home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Gigitan Tomcat

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Gigitan Tomcat

Tomcat adalah serangga mirip nyamuk dan memiliki warna belang kuning-hitam pada tubuhnya. Gigitan tomcat bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, dan rasa terbakar pada kulit. Tak jarang, serangga ini juga menyebabkan lepuhan kulit yang berisi nanah. Untuk mengatasi dampak dari gigitan tomcat, sebaiknya segera lakukan pertolongan pertama seperti dalam ulasan ini.

Kenapa tomcat berbahaya?

Tomcat adalah serangga yang termasuk dalam keluarga kumbang. Serangga ini memiliki ukuran kurang dari 1 sentimeter (cm).

Tubuh tomcat berwarna kuning dengan belang hijau terang di bagian tengahnya dan hitam di kepala serta ekor.

Hewan ini biasanya tinggal di saluran air, tetapi kerap berpindah ke tempat yang lebih kering saat hujan, termasuk ke permukiman.

Tomcat biasanya bergerak dengan cara merayap karena hewan ini berusaha menyembunyikan sayapnya guna mengelabui musuh.

Studi pada jurnal Tropical Biomedicine menyebutkan jenis zat beracun dalam tomcat adalah cairan hemolim atau racun pederin.

Racun ini bisa 12 kali lebih kuat dari gigitan ular berbisa.

Bukan gigitan tomcat yang berbahaya

Nah mengenai bahaya racun tomcat, ada satu hal yang harus diluruskan. Istilah digigit tomcat sebenarnya kurang tepat.

Pasalnya, tomcat tidak menyengat maupun menggigit. Bersentuhan dengan tomcat saja sudah cukup memberikan efek beracun pada tubuh manusia.

Ya, ini karena ketika merasa terganggu, tomcat secara refleks akan melepaskan racun dari dalam tubunya.

Jika semakin merasa terancam, serangga ini bisa meningkatkan jumlah racun untuk menakut-nakuti musuhnya.

Jadi, dapat dikatakan yang berbahaya dari tomcat adalah paparan racunnya saat Anda sengaja maupun tidak sengaja bersentuhan dengan serangga ini, bukan karena gigitannya.

Namun, dampak yang disebabkan dari paparan racun tomcat mirip dengan efek gigitan serangga. Maka dari itu, istilah digigit atau gigitan tomcat lebih umum digunakan.

Gejala akibat terkena racun tomcat

gigitan serangga

Paparan racun tomcat bisa menyebabkan jenis luka ringan ataupun luka serius pada kulit.

Berdasarkan NSW Gov Health, berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa Anda alami akibat terpapar racun tomcat:

  • rasa gatal pada kulit,
  • sensasi terbakar atau rasa perih yang kuat,
  • kemerahan pada kulit,
  • lepuhan berisi nanah,
  • iritasi kulit serius, dan
  • peradangan pada kulit (dermatitis).

Gejala gigitan tomcat biasanya mulai muncul dalam waktu 1-6 hari setelah terpapar racun dan gejala bisa berlangsung selama 10 hari.

Meski sebagian besar berdampak pada jaringan kulit, racun tomcat juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti otot atau sendi.

Saat bagian mata yang terkena racun tomcat bisa menyebabkan konjungtivitis.

Cara mengobati gigitan tomcat

Salep kortikosteroid

Kunci pertolongan utama dalam mengatasi gigitan tomcat adalah meminimalkan bahaya racun yang masuk ke dalam tubuh.

Saat mengetahui Anda bersentuhan dengan tomcat, segeralah menjauh dan menyingkirkan serangga ini.

Nah, sebelum gejala berkembang lebih serius, lakukanlah cara mengobati gigitan tomcat seperti di bawah ini.

1. Bersihkan luka gigitan

Segera bersihkan luka dan daerah kulit yang terkena racun tomcat menggunakan sabun dan air.

Hal ini bertujuan membantu menghindari risiko infeksi luka dan mengurangi jumlah racun yang masuk ke dalam kulit.

2. Kompres luka dengan air dingin

Ketika gejala mulai muncul, Anda bisa mengurangi rasa sakit pada bagian gigitan tomcat dengan kompres dingin sebelum memberikannya obat.

Gunakan kantung es beku atau handuk yang dibasahi air dingin.

Kompres dingin dapat membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal akibat gigitan serangga.

3. Gunakan obat-obatan

Antiseptik yang mengandung iodine atau salep hidrokortison dosis rendah (0.5-1%) bisa menjadi obat untuk mengatasi gejala akibat digigit tomcat.

Selain itu, mengoleskan krim atau losion calamine atau krim aloe vera bisa membantu mengatasi iritasi, sekaligus melembabkan luka.

Jangan biarkan luka gigitan tomcat yang masih basah di bawah sinar matahari karena dapat menimbulkan bekas hitam sulit untuk dihilangkan.

Jika rasa gatal akibat digigit tomcat tidak kunjung mereda, Anda bisa meminum obat antihistamin untung menekan gatalnya.

Kapan perlu mendapatkan perawatan medis?

Sementara apabila muncul tanda-tanda infeksi luka, seperti luka bernanah dan bengkak, segera periksakan ke dokter.

Nantinya, dokter bisa meresepkan obat salep antibiotik misalnya gentamicin untuk mengobati gejala infeksi akibat digigit tomcat.

Begitu pun pada gejala yang bertambah parah, Anda perlu mendapatkan penanganan medis untuk menetralkan racun di dalam tubuh.

Paparan racun dari tomcat bisa menimbulka reaksi serius pada kulit.

Langkah pertolongan pertama dapat membantu mengurangi keparahan dampaknya dan mempercepat kesembuhan luka.

Namun, gigitan tomcat bisa dihindari dengan mencegah kontak dengan tomcat.

Selain itu, paparan racun tomcan tidak hanya bisa Anda alami ketika bersentuhan dengan tomcat, tetapi juga saat menggunakan barang yang terkontaminasi racun serangga ini.

Maka dari itu, seprei, handuk dan pakaian yang terkena racun tomcat harus segera dibersihkan.

Pastikan juga untuk tutup semua jendela ketika malam hari untuk mencegah tomcat atau serangga lain masuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kermot, C., Millman, M. (2017). Mayo Clinic Guide to Self-Care, 7th Edition. Mayo Clinic Press. Retrieved 22 March 2021, from https://mcpress.mayoclinic.org/categories/healthy-lifestyle/mayo-clinic-guide-to-self-care-7th-edition.php

Powers, J., McDowell, RH. (2019). Insect Bites. Sat Pearls Publishing. Retrieved 22 March 2021, from https://europepmc.org/article/med/30725920

MR, F., F, E., K, A., & MD, M. (2011). Treatment outcome of Paederus dermatitis due to rove beetles (Coleoptera: Staphylinidae) on guinea pigs. Tropical Biomedicine, 28(2). Retrieved from http://www.msptm.org/files/418_-_424_Fakoorziba_M_R.pdf

NSW Gov Australia. (2021). Rove beetles – Fact sheets . (2021). Retrieved 22 March 2021, from https://www.health.nsw.gov.au/environment/factsheets/Pages/rove-beetles.aspx

AAAAI. (2021). Stinging insect allergy TTR. Retrieved 22 March 2021, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/stinging-insect-allergy

DermNet NZ. (2021). Paederus dermatitis. Retrieved 22 March 2021, from https://dermnetnz.org/topics/paederus-dermatitis/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x