8 Gangguan Pada Mata yang Bisa Menjadi Gejala Penyakit Serius

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada beberapa penyakit yang dapat dilihat gejala dan tandanya pada mata. Contohnya, penglihatan kabur, warna mata berubah, dan kelopak mata yang turun dapat menjadi gejala awal penyakit kronis. Apa saja gejala dan gangguan pada mata yang perlu diwaspadai?

1. Penglihatan kabur secara tiba-tiba

Penglihatan yang tiba-tiba menjadi kabur dapat mengindikasikan terdapat masalah pada aliran darah ke mata atau ke otak. Jika hal tersebut sering terjadi, maka Anda perlu  memeriksakan diri ke dokter, karena bisa saja hal ini merupakan gejala stroke atau penyakit kronis lainnya.

2. Mata melotot

Mata melotot adalah salah satu tanda dari penyakit graves. Penyakit graves merupakan gangguan sistem imun pada tubuh yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik. Pada penderita penyakit graves, kelenjar tiroid berubah menjadi agresif dan melepaskan terlalu banyak hormon, yang dapat menyebabkan beberapa masalah bagi kesehatan seperti diare, penurunan berat badan, dan tremor pada tangan. Hipertiroidisme yang muncul akibat penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan beberapa pilihan pengobatan seperti, obat hormon, yodium radioaktif, dan operasi. Namun, melakukan operasi atau menggunakan radioaktif dapat memperparah gejala pada mata yang timbul akibat penyakit graves ini. Jika Anda mengalami gejala tersebut, lebih baik melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan konsultasi ke dokter.

3. Penglihatan sering terasa kabur

Sering merasa kabur pada penglihatan dapat menjadi salah satu tanda dari penyakit diabetes melitus. Penderita diabete melitus tipe 1 maupun tipe 2 berisiko mengalami retinopati diabetik, yaitu rusaknya jaringan mata akibat pecahnya pembuluh darah mata. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan pembuluh darah terhambat dan aliran darah ke mata tidak mengalir dengan baik, sehingga tekanan di sekitar pembuluh darah mata meningkat dan kemudian pecah. Biasanya, dokter akan mengatasi komplikasi ini dengan menggunakan laser untuk menutup ‘kebocoran’ dari pembuluh darah yang pecah.

4. Lingkaran di sekitar kornea

Corneal arcus, atau lingkaran abu-abu di sekitar kornea, merupakan lingkaran abu-abu yang muncul dan merupakan timbunan lemak. Jika Anda berusia di atas 40 tahun, hal ini wajar saja terjadi. Namun jika Anda berusia di bawah 40 tahun, gejala ini bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki kolesterol yang tinggi dalam tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, dan gagal jantung.

5. Kelopak mata turun

Kelopak mata yang turun biasanya memang alami terjadi pada kelompok lansia yang merupakan tanda penuaan yang alami terjadi. Tendon yang ada pada mata berfungsi untuk membuka, menutup, atau mengangkat kelopak mata. Ketika memasuki usia lanjut, tendon tersebut mengalami peregangan dan mengakibatkan kelopak mata menurun. Namun jika anak-anak sudah memiliki kelopak mata yang menurun, maka mungkin saja anak tersebut mengalami amblyopia atau lazy eye, yang merupakan kelainan mata sejak lahir.

Tidak hanya itu saja, kelopak mata yang turun yang terjadi sebelum memasuki usia lanjut mungkin dapat mengindikasikan bahwa terdapat kerusakan pada saraf atau jaringan mata. Hal ini dapat mengarah ke beberapa penyakit kronis seperti, stroke, tumor otak, kanker saraf atau kanker otot. Myasthenia gravis merupakan kelainan saraf juga dapat menyebabkan kerusakan pada otot mata yang menimbulkan gejala kelopak mata menurun.

6. Mata kuning

Mata dan kulit yang berwarna kuning merupakan salah satu tanda bahwa ada masalah pada fungsi hati. Kuning pada mata atau kulit muncul akibat bilirubin yang masuk ke pembuluh darah. Bilirubin merupakan zat pewarna untuk urin yang dihasilkan oleh hati. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa hati terkena radang, infeksi, atau bahkan kanker.

7. Mata berkedut

Gejala ini merupakan gejala yang paling sering terjadi pada banyak orang dan tidak terlalu berbahaya. Mata berkedut biasanya dikaitkan dengan kelelahan, konsumsi kafein atau alkohol, dan merokok. Pada kasus yang jarang, mata berkedut juga bisa menjadi tanda dari gangguan sistem saraf, seperti multiple sclerosis. Namun bila gejala ini merupakan gejala dan tanda dari multiple sclerosis atau gangguan sistem saraf, maka akan diiringi dengan kemunculan berbagai tanda dan gejala lain, seperti susah berjalan dan berbicara.

8. Rabun senja

Jika Anda susah melihat di waktu malam, atau ketika malam penglihatan Anda menurun, mungkin Anda mengalami katarak. Gejala ini juga biasa terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Rabun senja muncul akibat kurangnya asupan vitamin A, oleh karena itu gejala ini dapat diatasi dengan asupan tinggi vitamin A, seperti ubi, bayam, hati sapi, labu, dan wortel.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit