Sindrom Metabolik: Kumpulan Kondisi yang Fatal Bagi Kesehatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Pernah mendengar istilah sindrom metabolik? Mungkin Anda jarang mendengar istilah ini, tapi bisa jadi Anda mempunyai salah satu kriteria sindrom metabolik. Waspadalah jika Anda mengalami kondisi sindrom metabolik, karena hal ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik bukan merupakan suatu penyakit, melainkan sekelompok kondisi kesehatan yang terdiri dari tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Ketika semua kondisi kesehatan ini disatukan maka dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Sekelompok kondisi kesehatan ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sampai dua kali lipat dan meningkatkan risiko diabetes sampai lima kali lipat.

Anda dikatakan mengalami sindrom metabolik jika Anda memiliki sekelompok kondisi kesehatan berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi, ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 85 mmHg
  • Kadar gula darah tinggi, ditandai dengan kadar gula darah puasa lebih dari 100 mg/dL
  • Kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang (obesitas abdominal), ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 90 cm untuk pria dan lebih dari 80 cm untuk wanita
  • Kadar kolesterol jahat dan trigliserida tinggi, ditandai dengan kadar kolesterol baik (HDL) kurang dari 40 mg/dL untuk pria dan kurang dari 50 mg/dL untuk wanita, sedangkan kadar trigliserida lebih dari 150 mg/dL

Jika Anda hanya memiliki salah satu kondisi di atas, Anda belum bisa dikatakan menderita sindrom metabolik. Namun, memiliki salah satu kondisi di atas yang tidak terkontrol juga mampu memicu kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai salah satu kondisi kesehatan seperti di atas, sebaiknya dikontrol dengan baik guna mencegah sindrom metabolik.

Apa penyebab sindrom metabolik?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan Anda mengalami sindrom metabolik. Namun, terdapat dua faktor penyebab utama, yaitu obesitas dan resistensi insulin.

Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan seseorang mempunyai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah tinggi. Sehingga, orang dengan obesitas sangat rentan untuk menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan penyakit serius lainnya. Kelebihan lemak yang terjadi di perut atau obesitas abdominal sangat erat kaitannya dengan sindrom metabolik. Obesitas sendiri bisa terjadi karena Anda tidak menjaga pola makan dan kurang melakukan aktivitas fisik.

Resistensi insulin

Resistensi insulin sangat erat kaitannya dengan kelebihan berat badan. Resistensi insulin terjadi saat sel tubuh pada hati, otot tulang, dan jaringan lemak menjadi kurang sensitif dan resisten terhadap insulin (hormon yang membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh). Sel-sel ini tidak mengenali insulin dengan baik, sehingga glukosa pada tubuh tidak diserap dengan baik oleh sel-sel tersebut. Akibatnya, kadar glukosa darah pada tubuh menjadi meningkat dan produksi insulin juga meningkat, berakhir pada diagnosis diabetes tipe 2.

Selain kedua penyebab utama tersebut, risiko sindrom metabolik juga lebih tinggi karena faktor usia. Semakin tua usia Anda, maka semakin tinggi risiko Anda mengalami sindrom metabolik. Selain itu, faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, dan perubahan hormon juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena sindrom metabolik. Namun, faktor-faktor ini bisa bervariasi antar individu tergantung pada kelompok etnis. Penyakit lain, seperti penyakit jantung, penyakit hati berlemak nonalkohol, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dapat membuat risiko sindrom metabolik meningkat.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah sindrom metabolik?

Jika Anda sudah mempunyai salah satu kondisi kesehatan yang bisa berkembang menjadi sindrom metabolik, sebaiknya segera ubah pola hidup Anda. Sindrom metabolik bisa dicegah dengan cara:

  • Menurunkan berat badan
  • Tingkatkan aktivitas fisik Anda
  • Terapkan pola makan sehat untuk menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gula darah agar selalu dalam rentang normal. Perkaya asupan sehat Anda dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol
  • Kontrol selalu kadar gula darah, kolesterol darah, dan tekanan darah. Anda bisa melakukannya di pusat kesehatan.

 

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 19, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca