Hati-Hati, Kulit Pucat Keabuan Bisa Jadi Tanda Anda Kelebihan Zat Besi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Salah satu fungsi zat besi yaitu untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Namun saat tubuh kelebihan zat besi, organ penting seperti hati, jantung, dan juga pankreas akan dijadikan tempat penyimpanan kelebihan zat besi. Jika sudah seperti itu akibatnya organ-organ ini akan terancam mengalami masalah serius yang mengancam jiwa.

Berikut ulasan lengkapnya mulai dari penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Penyebab kelebihan zat besi

Hemochromatosis herediter adalah kondisi saat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang Anda konsumsi. Penyebab munculnya hemochromatosis terbagi menjadi tiga yaitu primer, sekunder, dan neonatal.

Hemochromatosis primer

Hemochromatosis primer berarti bersifat turun temurun dan diwariskan dari orangtua kepada anak-anaknya. Biasanya jenis primer ini terjadi pada 90 persen kasus. HFE adalah gen yang mengontrol jumlah zat besi yang diserap. Dua mutasi umum pada gen HFE adalah C282Y dan H63D. Dikarenakan bersifat turunan maka kondisi ini tidak bisa dicegah.

Hemochromatosis  sekunder

Hemochromatosis sekunder berarti terjadi karena masalah kesehatan yang Anda miliki sehingga memicu kondisi ini. Berbagai kondisi pemicunya seperti:

  • Gangguan darah seperti thalasemia.
  • Penyakit hati kronis seperti infeksi hepatitis C kronis.
  • Tranfusi darah dan beberapa jenis anemia yang membutuhkan transfusi.
  • Dialisis ginjal jangka panjang.
  • Pil dan suntikan yang mengandung zat besi dengan dosis sangat tinggi.
  • Penyakit turunan langka yang memengaruhi sel darah merah, termasuk di transferrinemia atau aceruloplasminaemia.
  • Penyakit hati karena alkohol

Hemochromatosis neonatal

Hemochromatosis neonatal adalah kondisi kelebihan zat besi pada bayi yang baru lahir. Akibatnya, zat besi terkumpul di hati. Akibatnya, bayi lahir dalam kondisi meninggal atau hidup tetapi tidak dapat bertahan lama setelah lahir. Kondisi ini umumnya terjadi karena sistem kekebalan tubuh ibu yang menghasilkan antibodi merusak hati janin.

Gejala saat tubuh kelebihan zat besi

zat besi meringankan gejala pms

Gejala dan tanda saat tubuh kelebihan zat besi biasanya muncul di usia paruh baya kecuali untuk kasus neonatal. Adapun berbagai gejala umum yang muncul seperti:

  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Lemah dan lesu
  • Nyeri sendi
  • Hilangnya gairah seksual
  • Kerusakan hati
  • Periode menstruasi yang tiba-tiba berhenti
  • Perubahan warna kulit menjadi abu-abu akibat endapan zat besi berlebih.
  • Perbesaran hati

Sekitar 75 persen pasien yang sudah mulai menunjukkan gejala biasanya memiliki fungsi hati yang abnormal. Sementara itu 75 persen lainnya  akan mengalami kelelahan dan kelesuan, dan 44 persen akan mengalami nyeri pada persendian. Kemudian, perubahan warna kulit biasanya akan terlihat pada pasien yang sudah mengalami berbagai gejala yang telah disebutkan.

Komplikasi akibat kelebihan zat besi

penyakit sirosis adalah

Saat Anda mengalami kelebihan zat besi tetapi tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kondisi Anda akan memburuk. Berbagai komplikasi yang mungkin terjadi yaitu:

  • Sirosis atau terbentuknya jaringan parut permanen pada hati sehingga meningkatkan risiko kanker hati.
  • Diabetes dan komplikasinya seperti gagal ginjal, kebutaan, dan masalah pada jantung.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Aritmia atau irama jantung yang tidak teratur.
  • Masalah pada endokrin seperti hipotiroidisme dan hipogonadisme.
  • Masalah pada sendi dan tulang seperti athrtitis, osteoarthritis, dan osteoporosis.
  • Masalah pada organ reproduksi seperti impotensi dan hilangnya gairah seksual.

Cara mengatasi kelebihan zat besi

manfaat donor darah

Pengobatan untuk hemochromatosis biasanya dilakukan dengan mengeluarkan darah dari tubuh secara teratur yang disebut dengan (phlebotomy). Tujuannya, untuk mengurangi kadar zat besi di dalam tubuh dan mengembalikannya dalam kadar normal. Biasanya, jumlah darah yang dibuang tergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan seberapa banyak kelebihan zat besi di dalam tubuh. Umumnya, diperlukan waktu hingga satu tahun bahkan lebih untuk mengembalikan zat besi pada kadar yang normal.

Selanjutnya, dokter juga akan menentukan berbagai perawatan yang tepat sesuai kondisi dan masalah kesehatan yang ditimbulkan. Jika Anda ternyata tidak bisa menjalani prosedur menghilangkan darah karena anemia dan penyakit lain dokter akan memberikan obat yang bisa mengikat kelebihan zat besi di dalam tubuh. Nantinya, zat besi yang telah diikat akan dikeluarkan melalui urine atau kotoran dalam proses yang disebut chelation.

Selain itu, Anda juga bisa mengurangi risiko komplikasi akibat kelebihan zat besi dengan cara:

  • Menghindari suplemen dan mulvitamin yang mengandung zat besi.
  • Menghindari suplemen vitamin C karena dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Mengurangi minuman beralkohol.
  • Menghindari makan ikan mentah dan kerang karena rentan mengalami infeksi akibat bakteri di dalam kedua makanan tersebut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 10, 2018 | Terakhir Diedit: September 9, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca