Gejala-Gejala pada Wanita yang Harus Segera Diperiksakan ke Dokter Kandungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Para ahli menyarankan, perempuan yang aktif secara seksual atau yang berusia lebih dari 21 tahun, harus pergi ke dokter kandungan secara rutin. Paling tidak, setahun sekali melakukan check-up rutin untuk menjaga kesehatan rahim dan vagina. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk periksa ke dokter kandungan? Keluhan apa saja yang bisa menjadi sinyal untuk segera berkunjung ke dokter kandungan? Simak ulasannya berikut ini.

Kapan harus periksa ke dokter kandungan?

Periksa ke dokter kandungan bukan berarti hanya tentang kehamilan dan persalinan saja. Berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi wanita juga ditangani oleh dokter kandungan. Masalah kesuburan, siklus menstruasi, kelainan hormon, hingga infeksi menular seksual juga dapat dikonsultasikan ke dokter kandungan.

Dengan kata lain, bukan hanya ibu hamil yang perlu memeriksakan dirinya ke dokter kandungan. Konsultasi ke dokter kandungan diperlukan untuk siapa saja yang mengalami masalah yang berhubungan dengan organ reproduksi Anda.

Pergi ke dokter kandungan sesegera mungkin ketika menyadari adanya masalah dapat mencegah kondisi berubah jadi lebih serius dan terlambat ditangani.

Terdapat beberapa kondisi atau keluhan yang menjadi tanda Anda harus segera periksa ke dokter kandungan. Beberapa di antaranya antara lain:

1. Nyeri pada bagian panggul dan perut

Sangat dianjurkan bagi Anda yang mengalami nyeri pada bagian pinggul dan perut bawah untuk segera periksa ke dokter kandungan.

Dokter akan mendiagnosis masalah pada bagian sekitar area kelamin dan rahim Anda untuk mengetahui penyebab dan dampak yang akan timbul.

Masalahnya, nyeri pada bagian panggul dan perut mungkin saja merupakan sebuah tanda adanya infeksi pada area tersebut.

Beberapa kondisi yang mungkin muncul dengan gejala nyeri panggul dan perut adalah kista kista ovarium. Bahkan, kehamilan ektopik juga mungkin saja memiliki gejala yang serupa.

Menurut survei yang dilakukan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita yang mengalami nyeri panggul dan perut biasanya mengidap fibroid rahim atau endometriosis.

2. Perdarahan di luar menstruasi, atau setelah menopause

Bercak darah dari vagina belum tentu berarti Anda mengalami menstruasi. Itu sebabnya, alasan ini juga bisa memotivasi Anda untuk periksa ke dokter kandungan, terlebih jika Anda telah mengalaminya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Perdarahan abnormal bisa saja mirip dengan menstruasi. Bedanya, perdarahan ini disertai rasa sakit dan beberapa gejala kondisi tubuh yang tidak sehat, seperti, mual, nyeri parah, dan wajah pucat pasi.

National Institutes of Health menyatakan, jika terdapat gejala seperti yang telah disebutkan di atas, bisa jadi ada sesuatu yang bermasalah pada vagina Anda.

Biasanya, ini menjadi tanda adanya cedera vagina, keguguran, atau bahkan kanker serviks. Begitu pun dengan wanita yang mengalami perdarahan setelah menopause. Bisa jadi, ini sebagai tanda adanya kanker pada rahim yang mengharuskan Anda pergi ke dokter kandungan.

Meski begitu, bukan berarti ketika Anda mengalami gejala yang telah disebutkan Ana pasti mengidap kanker serviks. Masih diperlukan pemeriksaan klinis lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

3. Masalah saat menstruasi

Penting bagi para wanita untuk mengetahui ciri-ciri menstruasi yang normal dan tidak normal. Kadang, beberapa keluhan muncul akibat mentruasi yang terjadi lebih dari satu kali dalam sebulan, atau tidak teratur.

Ini menandakan adanya masalah pada bagian rahim dan kelamin Anda. Apalagi jika masalah menstruasi ini disertai dengan tubuh yang merasa lemah atau pusing selama menstruasi berlangsung.

Dokter Weiss dari American College of Obstetricians and Gynecologists menyatakan, jika terjadi gejala menstruasi yang tidak normal, tidak ada alasan bagi wanita untuk tidak periksa ke dokter kandungan.

Menstruasi yang jarang atau tidak teratur bisa menjadi sebuah gejala dari kondisi kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), masalah ketidakseimbangan hormon, atau bahkan menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil.

4. Keputihan berwarna dan berbau, atau nyeri di bagian kelamin

Pada dasarnya, keputihan adalah cara vagina membersihkan dirin. Jumlah dan warna cairan vagina ini menentukan apakah keputihan tersebut normal atau tidak.

Jika Anda mengalami keputihan dalam jangka waktu yang lama dan warnanya tidak putih, apalagi jika berbau menyengat, sebaiknya Anda pergi ke dokter kandungan atau spesialis kelamin.

Menurut ACOG, jika gejala keputihannya disertai gatal-gatal dan sakit di bagian kelamin, itu merupakan tanda-tanda vaginitis yang mengharuskan Anda sesegera mungkin periksa ke dokter kandungan.

Ada dua penyebab utamanya, pertama adalah infeksi ragi dan bakteri di kelamin Anda. Kedua adalah herpes yang menyebabkan luka pada bagian dalam kelamin.

5. Nyeri saat berhubungan seks

Jangan sampai hubungan seksual yang biasa Anda lakukan menjadi sebuah derita akibat rasa sakit yang dirasakan. Nyeri saat berhubungan seks dapat dikatakan sebagai nyeri panggul dalam atau nyeri di daerah kelamin Anda.

Penyebab umumnya adalah vagina yang kering (tidak terangsang dengan baik), infeksi pada vagina, atau fibroid rahim vagina.

Jika keluhan-keluhan tersebut sudah mulai Anda alami, jangan tunda lagi waktu untuk periksa ke dokter kandungan.

Periksa ke dokter kandungan secara rutin boleh sejak remaja

Tak perlu menunggu mengalami masalah kesehatan tertentu untuk memeriksakan diri Anda ke dokter kandungan. Ada baiknya Anda mulai menjadwalkan kunjungan periksa secara rutin ke dokter kandungan mulai dari usia remaja.

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebaiknya para remaja perlu menjadwalkan pemeriksaan ke dokter kandungan pada usia 13-15 tahun. Jadwalkan pemeriksaan ini setidaknya satu tahun sekali.

Nantinya, Anda mungkin akan menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan yang mungkin Anda jalani adalah pemeriksaan fisik seperti panggul, payudara, berat badan, hingga mungkin tes darah atau urine.

Menjalani pemeriksaan secara rutin sejak dini dapat membantu menemukan kejanggalan sedini mungkin. Dengan begitu, penyakit dapat dicegah sebelum ia memburuk.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 19, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 25, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca