home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Bicara soal luka, kita semua pasti pernah terluka (bukan cuma luka hati saja, ya) di tangan, kaki, wajah, atau bagian tubuh lainnya. Ada yang mengobati luka dengan obat merah, lalu luka tersebut dibiarkan terbuka agar kering dengan sendirinya, dan ada juga yang langsung menutup luka dengan plester atau bahkan diperban kalau lukanya cukup besar.

Luka kecil atau luka besar, kalau tidak diobati atau ditangani dengan baik, bisa-bisa tak kunjung sembuh atau bahkan memburuk karena luka tersebut berubah jadi infeksi. Tapi sebenarnya, apa yang harus dilakukan dengan luka yang kita alami? Dibiarkan terbuka dan diangin-anginkan, atau ditutup perban?

Seperti dilansir Kompas.com, dokter spesialis luka yang telah memiliki sertifikasi dari America Board of Wound Management, Adisaputra Ramadhinara mengatakan, penyebab luka semakin parah ialah karena cara perawatan yang salah. Menurutnya orang-orang lebih sering mengira bahwa luka harus dibuat kering dan diangin-anginkan agar cepat sembuh.

Padahal… “Luka justru harus dibiarkan lembap. Kondisi lembap lebih cepat sembuhnya, dibandingkan membiarkan luka untuk kering sendiri,” ujar pria yang disapa Adi ini kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kondisi lembap bisa membantu sel fibroblas membentuk jaringan baru yang menutup luka. Kelembapan, menurut Adi, juga mengurangi jumlah eksudat atau cairan yang keluar dari luka.

“Kelembapan sangat penting untuk mendukung kinerja fibroblas. Jadi bukan kondisi yang kering, bukan basah, tapi lembap,” tuturnya.

“Kelembapan pada daerah luka bisa membuat luka cepat sembuh dan pasien tak perlu diamputasi (bila lukanya sangat parah),” tambah Adi.

Menurutnya juga, perawatan luka yang baik adalah dengan menggunakan pembalut luka modern, seperti plester, yang bisa menjaga kelembapan luka. Selain itu juga sebaiknya jangan menggunakan kain kasa, karena kain kasa tidak bisa menjaga kelembapan luka. Pada beberapa kasus, kain kasa bahkan bisa menyebabkan luka semakin perih dan dapat menghancurkan fibroblas, plus bisa menempel di area luka, sehingga menyebabkan kulit lama sembuhnya.

Langkah-langkah mengatasi luka

Anda mungkin masih bingung bagaimana baiknya mengatasi luka yang Anda alami. Seperti yang dikatakan Adisaputra Ramadhinara tadi, sebaiknya luka ditutup agar bisa menjaga kelembapan.

Bila Anda tidak ingin terjadi infeksi pada luka atau mungkin menimbulkan cedera lainnya, Anda mungkin perlu penanganan dokter atau mendapatkan suntikan tetanus. Tapi cara mudahnya adalah dengan membersihkan luka Anda dan menutupnya dengan plester atau perban.

Berikut ini beberapa langkah yang disarankan Palang Merah seperti dilansir WebMD.com, ketika Anda mengalami luka dan harus segera mengatasinya dengan perlengkapan P3K Anda:

  • Hentikan perdarahan dengan menahannya langsung pada luka. Produk nonresep bisa Anda gunakan, seperti plester pasaran yang ada di apotek. Bila Anda merasa perdarahan sudah berhenti, tapi Anda takut terjadi sesuatu, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter Anda.
  • Setelah darah berhenti, langsung bersihkan area yang terluka dengan air bersih atau air hangat. Tujuannya untuk mengurangi peluang terjadinya infeksi, lecet, atau kotor. Bersihkan luka selama kurang lebih 5 menit dengan air dan sabun halus. Jangan bersihkan dengan alkohol, hidrogen peroksida, iodin, atau mercurochrome yang bisa membahayakan jaringan dan memperlambat penyembuhan.
  • Jahit atau plester luka Anda. Namun, bila lukanya besar atau parah, Anda sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk meminta instruksi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Satria Perdana
Tanggal diperbarui 01/01/2017
x