home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Gejala dan Cara Pertolongan Pertama yang Tepat untuk Keracunan

Kenali Gejala dan Cara Pertolongan Pertama yang Tepat untuk Keracunan

Keracunan adalah kondisi yang disebabkan oleh menelan, mencium, menyentuh, atau menyuntikkan zat yang berbahaya bagi tubuh. Keracunan bisa berdampak fatal menyebabkan kematian. Tak hanya dari racun, obat-obatan dosis tinggi, produk kimia, dan makanan juga bisa menyebabkan keracunan. Saat terjadi, keracunan membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah pertolongan pertama pada keracunan.

Pertolongan pertama keracunan berbeda-beda

Pada kondisi yang parah, keracunan memerlukan penanganan medis darurat. Akan tetapi, pertolongan pertama bisa membantu mencegah risiko berbahaya yang disebabkan oleh keracunan.

Cara mengobati seseorang yang keracunan bisa berbeda-beda, tergantung dengan kondisi. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memberikan pertolongan pertama pada korban keracunan adalah:

  • gejala yang ditampakkan korban
  • usia korban
  • jenis dan jumlah zat yang menyebabkan keracunan

Jika Anda mencurigai ada potensi keracunan pada seseorang atau pada diri Anda sendiri, hubungi Halo BPOM di1500533 atau hubungi Sentra Informasi Keracunan (SIKer) di daerah Anda.

SIKer adalah sumber terbaik untuk informasi tentang keracunan. Pada beberapa kondisi, SIKer mungkin menganjurkan Anda untuk melakukan perawatan di rumah sesuai instruksi yang diberikan.

Nomor telpon SIKer nasional dan daerah dapat Anda lihat di sini.

Apa gejala keracunan yang sering terjadi?

gejala kejang karena gangguan mental

Gejala keracunan dapat menyerupai kondisi lainnya, seperti kejang, konsumsi alkohol berlebihan, stroke, dan efek samping suntik insulin.

Menurut Mayo Clinic, tanda-tanda dan gejala keracunan bisa meliputi:

  • kemerahan di sekitar mulut dan bibir
  • napas berbau seperti bahan kimia
  • muntah
  • diare
  • nyeri perut
  • gangguan pernapasan
  • tubuh lemas
  • sulit fokus (linglung)
  • gelisah
  • kehilangan nafsu makan
  • tubuh menggigil
  • sakit kepala
  • sulit menelan makanan
  • ruam merah pada kulit
  • kehilangan kesadaran atau pingsan

Kapan harus membawa korban keracunan ke rumah sakit?

Hubungi nomor telepon darurat (118 atau 119) di daerah Anda, atau segera larikan ke rumah sakit, jika korban keracunan mengalami salah satu hal ini:

  • tidak sadarkan diri
  • mengalami gangguan pernapasan atau berhenti bernapas
  • rasa gelisah yang tidak terkendali
  • mengalami kejang
  • tidak merespons atau bereaksi

Korban yang diketahui mengalami overdosis baik obat-obatan maupun alkohol juga memerlukan pertolongan darurat medis.

Hal-hal yang bisa menyebabkan keracunan

menangani keracunan sianida

Jika Anda mencurigai seseorang mengalami keracunan, perhatikan juga hal-hal di sekitarnya yang mungkin bisa menjadi penyebab keracunan.

Dalam kebanyakan kasus, kelebihan dosis obat-obatan merupakan penyebab utama keracunan. Akan tetapi, berbagai hal berikut ini juga bisa menimbulkan gejala atau reaksi keracunan.

  • Zat pembersih kimia untuk kebutuhan rumah tangga
  • Produk pemusnah serangga atau hama seperti peptisida
  • Tanaman atau jamur beracun.
  • Keracunan karbon monoksida
  • Makanan yang belum dimasak sampai matang atau terkontaminasi bakteri penyakit
  • Kelebihan konsumsi alkohol
  • Overdosis obat-obatan terlarang
  • Konsumsi obat-obatan dosis berlebih, seperti keracunan aspirin
  • Gigitan serangga atau hewan yang memiliki racun

Cara pertolongan pertama pada korban keracunan

cara mengobati keracunan makanan di rumah cara mengatasi keracunan makanan

Selama menunggu pertolongan medis darurat datang, lakukan cara-cara penanganan keracunan seperti di bawah ini.

1. Racun yang tertelan

Saat Anda mendapati korban menelan zat beracun dan tidak sadarkan diri, berusahalan untuk membangungkannya untuk menyingkirkan zat beracun yang masih ada dalam mulut korban.

Cobalah untuk membaringkan korban dengan menyanggah bagian punggung hingga kakinya dengan bantal sehingga posisi kakinya berada di atas kepala. Cara pertolongan pertama ini bertujuan agar racun tidak turun hingga ke pencernaan.

Singkirkan sisa racun yang tersisa di sekitar mulut dengan lap dan pastikan kepalanya tetap menunduk ke bawah. Saat sadarkan diri, minta korban untuk memuntahkan racun yang tertelan.

Saat korban muntah, miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah tersedak. Jangan memberikan minuman atau makanan sebelum semua racun yang tertelan di keluarkan.

2. Racun yang terhirup

Apabila Anda mengetahui seseorang menghirup zat beracun, segera minta korban untuk menjauhi ruangan atau area yang tekontaminasi.

Pastikan Anda tidak terburu-buru mendekati area tersebut sehingga tidak ikut menghirup zat beracun, apalagi jika sumber racun berada di tempat tertutup.

Setelah menjauhi tempat beracun dan korban masih sadarkan diri, bawalah korban untuk menghirup udara bersih. Selama memberikan pertolongan pertama, perhatikan apakah korban menunjukkan tanda-tanda keracunan serius.

Usahakan untuk tetap membuat korban tersadar hingga pertolongan medis datang. Selain itu, lindungi korban dari cedera sebagai pertolongan pertama saat korban kejang karena mengirup zat beracun.

3. Racun yang mengenai kulit atau mata

Racun bisa saja mengenai pakaian hingga kulit dan menyebabkan luka serius. Untuk itu, Anda perlu melakukan pertolongan pertama pada korban keracunan dengan melepas pakaian yang terkontaminasi.

Gunakan sarung tangan untuk menghindari paparan racun secara langsung dengan kulit Anda. Setelah itu, segera bersihkan luka menggunakan sabun selama 15 sampai 20 menit di air yang mengalir.

Cara penanganan keracunan yang sama juga dilakukan saat zat beracun mengenai mata. Segera bilas mata dengan air bersuhu sejuk atau suam-suam kuku selama 20 menit atau sampai pertolongan medis datang.

Dalam situasi Anda mendapati korban keracunan tidak sadarkan diri, segera cek pernapasan dan denyut nadinya. Jika korban tidak bergerak, bernapas, atau batuk, segera lakukan resusitasi jantung (CPR).

Penawar racun dalam pertolongan medis

Saat pertolongan medis tiba, petugas akan berusaha menetralisasi racun yang telanjur masuk ke dalam tubuh dengan beberapa cara.

Melansir NHS, di bawah ini adalah beberapa jenis penawar racun yang mungkin diberikan oleh petugas medis atau dokter.

  • Arang aktif: arang aktif dapat mengikat racun sehingga menghentikan penyerapan racun lebih lanjut ke dalam darah.
  • Antiracun: beberapa jenis zat penawar racun yang berfungsi mencegah racun bereaksi atau menangkal efek berbahaya racun pada tubuh.
  • Obat penenang: pengobatan ini dilakukan saat korban gelisah berlebihan akibat efek dari racun.
  • Ventilator: alat bantu pernapasan ini untuk penanganan keracunan pada korban yang mengalami gangguan pernapasan serius atau gagal napas.
  • Obat antiepilepsi: penawar racun ini bekerja mengatasi korban yang mengalami kejang.

Keracunan bisa menyebabkan dampak kesehatan yang berbahaya sehingga memerlukan penanganan medis yang tepat. Kondisi ini bisa terjadi di mana saja, kapan pun, dan pada siapa pun.

Maka dari itu, penting bagi Anda mengetahui cara melakukan pertolongan pertama pada korban keracunan selama menunggu bantuan medis tiba.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Walls, R., Hockberger, R., & Gausche-Hill, M. (2017). Rosen’s Emergency Medicine. Concepts and. Retrieved from https://www.elsevier.com/books/rosens-emergency-medicine-concepts-and-clinical-practice/walls/978-0-323-35479-0

Mayo Clinic. (2021). Poisoning: First aid. Retrieved 1 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-poisoning/basics/art-20056657

U.S. National Library of Medicine. (2021). Poisoning first aid: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 1 March 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/007579.htm

NHS UK. (2017). Poisoning – Treatment. Retrieved 1 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/poisoning/treatment/

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 05/08/2017
x