Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bicara soal luka, kita semua pasti pernah terluka (bukan cuma luka hati saja, ya) di tangan, kaki, wajah, atau bagian tubuh lainnya. Ada yang mengobati luka dengan obat merah, lalu luka tersebut dibiarkan terbuka agar kering dengan sendirinya, dan ada juga yang langsung menutup luka dengan plester atau bahkan diperban kalau lukanya cukup besar.

Luka kecil atau luka besar, kalau tidak diobati atau ditangani dengan baik, bisa-bisa tak kunjung sembuh atau bahkan memburuk karena luka tersebut berubah jadi infeksi. Tapi sebenarnya, apa yang harus dilakukan dengan luka yang kita alami? Dibiarkan terbuka dan diangin-anginkan, atau ditutup perban?

Seperti dilansir Kompas.com, dokter spesialis luka yang telah memiliki sertifikasi dari America Board of Wound Management, Adisaputra Ramadhinara mengatakan, penyebab luka semakin parah ialah karena cara perawatan yang salah. Menurutnya orang-orang lebih sering mengira bahwa luka harus dibuat kering dan diangin-anginkan agar cepat sembuh.

Padahal… “Luka justru harus dibiarkan lembap. Kondisi lembap lebih cepat sembuhnya, dibandingkan membiarkan luka untuk kering sendiri,” ujar pria yang disapa Adi ini kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kondisi lembap bisa membantu sel fibroblas membentuk jaringan baru yang menutup luka. Kelembapan, menurut Adi, juga mengurangi jumlah eksudat atau cairan yang keluar dari luka.

“Kelembapan sangat penting untuk mendukung kinerja fibroblas. Jadi bukan kondisi yang kering, bukan basah, tapi lembap,” tuturnya.

“Kelembapan pada daerah luka bisa membuat luka cepat sembuh dan pasien tak perlu diamputasi (bila lukanya sangat parah),” tambah Adi.

Menurutnya juga, perawatan luka yang baik adalah dengan menggunakan pembalut luka modern, seperti plester, yang bisa menjaga kelembapan luka. Selain itu juga sebaiknya jangan menggunakan kain kasa, karena kain kasa tidak bisa menjaga kelembapan luka. Pada beberapa kasus, kain kasa bahkan bisa menyebabkan luka semakin perih dan dapat menghancurkan fibroblas, plus bisa menempel di area luka, sehingga menyebabkan kulit lama sembuhnya.

Langkah-langkah mengatasi luka

Anda mungkin masih bingung bagaimana baiknya mengatasi luka yang Anda alami. Seperti yang dikatakan Adisaputra Ramadhinara tadi, sebaiknya luka ditutup agar bisa menjaga kelembapan.

Bila Anda tidak ingin terjadi infeksi pada luka atau mungkin menimbulkan cedera lainnya, Anda mungkin perlu penanganan dokter atau mendapatkan suntikan tetanus. Tapi cara mudahnya adalah dengan membersihkan luka Anda dan menutupnya dengan plester atau perban.

Berikut ini beberapa langkah yang disarankan Palang Merah seperti dilansir WebMD.com, ketika Anda mengalami luka dan harus segera mengatasinya dengan perlengkapan P3K Anda:

  • Hentikan perdarahan dengan menahannya langsung pada luka. Produk nonresep bisa Anda gunakan, seperti plester pasaran yang ada di apotek. Bila Anda merasa perdarahan sudah berhenti, tapi Anda takut terjadi sesuatu, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter Anda.
  • Setelah darah berhenti, langsung bersihkan area yang terluka dengan air bersih atau air hangat. Tujuannya untuk mengurangi peluang terjadinya infeksi, lecet, atau kotor. Bersihkan luka selama kurang lebih 5 menit dengan air dan sabun halus. Jangan bersihkan dengan alkohol, hidrogen peroksida, iodin, atau mercurochrome yang bisa membahayakan jaringan dan memperlambat penyembuhan.
  • Jahit atau plester luka Anda. Namun, bila lukanya besar atau parah, Anda sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk meminta instruksi lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit

    Hati-hati, Kenali Tanda Luka Anda Telah Terinfeksi

    Luka yang tidak segera dibersihkan dapat menimbulkan infeksi. Lantas, apa saja tanda-tanda yang muncul jika luka telah infeksi?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Jenis-jenis Luka dan Penanganan Pertama yang Sesuai

    Ternyata berbagai jenis luka yang berbeda-beda membutuhkan penanganan pertama yang berbeda pula, lho! Simak langkah-langkahnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bakteri bahaya dalam jamur enoki korea selatan

    Pemerintah Musnahkan Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    bakteri pada uang kertas

    Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    gedung perkantoran ditinggal kosong

    Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    cedera olahraga

    10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit