backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

4

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mungkinkah Ada Orang Tidak Punya Emosi Sama Sekali?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

Mungkinkah Ada Orang Tidak Punya Emosi Sama Sekali?

Kebanyakan orang akan tertawa hingga terbahak-bahak ketika menyaksikan sesuatu yang lucu. Sementara ketika berhadapan dengan situasi memilukan, rasa sedih akan menyelimuti. Lantas, mungkinkah ada seseorang yang tidak punya emosi sama sekali?

Penyebab seseorang tidak punya emosi

Emosi memainkan peran penting dalam menentukan cara Anda berpikir, berperilaku, dan mengambil keputusan. Ini akan membantu Anda dalam bertahan hidup, menghindari bahaya, dan berempati dengan orang lain. 

Namun, ada segelintir orang yang tidak bisa merasakan atau mengekspresikan emosi. Tidak adanya emosi atau emotionless bisa menandakan kondisi psikologis seperti berikut ini.

1. Alexithymia

ciri-ciri orang kesepian

Alexithymia adalah kondisi kerika seseorang kesulitan untuk mengenali dan mengekspresikan emosi mereka sendiri. 

Orang dengan alexithymia mungkin tampak “dingin” dan tidak peduli karena mereka tidak dapat menyampaikan perasaan mereka dengan jelas.

Sebuah studi dalam jurnal Frontiers in Psychology (2018) menemukan bahwa sekitar setengah dari penyandang gangguan spektrum autisme mungkin memiliki alexithymia.

Faktor genetik, trauma masa kecil, dan gangguan pada otak juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi.

2. Emotional numbness

Secara harfiah, emotional numbness memiliki arti mati rasa emosional. Kondisi ini terjadi saat seseorang tidak bisa merasakan emosi apa pun, baik positif maupun negatif.

Kebanyakan orang yang tidak punya emosi ini umumnya sudah merasa putus asa dan hampa ketika harus menghadapi masalah.

Emotional numbness mungkin muncul sebagai mekanisme pertahanan (coping strategy) akan trauma berkepanjangan akibat bullying, kekerasan seksual, atau ditinggal orang terkasih.

Kondisi ini juga kerap kali ditemukan pada pengidap gangguan mental lainnya, seperti depresi, skizofrenia, gangguan kecemasan, dan gangguan kepribadian ambang (BPD).

3. Gangguan depersonalisasi-derealisasi

Gangguan depersonalisasi-derealisasi (DPD) adalah suatu kondisi ketika seseorang merasa terpisah dari diri sendiri atau dari lingkungan sekitarnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, pengidap kondisi psikologis ini akan merasa menjadi “penonton” dari dirinya sendiri. Ia mungkin juga merasa layaknya hidup di dalam mimpi.

Umumnya, gangguan depersonalisasi-derealisasi sering terjadi sebagai respons terhadap stres atau trauma yang ekstrem, misalnya akibat kekerasan seksual atau korban KDRT.

Namun, dalam beberapa kasus, masalah tidak punya emosi akibat DPD juga bisa terjadi karena efek samping dari obat-obatan tertentu yang menekan kerja otak.

Tanda dan gejala orang yang tidak punya emosi

Secara umum, orang yang tidak punya emosi akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Merasa jiwa, pikiran, dan raganya tidak saling terhubung, seperti roh lepas dari tubuh.
  • Memilih untuk mengisolasi diri atau berjarak dengan lingkungan sekitar.
  • Merasa asing dengan kehidupan sendiri.
  • Muncul tekanan psikologis tanpa sebab yang jelas.
  • Sering lupa waktu, hari, tanggal, dan tempat.
  • Berpikiran bahwa diri mereka tidak berarti dan tidak layak.
  • Pikiran kosong melompong dan tidak lagi merasa senang ketika melakukan hobi.
  • Berpikiran atau merasa bahwa kesehatan mental mereka sedang tidak stabil.
  • Merasa lambat dalam menerima dan memproses sinyal yang diterima tubuh, seperti penglihatan, pendengaran, pengecap, dan sensasi sentuhan.
  • Kesalahan persepsi visual, seperti melihat benda lebih besar atau kecil dari aslinya.
  • Kesalahan persepsi suara, seperti suara menjadi lebih pelan atau lebih kencang dari sebenarnya.
  • Tidak pernah merasa bugar meski tetap rajin olahraga atau selalu tidur cukup.
  • Mengalami perubahan persepsi tentang citra tubuh sendiri.
  • Tampak kurang empati, tidak bisa, atau sulit memahami keadaan sosial.

Dampak tidak bisa merasakan emosi

kecerdasan emosional terlalu tinggi

Orang yang tidak punya emosi atau tidak bisa mengekspresikan emosinya bisa mengalami dampak jangka panjang sebagai berikut.

1. Kesulitan dalam hubungan

Emosi adalah kunci penting dalam membangun dan mempertahankan hubungan, baik dengan teman, pasangan, keluarga, atau bahkan rekan kerja.

Orang yang tidak punya emosi mungkin kesulitan untuk memahami atau merespons perasaan orang lain. Hal ini bisa mengakibatkan kesalahpahaman dan konflik dalam hubungan. 

2. Pengambilan keputusan yang buruk

Tanpa emosi, seseorang bisa kesulitan membuat keputusan yang baik. Pasalnya, mereka tidak memiliki respons emosional untuk menimbang berbagai pilihan. 

Hal ini juga bisa mengarah pada keputusan yang kurang optimal atau bahkan berbahaya.

3. Memperparah gangguan mental

Ketidakmampuan untuk merasakan emosi dapat menyebabkan perasaan isolasi dan kesepian. Ini bisa memperburuk gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan. 

Di samping itu, orang yang tidak punya emosi dapat merasa kehilangan arah dan tujuan hidup karena mereka tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam kehidupan.

Apa yang harus dilakukan jika tidak punya emosi?

Dengan perubahan gaya hidup dan dukungan yang tepat, kondisi-kondisi psikologis di atas bisa membaik sendiri seiring berjalannya waktu.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan bila Anda merasa tidak punya emosi atau kesulitan dalam mengungkapkannya.

  • Mencoba mengelola stres sebaik mungkin, misalnya dengan rutin melakukan meditasi.
  • Menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secara rutin, minimal selama 30 menit sebanyak tiga hari dalam seminggu.
  • Mencukupkan waktu tidur selama 7–8 jam bagi orang dewasa.
  • Memahami penyebab, pemicu, dan sumber stres agar Anda dapat menghindarinya selama beberapa waktu.
  • Menceritakan atau berbagi pada orang lain tentang hal-hal yang sedang Anda rasakan untuk menghindari dampak negatif memendam emosi.
  • Menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif untuk mengalihkan pikiran dari stres.
  • Memahami bahwa hal buruk yang Anda alami hanya berlangsung sementara.

Jika Anda tidak bisa mengelola stres atau gejala yang Anda alami sudah amat parah, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater.

Ahli kesehatan mental akan membantu mencarikan strategi koping yang lebih efektif dan aman.

Kesimpulan

  • Beberapa kondisi psikologis yang bisa membuat seseorang tidak punya emosi yakni alexithymia, emotional numbness, dan gangguan depersonalisasi-derealisasi.
  • Kondisi ini bisa menimbulkan dampak serius, seperti kesulitan dalam menjalin hubungan, pengambilan keputusan yang buruk, dan memperparah gangguan mental.
  • Dengan pola hidup sehat dan dukungan yang tepat, orang-orang dengan kondisi ini dapat kembali merasakan dan mengekspresikan emosi seiring berjalannya waktu.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan