Sampai saat ini pertanyaan soal seberapa sehat buah kering masih saja menimbulkan perdebatan. Ada yang mengatakan buah kering adalah makanan ringan yang bergizi dan sehat, sementara yang lain mengklaim buah ini tidak lebih baik dari pada permen. Lantas, seberapa sehat buah yang dikeringkan? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Kandungan nutrisi buah kering

Sebelum menjawab pertanyaan soal seberapa sehat buah yang dikeringkan, ada baiknya kita ketahui dulu kandungan nutrisi yang ada dalam buah kering.

Buah kering dan buah segar pada dasarnya mengandung banyak manfaat kesehatan yang sama namun sedikit berbeda dalam kandungan nutrisinya. Baik buah segar dan kering akan memberi Anda antioksidan dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Sayangnya, kandungan nutrisi dalam buah yang dikeringkan akan sedikit berkurang selama proses pengeringannya. Misalnya, dalam satu porsi apel kering – sekitar ¼ cangkir terdapat 52 kalori dan 12 gram gula. Sedangkan dalam porsi apel segar, yaitu 1 cangkir, ada 65 kalori dan 13 gram gula. Tidak hanya itu, beberapa kandungan vitamin dan mineral dari buah segar pun akan menurun ketika buah di keringkan.

Proses pengeringan buah kering

Proses pengeringan buah kering dilakukan dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari, menggunakan mesin pemanas, ataupun dengan pembekuan. Dari ketiga jenis pengeringan tersebut, pembekuan dapat mempertahankan nutrisi buah paling banyak. Sedangkan pengeringan matahari dan udara sedikit menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya.

Tidak hanya itu, setelah buah dikeringkan, ada beberapa buah kering yang dikemas menggunakan sulfus dioksida, yaitu antioksidan buatan dan agen anti bakteri. Fungsinya, untuk mencegah buah berubah warna dan membuat buah lebih tahan lama atau awet. 

Jadi, jangan heran jika buah-buahan kering mengandung sulful oksidan yang lebih tinggi dari buah segar. Nah, karena kandungan sulfur oksidannya ini bagi beberapa orang yang sensitif terhadap sulfur oksidan dapat menyebabkan masalah pernapasan, sakit kepala, bahkan gatal-gatal. Umumnya kondisi ini lebih rentan bagi para penderita asma.

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi buah kering

Meskipun buah yang dikeringkan cukup sehat, sebaiknya jumlah Anda mengkonsumsi perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan banyak buah kering yang justru mengandung pemanis tambahan, saat proses pembuatannya. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi buah kering.

  • Selalu membaca label makanan sangat penting, termasuk label yang tertera pada kemasan buah yang dikeringkan. Terlebih jika Anda menderita diabetes dan sedang menjalani diet.
  • Teliti cara pembuatan buah ini, pastikan proses pembuatannya bebas dari tambahan gula dan pewarna makanan. Pastikan juga warna dari buah yang dikeringkan adalah warna alami buah, bukan karena proses pewarnaan yang difungsikan untuk menarik pembeli.
  • Jangan menyamakan buah yang dikeringkan sebagai pengganti buah segar. Sebagaimana pun menyehatkan buah ini, kandungan nutrisi buah segar lebih banyak dibanding buah yang dikeringkan. Jadi, jangan sampai Anda mengonsumsi buah ini sebagai ganti buah segar.

Kesimpulan

Buah kering bisa saja jadi camilan sehat selama Anda diet dan menurunkan berat badan. Hanya saja, Anda harus memastikan jika buah yang Anda makan tersebut adalah buah segar yang dikeringkan secara alami tanpa ada tambahan pemanis atau pun pewarna makanan. Itu sebabnya, teliti sebelum membeli. Jangan terlena oleh iklan yang beredar di pasaran.

Sebaiknya, konsumsi buah-buahan kering sebagai camilan dalam jumlah yang kecil. Jika tidak, bersiaplah dengan segala risiko yang ada. Misalnya, kadar gula naik atau malah justru membuat rencana diet Anda gagal total karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Tepat memilih camilan dan mengerti kandungan nutrisinya akan membuat Anda merasa tidak bersalah meski ngemil di saat melakukan diet.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca