Fungsi Produk Skin Care dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kehadiran produk perawatan kulit alias skin care berperan besar dalam mewujudkan kulit tubuh dan wajah yang sehat menawan. Produk-produk ini bekerja dengan cara yang beragam sesuai masalah kulit, mulai dari melembapkan, memberikan nutrisi, hingga melindungi lapisan teratas kulit dari risiko kerusakan.

Cara kerja dan bahan-bahan aktif dalam skin care pun terus dikembangkan dari waktu ke waktu sehingga variasinya semakin banyak. Pemilik kulit normal, kombinasi, bahkan sensitif pun kini dapat menemukan rangkaian skin care yang diperuntukkan khusus bagi kulitnya.

Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai produk skin care sesuai jenis kulit, sebenarnya apa saja produk-produk perawatan kulit dasar yang sebaiknya digunakan tiap orang?

Bahan-bahan aktif dalam produk skin care

skin care tidak bekerja

Bahan-bahan aktif yang dimaksud dalam produk skin care adalah bahan-bahan yang bekerja langsung untuk mengatasi masalah kulit penggunanya. Bahan-bahan ini telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat atau efek tertentu pada kulit.

Setiap produk skin care memiliki bahan aktif yang berbeda-beda. Bahkan, produk skin care alami pun mengandung bahan aktifnya sendiri. Zat-zat tersebutlah yang membuat suatu produk skin care bisa bekerja dengan ampuh.

Kekuatan suatu bahan aktif umumnya ditentukan oleh konsentrasinya dan apakah zat tersebut merupakan zat bebas atau resep dokter. Contohnya, bahan aktif dalam krim jerawat yang dibeli bebas mungkin tidak sekuat krim jerawat dari dokter.

Ada banyak sekali jenis bahan aktif yang digunakan dalam produk perawatan kulit dan wajah. Berikut adalah beberapa yang paling umum.

1. AHA, BHA, dan PHA

AHA, BHA, dan PHA merupakan kelompok asam yang memiliki fungsi utama untuk mengelupas sel kulit mati. Ketiganya bisa ditemukan dalam berbagai produk seperti toner, sabun cuci muka, eksfoliator, serum, hingga masker dan body lotion.

AHA (alpha-hydroxy acid) sering dicantumkan sebagai glycolic acid, lactic acid, citric acid, dan masih banyak lagi. Produk ini paling cocok untuk pemilik kulit kering atau kulit yang bermasalah dengan jerawat, warna tidak merata, dan tanda-tanda penuaan.

Kendati ampuh, AHA dapat menimbulkan iritasi bila digunakan secara berlebihan atau bersamaan dengan beberapa eksfoliator lain. Guna mencegah hal ini, Anda sebaiknya memilih produk perawatan kulit dengan kandungan AHA kurang dari 10 persen

PHA (polyhydroxy acid) juga dapat menjadi alternatif bagi orang yang sensitif terhadap AHA. Zat ini memiliki manfaat yang sama dengan AHA, tapi molekulnya yang besar tidak bisa menembus bagian dalam kulit sehingga risiko iritasi pun lebih kecil.

Sementara untuk pemilik kulit berminyak, BHA (beta-hydroxy acid) adalah eksfoliator yang tepat. Zat yang sering dicantumkan sebagai salicylic acid ini mampu mengatasi masalah jerawat, membersihkan kulit, dan meratakan rona kulit.

Konsentrasi BHA yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah kulit adalah 0,5-5 persen. Walaupun kemungkinan iritasinya lebih kecil dibandingkan AHA, BHA tetap bisa menyebabkan iritasi kulit bila digunakan secara berlebihan.

2. Retinol

Retinol atau retinoid adalah zat yang terbuat dari vitamin A. Anda dapat menemukan retinol dalam produk perawatan kulit dengan nama tretinoin, adapalene, tazarotene, alitretinoin, dan bexarotene. Semuanya memiliki fungsi yang sama.

Skin care mengandung retinol umumnya digunakan untuk mengatasi jerawat dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Selain itu, retinol juga mengurangi kelebihan minyak pada kulit, mencegah keriput, serta mengobati kutil.

3. Niacinamide

Niacinamide adalah sejenis vitamin B3. Biasanya, niacinamide terdapat dalam produk perawatan kulit dan wajah berbentuk serum. Senyawa ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit, tapi manfaat terbesarnya mungkin dirasakan oleh pemilik kulit berminyak.

Niacinamide membantu membentuk keratin, yakni protein yang membuat kulit sehat dan lembut. Senyawa ini juga menjaga lapisan pelindung kulit, mengurangi kelebihan minyak, mencegah kerusakan akibat sinar matahari, dan menunda penuaan kulit.

4. Centella asiatica (daun pegagan)

Daun pegagan banyak digunakan dalam produk perawatan wajah berkat kandungan bioaktifnya. Tanaman berbentuk kipas ini berperan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, hingga antiulcer yang membantu mengatasi luka.

Manfaat utamanya dalam perawatan kulit adalah meningkatkan produksi kolagen yang merupakan fondasi utama kulit agar tetap elastis. Kulit pun lebih cepat pulih dari bekas luka dan stretch mark serta terlindung dari penuaan dini.

5. Hyaluronic acid

Hyaluronic acid atau asam hialuronat merupakan zat bening dalam jaringan kulit yang secara alamiah dibentuk oleh tubuh. Fungsi utamanya adalah melumasi jaringan kulit sehingga kulit tetap lembap dan lentur.

Manfaat asam hialuronat dalam rangkaian skin care pun tidak jauh berbeda. Produk mengandung senyawa ini membantu mengurangi kerutan pada wajah, melembapkan kulit, dan memperbaiki kulit yang terbakar matahari.

6. Alpha arbutin

Alpha arbutin adalah versi sintetis dari zat yang disebut hydroquinone. Alpha arbutin terbuat dari berbagai jenis tanaman dan buah-buahan, seperti tanaman bearberry, blueberry, cranberry, kulit pir, serta gandum.

Zat ini bersifat mudah larut air sehingga manfaatnya pun lebih mudah menyerap dalam kulit. Manfaat alpha arbutin antara lain mencerahkan wajah tanpa menyebabkan iritasi, mengurangi flek hitam, dan memudarkan noda gelap bekas jerawat pada kulit.

Fungsi dan urutan dasar penggunaan produk perawatan kulit

skincare pagi untuk bekas jerawat

Setiap produk skin care memiliki fungsi tersendiri. Satu produk yang sama pun dapat dibagi lagi sesuai jenis kulit setiap orang dan masalah yang dialaminya. Ini sebabnya Anda akan mudah menemukan puluhan varian produk saat berburu skin care.

Meski demikian, sebenarnya ada tahapan skin care secara umum yang dapat diikuti setiap orang dengan jenis dan masalah kulit apa pun. Setelah memahami tahapannya, akan lebih mudah untuk mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Berikut urutan pemakaian skin care dasar yang perlu Anda lakukan untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit.

1. Mencuci muka

Ini adalah langkah pertama yang wajib Anda lakukan sebelum memakai produk lain. Mencuci muka membuka pori-pori, melembutkan kulit, dan membuat kulit bersih dari kotoran sehingga kulit bisa menyerap produk selanjutnya dengan lebih baik.

Ingin wajah Anda lebih bersih dan lembut? Coba bersihkan muka dengan dua tahapan double cleansing. Tahap pertama adalah membersihkan muka dengan pembersih wajah atau makeup remover, dan tahap kedua adalah mencuci muka dengan sabun.

2. Eksfoliasi

Eksfoliasi adalah pengangkatan sel-sel kulit mati pada lapisan terluar kulit. Tanpa eksfoliasi, sel kulit mati yang menumpuk akan membuat kulit kusam dan ditumbuhi komedo. Perawatan ini biasanya hanya dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu.

Ada dua cara eksfoliasi, yakni mekanik dan kimiawi. Eksfoliasi mekanik dilakukan dengan scrub, sikat, kristal gula atau garam, serta spons. Sementara itu, eksfoliasi kimiawi menggunakan zat kimia seperti AHA, BHA, dan PHA.

3. Toner

Toner merupakan cairan yang mengandung bahan aktif untuk mengatasi masalah kulit tertentu. Setiap jenis toner dapat memberikan efek yang beragam, tergantung bahan aktif yang terkandung di dalamnya.

Sebagian besar toner membantu melembapkan kulit sehingga kulit dapat menyerap bahan aktif dalam produk lain dengan lebih baik. Namun, ada pula toner yang mampu menyeimbangkan pH kulit, mengencangkan pori-pori, dan mengatasi jerawat.

4. Masker

Seperti halnya eksfoliasi, masker wajah tidak wajib digunakan setiap hari. Anda dapat menyesuaikannya dengan tujuan perawatan ataupun masalah kulit yang ingin diatasi, entah itu melembapkan kulit, mencegah komedo, dan lain-lain.

Masker wajah tersedia dalam beragam bentuk, baik yang alami seperti masker madu maupun sintetis seperti sheet mask mengandung bahan aktif. Penggunaannya dapat disesuaikan dari satu kali hingga maksimum tiga kali seminggu.

5. Serum

Serum merupakan gel bening bertekstur ringan dan bebas minyak. Produk perawatan ini mengandung sejumlah bahan aktif, umumnya berbagai vitamin, retinol, atau ekstrak tanaman tertentu.

Serum dapat menembus ke bagian terdalam kulit dengan mudah dan merata. Oleh sebab itu, penggunaan serum biasanya bertujuan untuk mengatasi masalah kulit yang lebih spesifik, seperti jerawat, flek hitam, atau kulit kusam.

6. Essence

Essence memiliki kegunaan yang hampir sama dengan serum, tapi teksturnya lebih encer dan ringan bagi kulit. Essence juga berfungsi untuk meningkatkan penyerapan produk-produk selanjutnya yang akan digunakan pada kulit.

Meskipun fungsinya mirip, banyak ahli merekomendasikan pemakaian essence lebih dulu sebelum serum karena teksturnya lebih ringan. Anda bisa memakainya langsung setelah toner, dua kali sehari pada pagi dan malam hari.

7. Pelembap

Ini adalah produk perawatan kulit dan wajah yang tidak boleh ketinggalan. Pemilik kulit kering, normal, atau berminyak sekalipun tetap membutuhkan pelembap karena tahap inilah yang akan menjaga sel-sel kulit dari kerusakan dan iritasi.

Kulit hanya bisa menjalankan fungsinya dengan baik ketika kondisinya lembap. Bila kulit cukup lembap, lapisan pelindungnya akan cukup kuat untuk melawan serangan kuman, kekeringan, hingga kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Kulit dengan tipe berminyak saja belum tentu lembap di bagian dalam sehingga tetap memerlukan pelembap, apalagi kulit kering atau sensitif yang lebih rawan mengalami pecah-pecah dan kerusakan.

Jadi, pakailah pelembap yang disesuaikan dengan jenis kulit Anda. Oleskan secara merata setiap pagi dan malam, terutama setelah mandi ketika kulit masih setengah lembap. Ini adalah cara terbaik untuk melindungi kulit dengan masalah apa pun.

8. Tabir surya

Sudah bukan rahasia lagi bahwa paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Bahkan, kulit yang tidak terlindung berisiko lebih tinggi mengalami penuaan dini dan kanker.

Tabir surya berupa sunblock dan sunscreen bisa melindungi kulit dari risiko tersebut. Keduanya memiliki fungsi yang mirip. Bedanya, sunscreen bekerja seperti tirai yang menyaring sinar matahari, sedangkan sunblock memantulkannya.

Sunblock biasanya bertekstur lebih kental dan dapat digunakan untuk seluruh bagian tubuh. Sementara itu, sunscreen cenderung ringan sehingga cocok digunakan untuk kulit wajah yang lebih tipis.

Mengingat banyaknya ragam produk perawatan kulit dan wajah, mungkin tidak mudah bagi Anda untuk mengikuti semua tahapan penggunaannya. Maka dari itu, Anda bisa mengawalinya dengan mengikuti tahapan di atas.

Pada akhirnya, setiap orang mempunyai kebutuhan perawatan yang berbeda. Dengan mencoba setiap tahapan skin care, Anda dapat mengetahui produk apa yang paling Anda butuhkan sehari-hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Beberapa orang merasa tenang mencium bau tanah yang menguar setelah hujan turun. Ternyata, ada alasan ilmiah di balik itu. Ini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Kesehatan ibu hamil perlu dijaga dengan baik agar tidak memengaruhi kondisi janin. Lalu, apakah ada pengaruh TBC pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Batuk, Health Centers 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri kulit sensitif

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
moisturizer dulu atau sunscreen

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit