Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orang-orang yang pernah menderita kurang gizi perlu memperoleh tambahan kalori dan zat gizi selama pemulihan. Namun, pemberian makan tetap harus dilakukan secara bertahap. Alih-alih mengembalikan berat badan dengan sehat, asupan makanan yang berlebihan justru bisa menyebabkan refeeding syndrome yang membahayakan jiwa.

Apa itu refeeding syndrome?

Refeeding adalah proses pengenalan makanan setelah seseorang mengalami kurang gizi atau kelaparan parah. Proses ini biasanya dilakukan pada anak-anak yang pernah mengalami gizi buruk atau penderita gangguan makan yang sedang menjalani perawatan.

Proses refeeding harus dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, pasien berisiko tinggi mengalami efek yang disebut refeeding syndrome.

mengatasi anoreksia nervosa

Refeeding syndrome adalah kondisi yang terjadi akibat perubahan mendadak pada metabolisme tubuh dan mineral elektrolit yang terlibat di dalamnya.

Perubahan yang begitu cepat menyebabkan mineral tubuh menjadi tidak seimbang. Saat keseimbangan mineral terganggu, cairan tubuh juga akan terkena dampaknya.

Gangguan pada cairan tubuh berisiko menyebabkan komplikasi berupa:

  • Dehidrasi atau berisiko mengalami kelebihan cairan dalam tubuh
  • Tekanan darah rendah
  • Gagal jantung dan gagal ginjal akut
  • Asidosis metabolik, yakni produksi asam berlebih pada tubuh sehingga membahayakan ginjal
  • Pada kasus yang parah, koma hingga kematian mendadak

Bagaimana refeeding syndrome bisa terjadi?

Selama kekurangan gizi, tubuh Anda tidak memperoleh cukup karbohidrat. Tanpa adanya karbohidrat, kadar gula darah menjadi rendah. Hal ini lantas menurunkan produksi hormon insulin yang berfungsi mengatur kadar gula darah.

Selain itu, tubuh Anda juga kehilangan sumber energi utamanya. Tubuh yang tadinya membakar karbohidrat kini membakar lemak dan protein. Proses ini turut berimbas pada keseimbangan mineral tubuh.

lemas saat puasa

Mineral yang terkena dampaknya adalah fosfat. Sel-sel tubuh membutuhkan fosfat untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Ketika produksi energi beralih pada pembakaran lemak dan protein, fosfat tidak lagi terpakai sehingga jumlahnya menurun.

Begitu tubuh dikenalkan kembali dengan makanan, terjadi perubahan metabolisme secara drastis. Tubuh Anda mulai kembali mendapatkan karbohidrat sebagai sumber energinya. Produksi energi yang tadinya berasal dari lemak dan protein akan kembali pada karbohidrat.

Dengan begitu, kadar gula darah menjadi naik, begitu pun insulin. Sel-sel tubuh kemudian kembali mencari fosfat untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Sayangnya, jumlah fosfat yang ada dalam tubuh sudah telanjur rendah. Rendahnya fosfat akhirnya memengaruhi mineral lain seperti natrium dan kalium.

Gejala refeeding syndrome

penyebab kelelahan

Mineral berperan penting untuk menjaga fungsi normal tubuh. Begitu salah satu mineral tidak seimbang, mineral yang lain juga terkena dampaknya. Dampak inilah yang menjadi tanda-tanda dari refeeding syndrome.

Berdasarkan jenis mineral yang terganggu, gejala yang harus Anda waspadai antara lain:

  • Masalah saraf dan otot, kejang, kebingungan, serta hilangnya massa otot akibat fosfat rendah
  • Lesu, lemah, mual, muntah, dan detak jantung tidak teratur akibat magnesium rendah
  • Lesu, lemah, sering buang air kecil, masalah jantung, dan sumbatan pada usus akibat kalium rendah
  • Gejala lainnya yang mencakup gula darah tinggi, timbunan cairan pada kaki, otot lemah, hingga masalah mental

Refeeding syndrome adalah komplikasi yang harus dipertimbangkan ketika merawat pasien kurang gizi. Meskipun bertujuan baik bagi pemulihan pasien, pengenalan makanan dengan cara yang keliru malah akan membahayakan kesehatannya.

Setiap pasien kurang gizi memiliki keadaan dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, pasien perlu berkonsultasi dengan tenaga medis terkait untuk menentukan program pengenalan makanan yang sesuai dengan kondisinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Penyebab Tidak Seimbangnya Elektrolit dalam Tubuh Anda

    Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat berpengaruh pada kesehatan Anda. Ketahui penyebab gangguan elektrolit agar mendapat penanganan yang tepat.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

    Gangguan Elektrolit Bisa Berakibat Fatal, Ini 5 Cara Mencegahnya

    Ketidakseimbangan elektrolit dapat berakibat serius. Berikut beberapa cara yang cukup efektif untuk mencegah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Tips Sehat 25 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

    5 Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Setiap Hari

    Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan memicu gangguan kesehatan. Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang efektif?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Tips Sehat 18 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

    Air Kelapa Memang Sehat, Tapi Bahaya Jika Diminum Terlalu Banyak

    Air kelapa memang memiliki segudang manfaat. Akan tetapi, adakah efek samping yang ditimbulkan jika terlalu sering minum air kelapa?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Nutrisi, Hidup Sehat 16 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    anemia defisiensi besi

    Anemia Defisiensi Besi

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    kwashiorkor adalah

    Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit
    marasmus

    Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 14 menit
    kebutuhan cairan bayi

    Kebutuhan Cairan Bayi dan Tips untuk Mencukupinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit