Sindrom Metabolik: Kumpulan Kondisi yang Fatal Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah mendengar istilah sindrom metabolik? Mungkin Anda jarang mendengar istilah ini, tapi bisa jadi Anda mempunyai salah satu kriteria sindrom metabolik. Waspadalah jika Anda mengalami kondisi sindrom metabolik, karena hal ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik bukan merupakan suatu penyakit, melainkan sekelompok kondisi kesehatan yang terdiri dari tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Ketika semua kondisi kesehatan ini disatukan maka dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Sekelompok kondisi kesehatan ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung sampai dua kali lipat dan meningkatkan risiko diabetes sampai lima kali lipat.

Anda dikatakan mengalami sindrom metabolik jika Anda memiliki sekelompok kondisi kesehatan berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi, ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 85 mmHg
  • Kadar gula darah tinggi, ditandai dengan kadar gula darah puasa lebih dari 100 mg/dL
  • Kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang (obesitas abdominal), ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 90 cm untuk pria dan lebih dari 80 cm untuk wanita
  • Kadar kolesterol jahat dan trigliserida tinggi, ditandai dengan kadar kolesterol baik (HDL) kurang dari 40 mg/dL untuk pria dan kurang dari 50 mg/dL untuk wanita, sedangkan kadar trigliserida lebih dari 150 mg/dL

Jika Anda hanya memiliki salah satu kondisi di atas, Anda belum bisa dikatakan menderita sindrom metabolik. Namun, memiliki salah satu kondisi di atas yang tidak terkontrol juga mampu memicu kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, jika Anda mempunyai salah satu kondisi kesehatan seperti di atas, sebaiknya dikontrol dengan baik guna mencegah sindrom metabolik.

Apa penyebab sindrom metabolik?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan Anda mengalami sindrom metabolik. Namun, terdapat dua faktor penyebab utama, yaitu obesitas dan resistensi insulin.

Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan seseorang mempunyai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah tinggi. Sehingga, orang dengan obesitas sangat rentan untuk menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan penyakit serius lainnya. Kelebihan lemak yang terjadi di perut atau obesitas abdominal sangat erat kaitannya dengan sindrom metabolik. Obesitas sendiri bisa terjadi karena Anda tidak menjaga pola makan dan kurang melakukan aktivitas fisik.

Resistensi insulin

Resistensi insulin sangat erat kaitannya dengan kelebihan berat badan. Resistensi insulin terjadi saat sel tubuh pada hati, otot tulang, dan jaringan lemak menjadi kurang sensitif dan resisten terhadap insulin (hormon yang membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh). Sel-sel ini tidak mengenali insulin dengan baik, sehingga glukosa pada tubuh tidak diserap dengan baik oleh sel-sel tersebut. Akibatnya, kadar glukosa darah pada tubuh menjadi meningkat dan produksi insulin juga meningkat, berakhir pada diagnosis diabetes tipe 2.

Selain kedua penyebab utama tersebut, risiko sindrom metabolik juga lebih tinggi karena faktor usia. Semakin tua usia Anda, maka semakin tinggi risiko Anda mengalami sindrom metabolik. Selain itu, faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, dan perubahan hormon juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena sindrom metabolik. Namun, faktor-faktor ini bisa bervariasi antar individu tergantung pada kelompok etnis. Penyakit lain, seperti penyakit jantung, penyakit hati berlemak nonalkohol, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dapat membuat risiko sindrom metabolik meningkat.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah sindrom metabolik?

Jika Anda sudah mempunyai salah satu kondisi kesehatan yang bisa berkembang menjadi sindrom metabolik, sebaiknya segera ubah pola hidup Anda. Sindrom metabolik bisa dicegah dengan cara:

  • Menurunkan berat badan
  • Tingkatkan aktivitas fisik Anda
  • Terapkan pola makan sehat untuk menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gula darah agar selalu dalam rentang normal. Perkaya asupan sehat Anda dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol
  • Kontrol selalu kadar gula darah, kolesterol darah, dan tekanan darah. Anda bisa melakukannya di pusat kesehatan.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 22/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hipertensi, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 7 menit
pantangan darah tinggi

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 11 menit