparan sumber stress dan efeknya terhadap perubahan emosi seseorang. Beraktivitas fisik dapat mempengaruhi mood seseorang dan memperbaiki nafsu makan seseorang baik keinginan makan berlebih ataupun makan terlalu sedikit. Selain itu, membicarakan permasalahan yang sedang dialami dengan orang terdekat akan membantu meringankan stress yang sedang dialami.

2. Menarik diri dari lingkungan sosial

Hal ini merupakan pertanda seseorang tidak berhasil meminimalisir dampak stress yang dialaminya. Penarikan diri dari orang terdekat adalah salah satu bentuk perilaku saat depresi yang dapat disebabkan oleh stress. Kondisi stress dapat menimbulkan pandangan negatif seseorang terhadap lingkungan sekitar dan dirinya sehingga menurunkan penghargaan (self-worth) pada dirinya sendiri serta menghilangkan kesenangan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kondisi ini akan memperburuk respon tubuh terhadap stress sehingga menimbulkan produksi hormon stress cenderung berlebih.

Sebelum menyelesaikan permasalahan terkait komunikasi dengan orang lain, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stress dan depresi:

  • Relaksasi – hal ini dapat dilakukan dengan mengatur pernapasan dan membangun pandangan positif terhadap permasalahan yang dialami sehingga dapat membantu Anda dalam membangun kembali kepercayaan diri untuk berkomunikasi.
  • Kenali rasa takut – dengan mengenali hal apa yang Anda takutkan, Anda akan lebih mudah menghadapinya dan mencegah rasa takut berlebih datang kembali.
  • Anggap Anda sedang berinteraksi dengan orang yang Anda kenal – hal ini berguna dalam membuat Anda menjadi lebih rileks dan mengingatkan bahwa Anda tidak sendirian. Ini juga bisa membantu Anda berkomunikasi lebih ramah dengan orang di sekitar Anda.

3. Kemarahan yang meledak-ledak

Marah merupakan suatu respon dalam bentuk emosi yang menimbulkan perilaku agresif seperti melakukan kekerasan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan respon tubuh terhadap stress yang dialami oleh seseorang. Hormon stress akan meningkatkan ekskresi hormon adrenalin yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Akibatnya, pada kondisi ini kita cenderung lebih sulit untuk relaksasi dan menjadi lebih mudah marah.  Hal ini perlu dihindari karena meluapkan kemarahan dengan kekerasan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya yang berpotensi menjadi sumber stress yang baru bagi diri kita sendiri.

Saat kita sulit melakukan relaksasi, maka tekanan darah cenderung lebih tinggi dari biasanya. Hal ini menyebakan seseorang yang sedang marah akibat stress akan lebih berisiko terkena berbagai gangguan seperti serangan jantung dan stroke. Menghindari atau mengalihkan perhatian dari sumber stress saat Anda sedang marah adalah cara utama agar Anda tetap rileks. Selain itu, hindari beberapa hal yang dapat membuat anda cenderung mudah marah saat sedang stress seperti memakan makanan berlebih serta konsumsi gula dan kafein berlebih saat Anda sedang lelah atau memiliki banyak hal yang sedang dipikirkan.

4. Tidak rutin beraktivitas fisik

Hal ini dikarenakan saat sedang stress, seseorang cenderung menarik diri dari berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan berolahraga. Hal ini dapat terjadi pada siapa saja dan menyebabkan gangguan pada rutinitas berolahraga, akibatnya tubuh dapat menjadi lebih mudah gemuk karena kondisi stress dapat mendorong penumpukan lemak lebih banyak. Melakukan olahraga walaupun dengan intensitas yang lebih rendah saat Anda sedang stress dapat membantu Anda menjadi rileks karena membantu produksi hormon endorfin dan memperbaiki mood sehingga Anda dapat melewati masa stress lebih baik.

5. Merokok dan konsumsi alkohol lebih banyak dari biasanya

Baik merokok dan konsumsi alkohol merupakan perilaku gaya hidup yang tidak sehat namun banyak dipercaya keduanya dapat meringankan efek stress pada seseorang. Kandungan rokok yang dikenal dengan nama nikotin dapat dengan mudah mencapai dan mempengaruhi otak untuk memicu sekresi hormon dopamin yang memberikan efek ketenangan dalam waktu sekitar 8 detik. Sedangkan konsumsi alkohol dapat memperlambat respon emosi tubuh terhadap stress seperti kecemasan, tekanan, dan rasa gugup.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak meringankan kondisi stress yang dialami seseorang bahkan dapat menimbulkan dampak kesehatan yang lebih besar seperti peningkatan tekanan darah, kerusakan jaringan otot, dan mengurangi asupan oksigen dalam darah.

Jika Anda merokok dan meminum alkohol, perlu diingat hal ini tidak akan menyelesaikan masalah maupun menghilangkan stress yang Anda alami. Hindari konsumsi alkohol dan rokok berlebih saat sedang stress dan jangan menunggu rasa stress Anda hilang untuk berhenti. Menenangkan diri dan menghindari akses terhadap rokok maupun alkohol adalah cara terbaik untuk mengatasi ketergantungan saat Anda sedang stress.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca