Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Karantina mandiri membuat kulit Anda tidak tersentuh udara luar dan polusi. Jadi, kulit Anda semestinya tetap bersih, sehat, serta glowing. Akan tetapi, ternyata tidak sedikit yang mengalami masalah kulit seperti jerawat dan breakout walaupun sudah berusaha merawat kulit saat karantina di rumah.

Rutinitas Anda berubah drastis saat karantina mandiri. Anda mungkin juga mengalami perubahan pola makan, stres, dan masalah tidur. Semua perubahan ini tanpa disadari dapat memengaruhi kesehatan kulit, bahkan menjadi dalang di balik jerawat yang tiada habisnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Mengapa kulit jadi bermasalah saat karantina?

jerawat faktor keturunan

Polusi dan udara luar bukan satu-satunya faktor penyebab masalah kulit. Udara dalam rumah sering kali lebih kering dibandingkan udara luar, apalagi bila Anda memasang AC atau penghangat udara yang membuat udara berputar di situ-situ saja.

Kulit membutuhkan udara dengan kelembapan yang cukup. Bila udara di rumah terlalu kering, kulit Anda pun ikut menjadi kering dan mudah terkena masalah kulit. Biasanya, kulit yang kering lebih rentan mengalami ruam dan bisa memperparah gejala eksim.

Produk kebersihan yang Anda gunakan di rumah juga berpengaruh. Selama karantina, Anda mungkin lebih sering mandi, mencuci tangan, dan bersih-bersih rumah. Kegiatan ini membuat kulit sering terkena sabun yang bahannya belum tentu cukup lembut.

Sabun dapat mengubah pH kulit serta mengganggu lapisan pelindung kulit yang terbuat dari lemak dan karbohidrat. Lambat laun, kulit bisa kehilangan lapisan pelindungnya. Kulit pun menjadi lebih kering, mudah rusak, bahkan rentan terserang bakteri.

Terkadang, produk skincare yang Anda pakai untuk merawat kulit saat karantina juga bisa menimbulkan masalah baru. Alih-alih membuat kulit lebih sehat, rutinitas skincare yang berubah membuat kulit Anda ‘kaget’ dan malah mengakibatkan breakout.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

24,538

Terkonfirmasi

6,240

Sembuh

1,496

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Belum lagi kebiasaan memegang wajah yang muncul tanpa disadari. Ketika berada di rumah dan tidak menggunakan makeup ataupun beraktivitas, Anda akan lebih sering menyentuh wajah. Kebiasaan ini dapat membuat kulit wajah meradang dan berjerawat.

Pada beberapa orang, masalah kulit juga bisa berasal dari stres akibat pandemi, kurang bergerak, kurang tidur, dan makan sembarangan. Semua faktor ini, ditambah kulit yang kering dan meradang, membuat jerawat seakan muncul tanpa ada habisnya.

Cara merawat kulit saat karantina di rumah

obat bekas jerawat

Kulit Anda menggambarkan kesehatan Anda saat ini. Jangan sampai masa karantina yang seharusnya menjaga Anda tetap sehat malah menimbulkan masalah yang baru. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat kulit selama di rumah:

1. Menggunakan sabun yang lembut dan pelembap

Setiap sabun dirancang untuk bagian tubuh dan jenis kulit yang berbeda. Sabun untuk badan dan tangan biasanya tidak cukup lembut untuk wajah. Jadi, gunakanlah sabun khusus tangan untuk mencuci tangan, serta sabun facial wash untuk mencuci muka. 

Jangan lupa memakai pelembap setelah mandi, mencuci tangan, atau mencuci muka. Pilihlah pelembap dengan kandungan asam hialuronat (hyaluronic acid), antioksidan, atau vitamin C untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

2. Mengeksfoliasi kulit secara rutin

Merawat kulit saat karantina tidak lengkap tanpa eksfoliasi. Eksfoliasi bertujuan untuk membersihkan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori. Selain itu, eksfoliasi juga membantu produk skincare menyerap lebih baik ke dalam kulit.

Eksfoliasi bisa dilakukan dengan scrub atau menggunakan produk berbahan AHA dan BHA. Anda juga dapat membuat scrub alami dari madu dan gula pasir yang dicampur dengan air hangat. Gunakan secara teratur, setidaknya dua kali seminggu.

cara sehat karantina diri COVID-19

3. Mengelola stres

Tubuh melepaskan hormon kortisol ketika stres. Hormon ini mengacaukan kerja sistem imun dan menyebabkan peradangan, termasuk pada kulit. Stres kadang juga memicu kebiasaan menyentuh kulit tanpa sadar. Akibatnya, masalah kulit bisa bertambah parah.

Stres tidak dapat dihindari, tetapi Anda bisa mengelolanya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan beberapa cara mengelola stres selama pandemi, di antaranya:

  • Tidak menonton, membaca, atau mendengarkan berita tentang pandemi untuk sementara.
  • Melakukan kegiatan lain yang Anda nikmati.
  • Merawat diri dengan meditasi, teknik pernapasan, dan makan makanan bergizi.
  • Tetap berkomunikasi dengan orang terdekat.

4. Tidur cukup

tidur siang tekanan darah

Karantina mandiri membuat banyak orang lebih susah tidur. Padahal, kurang tidur dapat memicu pelepasan hormon kortisol, menghambat produksi kolagen, dan membuat kulit lebih kering. Kulit jadi lebih mudah mengalami breakout, reaksi alergi, dan ruam.

Sebisa mungkin, Anda perlu tidur dengan cukup apabila ingin merawat kulit saat masa karantina. Cobalah pasang alarm agar Anda tidur dan bangun pada jam yang teratur. Hindari bermain gadget sebelum tidur, serta lakukan langkah-langkah sleep hygiene.

5. Berolahraga

Olahraga membuat tubuh Anda melepaskan endorfin, yakni hormon yang menimbulkan rasa bahagia. Kegiatan ini juga menguraikan kortisol sehingga mencegah peradangan pada sekujur tubuh dan kulit Anda.

Ada banyak olahraga dalam rumah yang dapat Anda coba selama karantina. Setelah berolahraga, pastikan Anda segera mandi dan mencuci muka supaya keringat tidak menumpuk pada pori-pori kulit.

makanan nutrisi untuk memperkuat imun

6. Makan makanan yang baik untuk kulit

Makanan tertentu dapat membantu Anda merawat kulit selama karantina. Sebaliknya, ada pula jenis makanan yang perlu dibatasi karena dapat memperparah masalah kulit. Jenis makanan terbaik untuk kulit antara lain:

  • Buah-buahan berry, terutama stroberi dan blueberry
  • Sumber asam lemak omega-3, seperti salmon, biji rami, dan biji chia
  • Sayuran kaya vitamin A, seperti paprika merah, paprika kuning, dan tomat
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli
  • Cokelat hitam

Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis. Makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu naiknya hormon insulin, dan menyebabkan peradangan yang membuat masalah kulit bertambah parah.

Physical distancing dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda, tak terkecuali kulit. Meskipun kulit aman dari udara luar dan polusi, faktor-faktor seperti udara kering, produk sabun yang Anda pakai, hingga kebiasaan menyentuh wajah bisa memicu masalah kulit.

Anda dapat mengatasinya dengan kombinasi rutinitas skincare dan langkah-langkah di atas. Lengkapi dengan atur pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup kala merawat kulit saat karantina di rumah.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi di sini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Merawat Kulit Sehabis Mencuci Tangan

Mencuci tangan memang kebiasaan baik, tetapi merawat kulit setiap saat melakukannya pun tidak kalah penting agar kulit tetap bersih dan sehat. Ini caranya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Manfaat Tanaman Mugwort untuk Kesehatan Kulit

Mugwort mengandung vitamin serta senyawa antioksidan dan antiradang sehingga memiliki manfaat bagi kesehatan kulit. Apa saja manfaat tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting 14/03/2020

Direkomendasikan untuk Anda

obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
glass skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020
kulit rusak saat puasa

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
manfaat minyak biji rosehip

8 Manfaat Minyak Rosehip untuk Kecantikan Kulit

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020