Apakah Buah Kering Termasuk Makanan Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sampai saat ini pertanyaan soal seberapa sehat buah kering masih saja menimbulkan perdebatan. Ada yang mengatakan buah kering adalah makanan ringan yang bergizi dan sehat, sementara yang lain mengklaim buah ini tidak lebih baik dari pada permen. Lantas, seberapa sehat buah yang dikeringkan? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Kandungan nutrisi buah kering

Sebelum menjawab pertanyaan soal seberapa sehat buah yang dikeringkan, ada baiknya kita ketahui dulu kandungan nutrisi yang ada dalam buah kering.

Buah kering dan buah segar pada dasarnya mengandung banyak manfaat kesehatan yang sama namun sedikit berbeda dalam kandungan nutrisinya. Baik buah segar dan kering akan memberi Anda antioksidan dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Sayangnya, kandungan nutrisi dalam buah yang dikeringkan akan sedikit berkurang selama proses pengeringannya. Misalnya, dalam satu porsi apel kering – sekitar ¼ cangkir terdapat 52 kalori dan 12 gram gula. Sedangkan dalam porsi apel segar, yaitu 1 cangkir, ada 65 kalori dan 13 gram gula. Tidak hanya itu, beberapa kandungan vitamin dan mineral dari buah segar pun akan menurun ketika buah di keringkan.

Proses pengeringan buah kering

Proses pengeringan buah kering dilakukan dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari, menggunakan mesin pemanas, ataupun dengan pembekuan. Dari ketiga jenis pengeringan tersebut, pembekuan dapat mempertahankan nutrisi buah paling banyak. Sedangkan pengeringan matahari dan udara sedikit menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya.

Tidak hanya itu, setelah buah dikeringkan, ada beberapa buah kering yang dikemas menggunakan sulfus dioksida, yaitu antioksidan buatan dan agen anti bakteri. Fungsinya, untuk mencegah buah berubah warna dan membuat buah lebih tahan lama atau awet. 

Jadi, jangan heran jika buah-buahan kering mengandung sulful oksidan yang lebih tinggi dari buah segar. Nah, karena kandungan sulfur oksidannya ini bagi beberapa orang yang sensitif terhadap sulfur oksidan dapat menyebabkan masalah pernapasan, sakit kepala, bahkan gatal-gatal. Umumnya kondisi ini lebih rentan bagi para penderita asma.

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi buah kering

Meskipun buah yang dikeringkan cukup sehat, sebaiknya jumlah Anda mengkonsumsi perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan banyak buah kering yang justru mengandung pemanis tambahan, saat proses pembuatannya. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi buah kering.

  • Selalu membaca label makanan sangat penting, termasuk label yang tertera pada kemasan buah yang dikeringkan. Terlebih jika Anda menderita diabetes dan sedang menjalani diet.
  • Teliti cara pembuatan buah ini, pastikan proses pembuatannya bebas dari tambahan gula dan pewarna makanan. Pastikan juga warna dari buah yang dikeringkan adalah warna alami buah, bukan karena proses pewarnaan yang difungsikan untuk menarik pembeli.
  • Jangan menyamakan buah yang dikeringkan sebagai pengganti buah segar. Sebagaimana pun menyehatkan buah ini, kandungan nutrisi buah segar lebih banyak dibanding buah yang dikeringkan. Jadi, jangan sampai Anda mengonsumsi buah ini sebagai ganti buah segar.

Kesimpulan

Buah kering bisa saja jadi camilan sehat selama Anda diet dan menurunkan berat badan. Hanya saja, Anda harus memastikan jika buah yang Anda makan tersebut adalah buah segar yang dikeringkan secara alami tanpa ada tambahan pemanis atau pun pewarna makanan. Itu sebabnya, teliti sebelum membeli. Jangan terlena oleh iklan yang beredar di pasaran.

Sebaiknya, konsumsi buah-buahan kering sebagai camilan dalam jumlah yang kecil. Jika tidak, bersiaplah dengan segala risiko yang ada. Misalnya, kadar gula naik atau malah justru membuat rencana diet Anda gagal total karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Tepat memilih camilan dan mengerti kandungan nutrisinya akan membuat Anda merasa tidak bersalah meski ngemil di saat melakukan diet.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit