Waspada Risiko Penyakit Jantung Jika Anda Sembarangan Diet Gluten Free

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diet bebas gluten atau gluten-free adalah pola makan yang membatasi asupan makanan mengandung protein gluten yang biasanya terdapat dalam gandum atau jali (barley). Diet gluten free secara khusus hanya ditujukan untuk orang-orang yang punya penyakit Celiac dan autisme, namun belakangan menjadi tren di kalangan masyarakat umum. Banyak yang percaya bahwa karena diet bebas gluten ini dapat mencegah risiko penyakit jantung pada orang-orang yang memiliki penyakit Celiac, maka efeknya juga akan sama pada orang-orang pada umumnya. Nyatanya yang terjadi justru kebalikan.

Jika Anda termasuk sehat dan tidak memiliki penyakit Celiac atau autisme kemudian secara sembarangan menerapkan pola makan bebas gluten ini pada keseharian Anda, risiko penyakit jantung Anda malah akan meningkat. Apa sebabnya?

Hubungan antara diet gluten free dengan peningkatan risiko penyakit jantung

Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Universitas Columbia, New York, menganalisis data sebanyak lebih dari 110.000 penduduk di Amerika. Setiap empat tahun, para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner mengenai jenis makanan yang mereka makan. Para peneliti melakukan pengumpulan data selama tahun 1986 hingga 2010, dan mereka memperkirakan jumlah konsumsi gluten berdasarkan kuesioner tersebut. Kemudian partisipan dikelompokkan berdasarkan jumlah konsumsi gluten mereka, dengan jumlah konsumsi paling rendah yaitu 3 gram gluten per hari dan jumlah konsumsi tertinggi yaitu 10 gram gluten per harinya.

Selama penelitian tersebut, didapatkan sebanyak 352 kasus penyakit jantung setiap 100.000 orang per tahun pada kelompok yang mengonsumsi paling sedikit gluten. Sedangkan, sebanyak 277 kasus penyakit jantung setiap 100.000 orang per tahun pada kelompok yang mengonsumsi paling banyak gluten.

Setelah menyesuaikan beberapa faktor risiko, para peneliti menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara dua kelompok ini. Namun, ketika mereka membandingkan jumlah asupan dan jenis biji-bijian sebagai sumber gluten, mereka mendapatkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak gluten memiliki risiko 15 persen lebih rendah untuk terkena penyakit jantung.

Mereka menemukan bahwa asupan gluten dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung, namun tidak berhubungan secara langsung dengan jumlah gluten yang dikonsumsi, melainkan berhubungan dengan asupan jenis biji-bijian utuh, seperti gandum utuh dan sereal sebagai sumber gluten.

Meski jumlah konsumsi gluten mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan risiko penyakit jantung, namun orang yang menjalani pola diet gluten free cenderung mengonsumsi lebih sedikit jenis biji-bijian utuh, dan hal inilah yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung.

Tak semua orang cocok atau harus menjalani diet gluten free

Mereka yang memang diharuskan untuk menjalankan diet gluten free karena kondisi tertentu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter serta ahli gizi, karena makanan yang mengandung gluten merupakan makanan yang umum dimakan, dan beberapa di antaranya termasuk jenis makanan pokok. Dengan menghilangkan jenis makanan tersebut, pilihan makanan bagi mereka yang menjalani diet ini menjadi terbatas. Ditakutkan jika tidak berkonsultasi, Anda akan mudah kekurangan vitamin, mineral, serta serat yang banyak ditemui pada makanan mengandung gluten.

Oleh karena hal tersebut, diet bebas gluten tidak dianjurkan kepada orang tanpa penyakit celiac atau alergi gluten. Jika kita membatasi konsumsi pada beberapa jenis makanan, maka selalu terdapat kemungkinan adanya kekurangan terhadap suatu nutrisi yang dapat menguntungkan bagi tubuh. Diet bebas gluten juga dapat menyebabkan kekurangan serat dan vitamin B. Idealnya, apabila Anda tidak perlu menghindari gluten karena adanya indikasi medis, maka lebih baik Anda tetap mengonsumsi biji-bijian utuh untuk mendapatkan manfaat bagi kesehatan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Penyebab penyakit celiac belum diketahui. Namun, menurut studi terbaru, bahan kimia pada alat masak antilengket bisa meningkatkan risiko penyakit celiac.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Pencernaan, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit