Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bicara soal luka, kita semua pasti pernah terluka (bukan cuma luka hati saja, ya) di tangan, kaki, wajah, atau bagian tubuh lainnya. Ada yang mengobati luka dengan obat merah, lalu luka tersebut dibiarkan terbuka agar kering dengan sendirinya, dan ada juga yang langsung menutup luka dengan plester atau bahkan diperban kalau lukanya cukup besar.

Luka kecil atau luka besar, kalau tidak diobati atau ditangani dengan baik, bisa-bisa tak kunjung sembuh atau bahkan memburuk karena luka tersebut berubah jadi infeksi. Tapi sebenarnya, apa yang harus dilakukan dengan luka yang kita alami? Dibiarkan terbuka dan diangin-anginkan, atau ditutup perban?

Seperti dilansir Kompas.com, dokter spesialis luka yang telah memiliki sertifikasi dari America Board of Wound Management, Adisaputra Ramadhinara mengatakan, penyebab luka semakin parah ialah karena cara perawatan yang salah. Menurutnya orang-orang lebih sering mengira bahwa luka harus dibuat kering dan diangin-anginkan agar cepat sembuh.

Padahal… “Luka justru harus dibiarkan lembap. Kondisi lembap lebih cepat sembuhnya, dibandingkan membiarkan luka untuk kering sendiri,” ujar pria yang disapa Adi ini kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kondisi lembap bisa membantu sel fibroblas membentuk jaringan baru yang menutup luka. Kelembapan, menurut Adi, juga mengurangi jumlah eksudat atau cairan yang keluar dari luka.

“Kelembapan sangat penting untuk mendukung kinerja fibroblas. Jadi bukan kondisi yang kering, bukan basah, tapi lembap,” tuturnya.

“Kelembapan pada daerah luka bisa membuat luka cepat sembuh dan pasien tak perlu diamputasi (bila lukanya sangat parah),” tambah Adi.

Menurutnya juga, perawatan luka yang baik adalah dengan menggunakan pembalut luka modern, seperti plester, yang bisa menjaga kelembapan luka. Selain itu juga sebaiknya jangan menggunakan kain kasa, karena kain kasa tidak bisa menjaga kelembapan luka. Pada beberapa kasus, kain kasa bahkan bisa menyebabkan luka semakin perih dan dapat menghancurkan fibroblas, plus bisa menempel di area luka, sehingga menyebabkan kulit lama sembuhnya.

Langkah-langkah mengatasi luka

Anda mungkin masih bingung bagaimana baiknya mengatasi luka yang Anda alami. Seperti yang dikatakan Adisaputra Ramadhinara tadi, sebaiknya luka ditutup agar bisa menjaga kelembapan.

Bila Anda tidak ingin terjadi infeksi pada luka atau mungkin menimbulkan cedera lainnya, Anda mungkin perlu penanganan dokter atau mendapatkan suntikan tetanus. Tapi cara mudahnya adalah dengan membersihkan luka Anda dan menutupnya dengan plester atau perban.

Berikut ini beberapa langkah yang disarankan Palang Merah seperti dilansir WebMD.com, ketika Anda mengalami luka dan harus segera mengatasinya dengan perlengkapan P3K Anda:

  • Hentikan perdarahan dengan menahannya langsung pada luka. Produk nonresep bisa Anda gunakan, seperti plester pasaran yang ada di apotek. Bila Anda merasa perdarahan sudah berhenti, tapi Anda takut terjadi sesuatu, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter Anda.
  • Setelah darah berhenti, langsung bersihkan area yang terluka dengan air bersih atau air hangat. Tujuannya untuk mengurangi peluang terjadinya infeksi, lecet, atau kotor. Bersihkan luka selama kurang lebih 5 menit dengan air dan sabun halus. Jangan bersihkan dengan alkohol, hidrogen peroksida, iodin, atau mercurochrome yang bisa membahayakan jaringan dan memperlambat penyembuhan.
  • Jahit atau plester luka Anda. Namun, bila lukanya besar atau parah, Anda sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk meminta instruksi lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Bakteremia, Ketika Bakteri Hidup di dalam Darah

Bakteremia merupakan kondisi medis yang menggambarkan adanya bakteri di dalam darah. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berujung fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri merupakan gangguan kesehatan akibat bakteri. Penyakit yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung lokasi infeksi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 7 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyakit Pes

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gastritis adalah radang lambung

Gastritis (Radang Lambung)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Perbedaan infeksi bakteri dan virus

Infeksi Staphylococcus aureus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit