home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Panik Saat Disengat Ubur-Ubur, Begini Pertolongan yang Tepat

Jangan Panik Saat Disengat Ubur-Ubur, Begini Pertolongan yang Tepat

Sekilas ubur-ubur terlihat mirip sagar-agar yang tidak berbahaya. Padahal, sengatan ubur-ubur bisa terasa menyakitkan dan menimbulkan reaksi yang mengganggu. Saat menyengat, ubur-ubur akan melepaskan racun yang kuat ke dalam kulit. Pada kasus tertentu, sengatan hewan laut ini bahkan bisa menyebabkan reaksi alergi serius yang mengancam nyawa.

Bahayanya, keberadaan ubur-ubur sering kali tidak disadari sehingga banyak yang terkena sengatannya saat berenang di laut. Lantas, bagaimana pertolongan pertama yang tepat saat disengat ubur-ubur?

Waspadai gejala berbahaya dari sengatan ubur-ubur

Akibat sengatan ubur-ubur

Ubur-ubur memiliki tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa sekaligus sebagai alat pertahanan diri dari serangan hewan lain di laut.

Nah, di sepanjang tentakel ubur-ubur ini, tersebar sel kulit nematosit yang mengandung racun.

Sekali ubur-ubur merasa terancam, tentakel ini akan bergerak menyerang, menyengat, dan memindahkan racun-racun ke tubuh organisme lain.

Bahkan, ubur-ubur yang telah mati pun bisa menyengat saat Anda menyentuhnya.

Orang yang terkena sengatan ubur-ubur umumnya mengalami beberapa gejala seperti kulit yang terasa gatal, perih seperti terbakar, berdenyut, hingga kulit melepuh.

Meskipun menyakitkan, efek dari sengatan ubur-ubur ini masih bisa diatasi dengan pengobatan sederhana di rumah dengan peralatan dari kotak P3K Anda.

Namun, sengatan ubur-ubur juga dapat menyebabkan reaksi alergi berat atau syok anafilaksis yang dapat membahayakan tubuh.

Ketika seseorang mengalami alergi berat, maka beberapa gejala yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:

  • sulit bernapas,
  • pusing,
  • ruam yang menyebar dengan cepat,
  • mual,
  • denyut jantung meningkat,
  • kejang otot, dan
  • penurunan kesadaran.

Apabila seseorang mengalami hal tersebut, ia harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) guna mendapatkan pertolongan pertama untuk alergi secara medis.

Segera hubungi nomor darurat (118/119) atau memanggil ambulans dari rumah sakit terdekat.

Cara mengobati bagian tubuh yang terkena sengatan ubur-ubur

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal internasional Toxins tahun 2017 telah menemukan pertolongan pertama yang tepat untuk mengatasi reaksi dari sengatan ubur-ubur.

Tak hanya mengurangi rasa sakit, langkah pertolongan pertama juga dapat mencegah racun dari ubur-ubur masuk lebih jauh ke dalam kulit.

Saat Anda atau orang lain disengat ubur-ubur secara tiba-tiba, segera lakukan langkah-langkah penanganan di bawah ini.

  • Segera jauhkan bagian tubuh dari air asin atau air laut agar rasa sakit tidak semakin parah.
  • Basuh area yang terkena sengatan dengan air cuka (asam asetat) untuk menonaktifkan sel nematosit dan menghentikan aliran racun.
  • Lepaskan tentakel yang menempel di kulit secara perlahan sambil terus membasuh area sengatan dengan air cuka.
  • Gunakan sarung tangan, plastik, atau pinset agar Anda tidak ikut terkena racun dari ubur-ubur.
  • Rendam bagian tubuh yang disengat ubur-ubur ke dalam air hangat dengan suhu 45 derajat Celcius selama 40 menit.
  • Jangan sesekali menggaruk lokasi sengatan karena hal ini justru akan melepaskan lebih banyak racun ke dalam tubuh.

Setelah itu, Anda bisa mencuci bekas luka sengatan dengan air mengalir dan sabun. Jika rasa nyeri semakin kuat, gunakan kompres dingin untuk meredakan gejala.

Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri (paracetamol) untuk mengurangi rasa sakit.

Bila korban sengatan ubur-ubur mengalami reaksi alergi serius sehingga kesulitan bernapas, Anda bisa memberikan napas buatan atau melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) jika mengetahui caranya.

Katanya air kencing bisa menyembuhkan sengatan, apa benar?

ubur-ubur

Banyak orang bilang kalau sengatan ubur-ubur bisa disembuhkan dengan buang air kecil di atas luka sengatan.

Namun sayangnya, hal ini hanya sekadar mitos belaka.

Air asin memang dapat membantu menonaktifkan racun nematosit yang masih bertahan di dalam tubuh, sedangkan air tawar memberikan efek sebaliknya, yaitu memperparah penyebaran racun.

Nah, banyak yang mengira jika air urine mirip dengan air asin dan bisa jadi penangkal sengatan ubur-ubur.

Memang benar, urine mengandung banyak garam dan elektrolit. Akan tetapi, konsentrasi urine yang terlalu encer akan membuat efeknya mirip dengan air tawar.

Jika urine yang cenderung seperti air tawar ini disiramkan ke bagian tubuh yang tersengat ubur-ubur, hal ini akan membuat penyebaran racun kian meluas dan reaksi keracunan akan semakin parah.

Bagian tentakel ubur-ubur sendiri mengandung konsentrasi garam dalam jumlah tertentu.

Apabila ubur-ubur yang masih menempel disiram oleh air tawar atau urine, konsentrasi garam yang ada di luar tentakel ubur-ubur akan ikut larut.

Akibatnya, konsentrasi cairan pada tentakel menjadi tidak seimbang sehingga memicu tentakel ubur-ubur untuk melepaskan lebih banyak racun.

Jadi, penggunaan air kencing (urine) untuk mengatasi sengatan ubu-ubur sebaiknya Anda hindari.

Ikutilah panduan pertolongan pertama yang tepat sehingga sengatan hewan laut ini tidak menimbulkan dampak yang serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

International Federation of Red Cross and Red Crescent Society. (2016). International first aid and resuscitation guidelines 2016. Retrieved 25 March 2021, from https://www.ifrc.org/Global/Publications/Health/First-Aid-2016-Guidelines_EN.pdf

Doyle, T., Headlam, J., Wilcox, C., MacLoughlin, E., & Yanagihara, A. (2017). Evaluation of Cyanea capillata Sting Management Protocols Using Ex Vivo and In Vitro Envenomation Models. Toxins, 9(7), 215. https://doi.org/10.3390/toxins9070215

Lakkis, N., Maalouf, G., & Mahmassani, D. (2015). Jellyfish Stings: A Practical Approach. Wilderness & Environmental Medicine, 26(3), 422-429. https://doi.org/10.1016/j.wem.2015.01.003

NHS. (2017). Jellyfish and other sea creature stings. Retrieved 6 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/jellyfish-and-other-sea-creature-stings/

Healthdirect.gov.au. (2021). Sea creature bites and stings. Retrieved 6 May 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/sea-creature-stings#:~:text=Non%2Dtropical%20stingers%20(jellyfish)&text=To%20treat%20a%20sting%2C%20wash,minutes%20to%20relieve%20the%20pain.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 15/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x