home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Bahaya Tertusuk Bulu Babi dan Pertolongan Pertama yang Tepat

Mengenal Bahaya Tertusuk Bulu Babi dan Pertolongan Pertama yang Tepat

Laut memang menawarkan segudang pesona yang memikat mata. Namun, Anda juga harus berhati-hati dengan potensi bahaya dari biota penghuninya, bulu babi misalnya. Saat tertusuk, duri hewan yang dikenal dengan nama landak laut ini dapat menyebabkan gejala ringan hingga parah. Lantas, bagaimana pertolongan pertama yang tepat ketika tertusuk bulu bali?

Apa itu bulu babi?

Bulu babi atau yang juga dikenal dengan landak laut adalah makhluk laut kecil yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh duri tajam beracun.

Landak laut bisa ditemukan dengan mudah di perairan dangkal dengan air yang hangat atau di celah-celah karang terjal.

Meski tampak menyeramkan, bulu babi bukanlah makhluk yang agresif. Duri yang tajam di seluruh tubuh hewan ini berguna sebagai pelindung dari pemangsanya.

Pada dasarnya, bulu babi memiliki dua sistem pertahanan, yaitu duri dan pedicellariae.

Duri yang menyelimuti semua bagian makhluk laut ini cukup tajam untuk menusuk kulit, tetapi juga mudah patah.

Akibatnya, ketika Anda tak sengaja tertusuk, patahan duri-duri bisa menancap dan tertinggal di kulit bagian dalam.

Sistem pertahanan diri yang kedua adalah pedicellarie, yaitu organ halus yang terletak di antara duri-duri landak laut.

Menurut buku Sea Urchin Toxicity, pedecellariae berfungsi untuk melepaskan racun ketika bulu babi menempel pada suatu objek, termasuk ketika hewan laut satu ini tak sengaja Anda injak.

Itulah mengapa perlu pertolongan pertama yang tepat bila Anda tidak sengaja menginjak bulu babi.

Apa efek terkena bulu babi?

Tertusuk bulu babi

Kebanyakan orang tertusuk bulu babi ketika berenang di laut dan tidak sengaja menginjak atau menyentuh hewan laut ini.

Bentuknya yang unik membuat beberapa orang tertarik menyentuh landak laut secara langsung tanpa menyadari bahwa durinya mengandung racun berbahaya.

Sensasi tertusuk bulu babi tidak sama dengan tersengat ubur-ubur, melainkan lebih mirip seperti tertusuk duri dari bunga. Bedanya, sensasi tusukan duri bulu babi terasa lebih menyakitkan.

Bagian kulit yang tertusuk bulu babi biasanya terasa nyeri, gatal, perih, berwarna kemerahan, dan menjadi bengkak.

Apabila luka tusukan terlalu dalam, Anda bisa mengalami cedera yang sangat serius. Efek terkena racun dari tertusuk duri bulu babi juga menyebabkan gejala seperti berikut:

  • nyeri otot,
  • lemas, lesu, tidak bertenaga,
  • kelumpuhan, dan
  • syok.

Dalam kasus yang parah, gejala-gejala di atas bisa juga memicu kegagalan pernapasan bahkan kematian.

Selain itu, tusukan duri landak laut sering meninggalkan luka pada kulit yang dapat dengan mudah menyebabkan infeksi luka, terutama jika tidak segera diobati.

Langkah-langkah mengobati sengatan bulu babi

Mencabut duri

Berdasarkan studi berjudul Treatment of Sea Urchin Injuries, berikut ini adalah cara melakukan pertolongan pertama saat tertusuk atau terkena sengatan bulu babi:

1. Merendam luka

Hal pertama yang harus Anda lakukan sesaat ketika tertusuk racun bulu babi karena tak sengaja terinjak adalah tetap tenang dan jangan panik.

Ingat, kepanikan bisa membuat Anda bergerak lebih gaduh. Ini justru dapat mempercepat penyebaran racun ke bagian tubuh lainnya. Setelah itu, segeralah menepi ke daratan.

Segera rendam area yang tertusuk bulu babi di dalam air hangat atau air garam selama 30-90 menit untuk mengurangi rasa sakit dan melunakkan duri yang menancap di kulit.

Selain itu, merendam bagian kulit yang terdampak dapat membantu mengurangi pembengkakan pada kulit.

Penting diketahui, menggunakan urine untuk merendam luka tusuk landak laut bukanlah cara yang tepat. Cara ini justru melainkan meningkatkan risiko infeksi dari kuman yang terdapat pada urine.

2. Menyingkirkan duri

Secara perlahan, cobalah untuk mencabut potongan duri bulu babi sebanyak yang Anda bisa. Ini merupakan cara mengatasi yang juga penting untuk Anda lakukan bila tertusuk bulu babi.

Jika memungkinkan, gunakan pinset untuk mengambil duri-duri besar yang tertancap di kulit.

Anda juga bisa menggunakan pisau cukur untuk mengikis pedicellaria yang tertinggal di kulit. Pastikan Anda menggunakan pisau cukur dengan hati-hati.

Setelah berhasil mencabut duri-duri yang menancap, segera bersihkan luka dengan sabun dan air bersih. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi di area yang terdampak.

Masalah terbesar yang perlu diwaspadai adalah duri landak laut yang sering pecah di bawah kulit. Oleh sebab itu, berhati-hatilah ketika mencabut duri tersebut dari kulit Anda.

Pastikan Anda bisa mengambil durinya secara utuh sehingga tidak ada yang tertinggal di dalam kulit.

3. Minum obat pereda nyeri

Anda juga bisa mengurangi rasa sakit dari luka tusukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen maupun acetaminophen.

Apabila area yang tertusuk bulu babi terasa gatal, Anda juga bisa menggunakan salep hidrokortison yang bisa dibeli bebas di toko obat.

Sebaiknya segera hentikan penggunaan obat hidrokortison segera dan hubungi dokter Anda jika gejala luka terbuka justru semakin memburuk.

Penggunaan krim antibiotik oles seperti Neosporin di daerah yang tertusuk bulu babi juga bisa membantu meringankan gejala yang ada.

Akan tetapi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan obat antibiotik. Pasalnya, obat antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan.

Kapan harus segera ke dokter?

Segera cari pertolongan medis jika ada duri yang tidak bisa Anda lepaskan atau luka terlalu perih saat dibersihkan.

Selain itu, Anda juga diharuskan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami kondisi di bawah ini setelah terkena bulu babi:

  • Mengalami rasa sakit yang tak kunjung sembuh setelah tiga sampai empat hari tersengat bulu babi.
  • Ada tanda-tanda infeksi di area yang tertusuk bulu babi dan bagian tubuh lainnya.
  • Anda mengalami nyeri otot dan kelelahan yang ekstrem.

Dokter umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu sebelum merekomendasikan pengobatan tertentu.

Pertama-tama, dokter akan bertanya tentang kapan sengatan itu terjadi dan apa saja gejala yang Anda keluhkan.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat bagian tubuh yang tertusuk bulu babi.

Jika dokter mencurigai adanya duri landak laut yang tertinggal di dalam kulit Anda, dokter mungkin akan menganjurkan untuk melakukan foto rontgen dengan sinar X, USG, atau MRI.

Pada kondisi duri tertanam di dalam tubuh atau di dekat sendi, doker mungkin memerlukan pengangkatan dengan pembedahan.

Dokter juga bisa meresepkan obat antibiotik dan menganjurkan Anda untuk mendapatkan suntikan tetanus.

Dengan mendapatkan perawatan medis, proses penyembuhan luka pun menjadi lebih cepat. Efek berbahaya terkena atau tertusuk bulu babi pun bisa segera dicegah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

DR, K., & A, L. (2014). Treatment of sea urchin injuries. Journal Of Special Operations Medicine : A Peer Reviewed Journal For SOF Medical Professionals, 14(2). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24952041/

Schefflein, J., Umans, H., Ellenbogen, D., & Abadi, M. (2012). Sea urchin spine arthritis in the foot. Skeletal Radiology, 41(10), 1327-1331. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00256-012-1409-2

Dahl, W. J., Jebson, P., & Louis, D. S. (2010). Sea urchin injuries to the hand: a case report and review of the literature. The Iowa orthopaedic journal, 30, 153–156. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21045988

Sea Urchin Spine Injuries of the Hand – R. AHMAD, P. A. MC CANN, M. BARAKAT, L. ASTLE, R. CASE, R. BHATIA. (2008). Journal Of Hand Surgery (European Volume). Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1753193408090760?journalCode=jhsc&

Gelman, Y., Kong, E., & Murphy-Lavoie, H. (2021). Sea Urchin Toxicity. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536934/

Rosario-Aloma, E., & Gabriel Santamarina, D. P. M (n.d.). MANAGEMENT OF COMPLICATED ENVENOMATION FROM SEA URCHIN STING. Retrieved from http://www.podiatryinstitute.com/pdfs/Update_2015/2015_36.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri