Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Gigitan Tomcat

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Gigitan Tomcat

    Tomcat adalah serangga mirip nyamuk dan memiliki warna belang kuning-hitam pada tubuhnya. Gigitan tomcat bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, dan rasa terbakar pada kulit. Tak jarang, serangga ini juga menyebabkan lepuhan kulit yang berisi nanah. Untuk mengatasi dampak dari gigitan tomcat, sebaiknya segera lakukan pertolongan pertama seperti dalam ulasan ini.

    Kenapa tomcat berbahaya?

    Tomcat adalah serangga yang termasuk dalam keluarga kumbang. Serangga ini memiliki ukuran kurang dari 1 sentimeter (cm).

    Tubuh tomcat berwarna kuning dengan belang hijau terang di bagian tengahnya dan hitam di kepala serta ekor.

    Hewan ini biasanya tinggal di saluran air, tetapi kerap berpindah ke tempat yang lebih kering saat hujan, termasuk ke permukiman.

    Tomcat biasanya bergerak dengan cara merayap karena hewan ini berusaha menyembunyikan sayapnya guna mengelabui musuh.

    Studi pada jurnal Tropical Biomedicine menyebutkan jenis zat beracun dalam tomcat adalah cairan hemolim atau racun pederin.

    Racun ini bisa 12 kali lebih kuat dari gigitan ular berbisa.

    Bukan gigitan tomcat yang berbahaya

    Nah mengenai bahaya racun tomcat, ada satu hal yang harus diluruskan. Istilah digigit tomcat sebenarnya kurang tepat.

    Pasalnya, tomcat tidak menyengat maupun menggigit. Bersentuhan dengan tomcat saja sudah cukup memberikan efek beracun pada tubuh manusia.

    Ya, ini karena ketika merasa terganggu, tomcat secara refleks akan melepaskan racun dari dalam tubunya.

    Jika semakin merasa terancam, serangga ini bisa meningkatkan jumlah racun untuk menakut-nakuti musuhnya.

    Jadi, dapat dikatakan yang berbahaya dari tomcat adalah paparan racunnya saat Anda sengaja maupun tidak sengaja bersentuhan dengan serangga ini, bukan karena gigitannya.

    Namun, dampak yang disebabkan dari paparan racun tomcat mirip dengan efek gigitan serangga. Maka dari itu, istilah digigit atau gigitan tomcat lebih umum digunakan.

    Gejala akibat terkena racun tomcat

    gigitan serangga

    Paparan racun tomcat bisa menyebabkan jenis luka ringan ataupun luka serius pada kulit.

    Berdasarkan NSW Gov Health, berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa Anda alami akibat terpapar racun tomcat:

    • rasa gatal pada kulit,
    • sensasi terbakar atau rasa perih yang kuat,
    • kemerahan pada kulit,
    • lepuhan berisi nanah,
    • iritasi kulit serius, dan
    • peradangan pada kulit (dermatitis).

    Gejala gigitan tomcat biasanya mulai muncul dalam waktu 1-6 hari setelah terpapar racun dan gejala bisa berlangsung selama 10 hari.

    Meski sebagian besar berdampak pada jaringan kulit, racun tomcat juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti otot atau sendi.

    Saat bagian mata yang terkena racun tomcat bisa menyebabkan konjungtivitis.

    Cara mengobati gigitan tomcat

    Salep kortikosteroid

    Kunci pertolongan utama dalam mengatasi gigitan tomcat adalah meminimalkan bahaya racun yang masuk ke dalam tubuh.

    Saat mengetahui Anda bersentuhan dengan tomcat, segeralah menjauh dan menyingkirkan serangga ini.

    Nah, sebelum gejala berkembang lebih serius, lakukanlah cara mengobati gigitan tomcat seperti di bawah ini.

    1. Bersihkan luka gigitan

    Segera bersihkan luka dan daerah kulit yang terkena racun tomcat menggunakan sabun dan air.

    Hal ini bertujuan membantu menghindari risiko infeksi luka dan mengurangi jumlah racun yang masuk ke dalam kulit.

    2. Kompres luka dengan air dingin

    Ketika gejala mulai muncul, Anda bisa mengurangi rasa sakit pada bagian gigitan tomcat dengan kompres dingin sebelum memberikannya obat.

    Gunakan kantung es beku atau handuk yang dibasahi air dingin.

    Kompres dingin dapat membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal akibat gigitan serangga.

    3. Gunakan obat-obatan

    Antiseptik yang mengandung iodine atau salep hidrokortison dosis rendah (0.5-1%) bisa menjadi obat untuk mengatasi gejala akibat digigit tomcat.

    Selain itu, mengoleskan krim atau losion calamine atau krim aloe vera bisa membantu mengatasi iritasi, sekaligus melembabkan luka.

    Jangan biarkan luka gigitan tomcat yang masih basah di bawah sinar matahari karena dapat menimbulkan bekas hitam sulit untuk dihilangkan.

    Jika rasa gatal akibat digigit tomcat tidak kunjung mereda, Anda bisa meminum obat antihistamin untung menekan gatalnya.

    Kapan perlu mendapatkan perawatan medis?

    Sementara apabila muncul tanda-tanda infeksi luka, seperti luka bernanah dan bengkak, segera periksakan ke dokter.

    Nantinya, dokter bisa meresepkan obat salep antibiotik misalnya gentamicin untuk mengobati gejala infeksi akibat digigit tomcat.

    Begitu pun pada gejala yang bertambah parah, Anda perlu mendapatkan penanganan medis untuk menetralkan racun di dalam tubuh.

    Paparan racun dari tomcat bisa menimbulka reaksi serius pada kulit.

    Langkah pertolongan pertama dapat membantu mengurangi keparahan dampaknya dan mempercepat kesembuhan luka.

    Namun, gigitan tomcat bisa dihindari dengan mencegah kontak dengan tomcat.

    Selain itu, paparan racun tomcan tidak hanya bisa Anda alami ketika bersentuhan dengan tomcat, tetapi juga saat menggunakan barang yang terkontaminasi racun serangga ini.

    Maka dari itu, seprei, handuk dan pakaian yang terkena racun tomcat harus segera dibersihkan.

    Pastikan juga untuk tutup semua jendela ketika malam hari untuk mencegah tomcat atau serangga lain masuk.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Kermot, C., Millman, M. (2017). Mayo Clinic Guide to Self-Care, 7th Edition. Mayo Clinic Press. Retrieved 22 March 2021, from https://mcpress.mayoclinic.org/categories/healthy-lifestyle/mayo-clinic-guide-to-self-care-7th-edition.php

    Powers, J., McDowell, RH. (2019). Insect Bites. Sat Pearls Publishing. Retrieved 22 March 2021, from https://europepmc.org/article/med/30725920

    MR, F., F, E., K, A., & MD, M. (2011). Treatment outcome of Paederus dermatitis due to rove beetles (Coleoptera: Staphylinidae) on guinea pigs. Tropical Biomedicine, 28(2). Retrieved from http://www.msptm.org/files/418_-_424_Fakoorziba_M_R.pdf

    NSW Gov Australia. (2021). Rove beetles – Fact sheets . (2021). Retrieved 22 March 2021, from https://www.health.nsw.gov.au/environment/factsheets/Pages/rove-beetles.aspx

    AAAAI. (2021). Stinging insect allergy TTR. Retrieved 22 March 2021, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/stinging-insect-allergy

    DermNet NZ. (2021). Paederus dermatitis. Retrieved 22 March 2021, from https://dermnetnz.org/topics/paederus-dermatitis/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui Jun 07, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: