Benarkah Madu Bisa Membuat Luka Sembuh Lebih Cepat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mungkin tidak mengherankan apabila madu disebut sebagai salah satu bahan makanan paling ajaib. Pasalnya, manfaat madu tidak hanya untuk kesehatan pencernaan dan kecantikan kulit, tapi juga digadang-gadang dapat mempercepat penyembuhan luka.

Bahan yang kerap dijadikan pemanis alami ini telah sejak lama digunakan untuk mengatasi luka sayat hingga luka bakar. Lantas, apakah klaim ini telah terbukti secara ilmiah?

Mengapa madu dipercaya menyembuhkan luka?

Fungsi madu ternyata tidak sebatas menjadi pemanis alami bagi makanan ataupun bahan masker untuk memperhalus kulit wajah. Mengutip tinjauan ilmiah dalam jurnal Wounds, madu memiliki sederet komponen yang memiliki manfaat untuk penyembuhan luka.

Berikut adalah komponen-komponen tersebut serta kegunaannya:

1. Senyawa antibakteri

Madu mengandung banyak senyawa antibakteri, di antaranya nitrogen monoksida dan hidrogen peroksida. Nitrogen monoksida bekerja dengan memicu respons kekebalan tubuh, meredakan peradangan, serta menghambat pergerakan bakteri.

Sementara itu, hidrogen peroksida membunuh bakteri di sekitar area luka, merangsang pembelahan sel baru, serta memancing makrofag. Makrofag adalah sel darah putih yang ‘memakan’ bakteri ataupun zat asing lain yang dianggap mengancam tubuh.

2. pH rendah

Nilai pH menggambarkan tingkat keasaman suatu larutan. Semakin rendah nilai pH, semakin asam sifat larutan tersebut. Manfaat madu untuk luka berasal dari nilai pH-nya yang rendah, yakni antara 3,2 hingga 4,5.

Ketika dioleskan pada luka, pH madu yang rendah mencegah kinerja enzim protease. Hal ini sangat penting bagi pemulihan luka, sebab jika terdapat protease, enzim ini akan memecah protein sehingga luka menjadi sulit disembuhkan.

madu untuk luka

3. Kandungan gula alami

Gula alami dalam madu dapat menarik air dari jaringan yang rusak akibat luka. Efek ini dapat meredakan pembengkakan serta merangsang aliran getah bening menuju area tersebut. Cairan getah bening akan membawa sel darah putih untuk mencegah infeksi.

Tidak hanya itu, gula dalam madu juga menarik air keluar dari sel bakteri. Bakteri pun tidak bisa berfungsi ataupun memperbanyak diri. Lambat laun, bakteri di sekitar area luka akan mati sehingga luka terlindungi dari infeksi.

4. Antioksidan

Manfaat lain yang jarang diketahui dari madu adalah mencegah munculnya bekas luka. Peradangan pada luka bisa memicu pembentukan radikal bebas. Seiring waktu, radikal bebas akan merangsang produksi kolagen berlebih sehingga terbentuk bekas luka menonjol atau keloid.

Kandungan antioksidan pada madu dapat menangkal radikal bebas pada jaringan luka dan mencegah pembentukan keloid. Saat dioleskan pada luka, kandungan ini akan merangsang pembelahan sel sehingga terbentuk jaringan kulit yang lebih halus.

Jenis luka yang bisa diobati dengan madu

luka terasa perih

Berikut jenis-jenis luka yang bisa diobati dengan madu, yaitu:

  • Luka karena trauma atau cedera seperti lecet atau luka potong.
  • Luka bakar.
  • Luka karena terlalu lama berbaring di kasur, biasanya pada lansia yang dirawat.
  • Luka karena aliran darah yang tidak lancar, terutama pada kaki dan orang tua.
  • Luka kaki pada pengidap diabetes.

Cara menggunakan madu untuk menyembuhkan luka

Sebelum menggunakan madu, pastikan luka pada kulit Anda tidak terlalu dalam, tidak termasuk dalam luka bakar berat, serta tidak mengeluarkan nanah.

Selain madu murni, Anda juga bisa memilih madu Manuka untuk membantu menyembuhkan luka. Madu Manuka mengandung senyawa methylgloxal. Senyawa ini bersifat sitotoksik (membunuh bakteri).

Selain itu, madu Manuka juga memiliki molekul berukuran kecil sehingga bisa lebih mudah masuk ke kulit untuk membunuh bakteri.

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan madu untuk menyembuhkan luka:

  • Cuci kedua tangan Anda dengan air mengalir dan sabun. Pastikan penutup luka, seperti kain kassa dan kapas dalam keadaan bersih.
  • Oleskan madu murni atau madu Manuka pada kapas, lalu tempelkan pada kulit yang terluka.
  • Tutup kapas tersebut dengan perban bersih, kemudian rekatkan ujungnya dengan plester agar madu tidak berceceran.
  • Ganti perban dengan rutin, bisa dilakukan satu hari sekali.
  • Cuci kembali tangan Anda hingga bersih.

Madu memiliki manfaat besar dalam mengatasi luka ringan. Kandungan antibakteri, antioksidan, dan nilai pH-nya efektif menghambat pertumbuhan bakteri sehingga luka lekas pulih tanpa risiko infeksi.

Meski demikian, Anda tetap perlu memantau perkembangan luka setelah menggunakan madu pada kulit. Hentikan pemakaian apabila muncul reaksi alergi terhadap madu atau luka tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari.

Baca Juga:

Sumber