3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mengatur pola makan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan aktivitas tubuh, merupakan inti dari upaya penurunan berat badan. Namun, meningkatnya kembali berat badan setelah sempat turun adalah pertanda bahwa tubuh tidak dapat mempertahankan berat badan dengan stabil. Hal ini disebabkan faktor gaya hidup maupun faktor fisiologis tubuh setelah menjalani diet.

Apa saja penyebab berat badan naik lagi?

Jumlah asupan kalori yang naik-turun

Ini adalah hal yang mungkin paling berkontribusi dalam kenaikan berat badan pada orang yang sedang atau telah menjalani diet. Ini karena  asupan kalori yang naik dalam waktu singkat akan kembali menaikan berat badan. Saat menjalani diet, seseorang akan mengurangi asupan kalori sampai di bawah jumlah dari biasanya, misalnya 1800 kalori menjadi 1500 kalori. Kemudian, dalam beberapa waktu setelah mengalami penurunan, asupan kalori yang dikonsumsi kembali menjadi jumlah normal (1800 kalori) atau bahkan lebih. Inilah yang membuat berat badan akan kembali naik.

Berat badan cenderung kembali meningkat dengan cepat karena setelah melakukan diet, tubuh Anda telah beradaptasi dengan jumlah kalori yang sedikit. Dari contoh yang sebelumnya, jika setelah diet tubuh Anda sudah membiasakan diri dengan kebutuhan kalori 1500, saat berat Anda sudah normal dan Anda kembali ke jumlah 1800 kalori, maka tubuh akan menerima kalori lebih banyak yang akhirnya akan disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan kembali.

Berat badan Anda bahkan akan meningkat lebih dari sebelum diet apabila Anda melakukan binge eating atau memakan makanan dalam jumlah yang sangat banyak setelah melakukan diet. Pola makan mungkin membantu Anda dalam menurunkan berat badan, tetapi jika Anda kembali makan dengan asupan berlebih kembali maka begitu juga dengan berat badan Anda.

Faktor hormonal

Beberapa hormon yang berada di lambung, pankreas, dan jaringan lemak berkaitan erat dengan proses pengaturan berat badan, salah satunya pada proses stimulasi keinginan makan pada otak. Menurunnya kadar lemak dalam tubuh pada orang yang menjalani diet, biasanya diikuti dengan menurunnya hormon leptin (berfungsi mengirimkan pesan ke otak apabila sudah kenyang) dan menurunnya hormon ghrelin (stimulasi lapar). Meskipun secara tidak langsung mempengaruhi kadar lemak tubuh, tetapi hormon tersebut sangat mempengaruhi individu dalam pola konsumsi individu

Salah satu penelitian pada tahun 2011 lalu menunjukkan, penurunan berat badan menyebabkan perubahan kadar hormon pencernaan, dan diikuti rasa lapar yang cendering lebih tinggi dibandingkan sebelum penelitian dimulai. Salah satu anggota peneliti, Professor Joseph Proietto, Ph.D dari Universitas Melbourne  (sebagaimana dilansir oleh CNN pada Oktober 2011) mengatakan bahwa kepribadian dan faktor psikologis menentukan bagaimana individu tersebut menghadapi rasa lapar (yang disebabkan perubahan hormon) tersebut.

“Hal ini mungkin adalah yang menyebabkan beberapa orang dapat menjaga berat badannya lebih baik dari yang lainnya. Menjaga berat badan (agar tidak kembali meningkat) membutuhkan usaha terus menerus dan mempertahankan agar tidak terlalu lapar”, tambahnya.

Kurang aktivitas fisik

Tidak melakukan aktivitas fisik dalam upaya penurunan berat badan akan meningkatkan risiko berat badan kembali meningkat setelah mengalami penurunan. Tanpa aktivitas fisik, tubuh akan lebih sulit menyesuaikan berat badan. Jika kita mengonsumsi kalori yang berlebih setelah diet selesai, maka kalori berlebih tersebut akan tersimpan dan meningkatkan berat badan. Namun, dengan aktivitas fisik, kalori berlebih akan dimetabolisme sehingga mengurangi kalori yang tersimpan.

Rekomendasi dari American College of Sports Medicine (ACSM) dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Donnelly dan kolega dalam menjaga berat badan pada orang dewasa adalah dengan aktif bergerak selama 150 hingga 250 menit/minggu atau setara dengan 36 menit/hari. Intensitas tersebut merupakan tingkat minimal untuk mempertahankan berat badan agar kalori yang dikonsumsi tidak melebihi kalori yang diperlukan tubuh.

Bagaimana agar berat badan tak naik lagi?

Kenaikan berat badan setelah menjalani diet adalah hal yang wajar. Saat kita mengurangi asupan, tubuh akan berusaha menyeimbangkannya kembali dengan menstimulasi otak agar terasa lapar. Oleh karena itu kelaparan yang berlebih perlu dicegah, dengan cara diet secara perlahan dan tetap mencukupi asupan nutrisi.

Perlu diingat, sebelum melakukan diet ada baiknya Anda mengganti kebiasaan makan dari segi jumlah asupan, waktu konsumsi, dan jenis makanan. Mulailah berolahraga apabila setelah mengalami penurunan berat badan Anda ingin kembali ke pola makan normal Anda sebelum diet.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Memang benar makan tidak teratur bisa bikin Anda cepat gemuk. Tapi dari sisi kesehatan, ada banyak efek samping buruk lainnya. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

beras merah lebih sehat

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
porsi makan ideal

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
diet saat hamil

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit