Kapan Harus Buang Celana Dalam Lama dan Ganti yang Baru?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019
Bagikan sekarang

Kapan terakhir kali Anda membeli celana dalam baru? Mungkin sudah saatnya, lho, Anda buang celana dalam di lemari, jangan tunggu sobek dulu. Celana dalam yang telah dipakai sejak lama bisa menurunkan kualitas dan kenyamanan Anda. Lantas kapan waktu terbaik untuk mengganti celana dalam? Apa saja tandanya kalau celana dalam sudah harus diganti?

Tanda-tanda sudah waktunya Anda mengganti celana dalam

1. Ganti kalau karet celana dalam sudah melar

Hal pertama yang bisa Anda cek kalau mau mengganti celana dalam adalah dengan memerhatikan elastisitas celana yang Anda pakai. Jika sudah merasa tidak nyaman, longgar, atau melorot ketika digunakan, ada baiknya Anda buang saja dan beli yang baru.

2. Jika kainnya sudah bau

Ada baiknya mengganti celana dalam ketika Anda sudah mencium bau tidak sedap pada kain celana dalam, meskipun sudah dicuci. Pasalnya, beberapa bahan celana dalam seperti bahan polyester jika tercampur dengan keringat akan memunculkan bakteri yang memicu bau.

Selain itu, bila tidak segera diganti, bakteri bisa menginfeksi vagina atau penis dan menimbulkan penyakit.

Jadi, sebisa mungkin pilih celana dalam dari bahan katun, kalau bisa yang katun 100 persen. Bahan ini lebih mudah menyerap kelembapan dan bisa memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dari polyester. Karena itu, bahan katun lebih tahan terhadap bakteri atau bau tidak sedap.

3. Ketika celana dalam sudah muncul bercak

Celana dalam yang sudah terlalu lama digunakan kadang menimbulkan bercak kehitaman, putih, kekuningan, atau kecokelatan. Hal itu sudah bisa dijadikan tanda bahwa Anda harus sudah mengganti celana dalam.

Bercak pada kain celana dalam bisa disebabkan oleh jamur, karat, atau bahan kimia lainnya. Hal-hal tersebut bisa membahayakan area genital Anda jika masih digunakan dan tidak dibuang.

4. Umurnya sudah lebih dari 5 tahun

Celana dalam yang sudah digunakan bertahun-tahun sudah tidak baik lagi untuk dipakai. Selain bentuk dan warnanya sudah tidak sedap dipandang mata, bakteri dan bahan kain yang digunakan juga tidak sebaik dahulu pertama membeli.

Ada baiknya Anda mengganti celana dalam setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Selain bentuk dan fungsinya masih nyaman, celana dalam Anda juga masih baik untuk dikenakan.

Bagaimana memilih celana dalam yang tepat untuk wanita?

Pilih yang terbuat dari bahan katun

Celana dalam berbahan katun punya pori-pori yang cukup besar, sehingga sirkulasi udara di area genital cukup baik. Bila ingin digunakan sehari-hari, usahakan pakai bahan katun agar kulit Anda bisa bernapas dengan leluasa.

Penggunaan celana dalam bahan katun juga bisa menghindari Anda dari risiko seperti biang keringat, ruam kulit, lembab, bau tidak sedap, hingga keputihan.

Pilih yang nyaman dikenakan

Celana dalam yang kesempitan atau kebesaran bisa menimbulkan iritasi atau . Untuk mendapatkan ukuran pakaian dalam yang pas cobalah untuk berdiri tegak kemudian ukur daerah pinggang yang paling nyaman ketika menggunakan pakaian dalam, yang biasanya kurang lebih dua sentimeter di bawah pusar.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020