home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspadai Sengatan Beracun dari Ikan Pari, Begini Cara Mengobatinya

Waspadai Sengatan Beracun dari Ikan Pari, Begini Cara Mengobatinya

Selain tertusuk bulu babi, ada satu lagi ancaman yang mengintai ketika Anda sedang menyelam atau berenang di laut, yaitu disengat ikan pari. Ketika ada bagian tubuh Anda yang tak sengaja tersengat ikan ini, Anda bisa mengalami reaksi ringan hingga parah. Nah, sejumlah langkah pertolongan pertama berikut dapat membantu meredakan gejala sampai Anda mendapatkan pengobatan medis dari dokter setelah disengat ikan pari.

Jangan sepelekan racun dari sengatan ikan pari

Ikan pari adalah hewan laut yang berbentuk datar dan pipih. Siripnya lebar membentang sepanjang tubuh menyerupai sayap.

Ikan ini juga memiliki tulang belakang yang tajam dengan tepi berduri dan bagian ekornya meruncing mirip cambuk.

Tulang belakang dan ekor pari diselubungi racun yang bisa menghasilkan sengatan kuat serta sangat menyakitkan.

Hal ini karena racun pari mengandung enzim protease dan serotonin. Serotonin menyebabkan sistem otot, terutama otot polos, berkontraksi parah dan menyebabkan rasa nyeri yang sangat luar biasa.

Selain rasa nyeri yang luar biasa, menurut studi dari Eastern Virginia Medical School, sengatan ikan pari juga bisa menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

  • kram atau kejang otot,
  • mual dan muntah,
  • diare, dan
  • kerusakan pembuluh darah arteri.

Ekor ikan pari juga sangat fleksibel sehingga bisa digerakkan atau bahkan menekuk hampir di segala arah dalam waktu yang sangat cepat.

Inilah mengapa seseorang dapat disengat ikan pari berkali-kali dalam waktu sekejap.

Benarkah sengatan ikan pari mematikan?

ikan pari

Sebenarnya ikan pari tidak berbahaya. Bahkan, para ahli menganggap bahwa ikan ini adalah hewan jinak yang lemah lembut.

Sama seperti alasan disengat ubur-ubur, ikan pari biasanya akan menyengat jika ia diganggu atau tak sengaja diinjak. Nah, saat terusik, ikan pari akan langsung menggunakan ekornya untuk menyerang Anda.

Telapak kaki dan pergelangan kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering disengat ikan pari. Pasalnya, ikan ini sering bersembunyi di bawah pasir sehingga kebanyakan orang sulit mendeteksi keberadaannya.

Alhasil, mereka tak sadar telah menginjak tubuhnya. Meski begitu, ikan ini kadang-kadang juga bisa menyengat di bagian tubuh yang lain.

Walaupun menyebabkan nyeri yang luar biasa, sengatan ikan pari sebenarnya tidak mematikan.

Berdasarkan studi rilisan Environmental Dermatology, kasus kematian akibat ikan pari disebabkan karena seseorang disengat berkali-kali hingga menyebabkan kerusakan jaringan yang parah.

Pertolongan pertama disengat ikan pari

Berikut panduan pertolongan pertama disengat ikan pari yang harus Anda perhatikan baik-baik.

1. Tetap tenang

Ketika disengat ikan pari, Anda mungkin langsung merasakan nyeri luar biasa di bagian tubuh yang tersengat.

Meski sakit, Anda harus berusaha untuk tidak panik. Kepanikan hanya akan membuat racun dari ekor pari semakin menyebar luas ke dalam tubuh sehingga timbul reaksi keracunan yang lebih serius.

2. Lepaskan duri

Jika tak memungkinkan untuk segera menepi ke daratan, tetaplah di lautan dan segera periksa bagian tubuh yang disengat ikan pari.

Apabila ada serpihan duri kecil menempel di kulit, lepaskan secara perlahan.

Penting untuk dipahami bahwa Anda tidak disarankan untuk mencabut serpihan duri yang panjang dan besar, apalagi yang menancap di leher, dada, atau perut.

Mencabut duri yang panjang dan besar dapat menyebabkan perdarahan luar yang semakin memperparah kondisi Anda.

3. Bersihkan luka

Setelah berhasil mencabut duri-duri yang menancap, segera bilas area yang terluka dengan air bersih dan sabun. Jika keduanya tidak tersedia, Anda bisa bilas luka dengan air laut.

Berikan sedikit tekanan pada bagian tubuh yang disengat ikan pari untuk memperlambat perdarahan dan mendorong racun keluar tubuh.

Segera menuju daratan untuk mendapatkan pertolongan medis.

4. Rendam luka dengan air hangat

Anda bisa mencoba menetralkan racun sekaligus meredakan nyeri akibat disengat ikan pari dengan merendam luka dalam air hangat.

Anda juga bisa meletakkan handuk panas di tempat yang terdapat luka. Hati-hati, pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas sehingga mengiritasi luka sengatan ikan pari.

Anda juga bisa mengurangi rasa sakit dengan minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen.

Apabila area yang sengatan ikan beracun ini terasa gatal, Anda juga bisa menggunakan krim hidrokortison oles yang bisa dibeli bebas di toko obat.

Kapan perlu mencari pertolongan medis?

Pada intinya, segera cari pertolongan medis jika serpihan duri tidak bisa dilepaskan atau terlalu kuat untuk dilepas.

Anda juga sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila kondisi luka disengat ikan pari tak membaik atau justru semakin parah.

Dokter akan melakukan serangkaian fisik supaya bisa menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Bila dokter mencurigai adanya duri ikan pari yang tertinggal di dalam kulit Anda, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani foto rontgen dengan sinar X, USG, atau MRI.

Anda mungkin memerlukan operasi untuk menghilangkan jaringan mati atau untuk memperbaiki luka yang parah.

Bagi kebanyakan orang, sengatan ikan pari dapat sembuh dalam kurun waktu beberapa minggu.

Lamanya proses penyembuhan luka tergantung pada lokasi sengatan, banyaknya racun dalam jaringan tubuh, tingkat kerusakan jaringan, dan ketepatan waktu pengobatan yang Anda lakukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rensch, G. P., & Elston, D. M. (2019). Aquatic antagonists: stingray injury update. Cutis, 103(3), 138-140.https://www.mdedge.com/dermatology/article/195560/wounds/aquatic-antagonists-stingray-injury-update

Tse, A. E., Evans, D. P., & Counselman, F. L. (2012). A pain in the wrist: stingray envenomation. The western journal of emergency medicine, 13(1), 80–81. https://doi.org/10.5811/westjem.2011.8.6878

Kline A. (2008). Stingray Envenomation of the Foot: A case report. The Foot and Ankle Online Journal. http://faoj.org/2008/06/01/stingray-envenomation-of-the-foot-a-case-report/

DermNet NZ. (2021).Marine wounds and stings. Retrieved 7 May 2021, from https://dermnetnz.org/topics/marine-wounds-and-stings/

Poison.org. (2021). How to Prevent and Treat Stingray Injuries. Retrieved 7 May 2021, from https://www.poison.org/articles/how-to-prevent-and-treat-stingray-injuries-201

MSD Manual Professional Edition. (2021). Stingray Stings – Injuries; Poisoning. Retrieved 7 May 2021, from https://www.merckmanuals.com/professional/injuries-poisoning/bites-and-stings/stingray-stings

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 09/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x