5 Cara Berduka untuk Ungkapkan Kesedihan Setelah Ditinggal Orang Terkasih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sama halnya dengan lima bahasa cinta yang berbeda, kesedihan setelah ditinggal orang terkasih juga dapat mewujudkan dirinya dalam bentuk yang berbeda-beda. Satu orang dan yang lainnya juga dapat mengekspresikan rasa duka dengan caranya masing-masing. Hal ini berkaitan dengan seperti apa mekanisme pertahanan diri Anda saat sedang stres atau dirundung masalah, dan bagaimana Anda berusaha mengatasi stres tersebut (coping skill). Dikutip dari PsychCentral, ada lima karakteristik berbeda yang bisa ditunjukkan seseorang untuk berduka cita, diprakarsai oleh Elisabeth Kubler-Ross. Apa saja itu?

Lima karakteristik berbeda untuk berduka cita

1. Emosi yang meluap dan selalu berubah

Karakteristik ini mungkin adalah yang paling umum ditemukan pada banyak orang yang berduka cita. Orang yang mengalami gejolak emosi yang meluap-luap setelah ditinggal pergi merasa demikian karena merasa belum mampu untuk menerima dan berdamai dengan kesedihan mereka dalam waktu dekat.

Reaksi ini ditandai dengan campur aduknya emosi antara kesedihan, penolakan atas kenyataan (denial), amarah, dan kebingungan tentang apa yang harus dilakukan dengan hidup setelah ditinggal pergi, dan bagaimana mereka harus melanjutkan hidupnya tanpa orang itu.

2. Mengenang untuk mengingat kepergian

Berbanding terbalik dengan tipe pertama, orang yang berduka dengan mengenang memiliki caranya tersendiri untuk mulai mencoba merelakan kepergian orang terkasih. Mereka biasanya menciptakan sebuah hari peringatan atau suatu hal untuk menghormatinya — bisa berupa bangunan, karya seni, kebun atau taman, puisi, lagu, atau bahkan sebuah yayasan atau kelompok sosial nonprofit untuk mengingat orang yang mereka cintai.

3. Menguatkan ikatan dengan orang lain

Trauma dan kesedihan setelah ditinggal pergi untuk selamanya bisa membuat orang-orang sekitarnya merasa takut akan kehilangan lagi. Oleh karena itu, mereka biasanya akan berusaha untuk menjaga silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan keluarga atau teman lainnya.

Memperbaiki hubungan juga bisa membantu mengatasi kesepian karena kehilangan orang yang dicintai. Kehilangan yang tiba-tiba dari orang yang dicintai dapat menyebabkan orang yang punya tipe sedih ini berubah dengan cara memperbaiki keadaan dalam hidup mereka yang berhubunagn dengan orang-orang terdekatnya.  

4.  Menjadi seorang aktivis

Bagi orang-orang yang termasuk ke dalam karakteristik ini, berduka cita tidak mereka jadikan momen untuk mengurung diri guna meratapi kesedihan setelah kepergian orang tercinta. Biasanya mereka akan gunakan waktu ini untuk mencoba bangkit lagi dan lebih berkontribusi pada kualitas hidup orang lain melalui aktivitas atau kegiatan tertentu.

Fokus utama mereka adalah peduli terhadap orang-orang yang sedang mengalami hal serupa, dan berusaha sekuat mungkin untuk membantu melewatinya. Biasanya mereka akan berjuang dan aktif lewat lembaga-lembaga tertentu seperti lembaga anti kekerasan, lembaga untuk penyakit tertentu, dan bahkan organisasi masalah sosial yang dulu dialami oleh orang yang mereka cintai.  

5. Menyendiri untuk bercermin

Bagaimana seseorang memutuskan untuk berduka cita selepas kepergian orang yang mereka cinta akan berbeda-beda. Tipe terakhir ini biasanya ditandai dengan orang-orang yang memilih untuk menyendiri untuk menenangkan diri dan bercermin pada diri sendiri, serta memaknai arti kepergian itu. Melalui momen menyendiri ini, mereka akan bisa bangkit lagi dan percaya bahwa kepergiannya bisa membuat mereka tambah kuat. Biasanya, orang yang mengalami kesedihan ini cenderung mengambil dan mendapatkan kekuatan dari agama, hal spiritual, dan filosofi-filosofi tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit