Dermatitis seboroik adalah peradangan pada kulit kepala yang menyebabkan kulit kering dan mengelupas, sehingga muncul serpihan kulit mati mirip ketombe. Keduanya juga sama-sama bikin kulit kepala gatal. Jadi, apa bedanya ketombe dan dermatitis seboroik?

Penyebab dermatitis seboroik adalah infeksi jamur, begitu juga ketombe

Penyebab paling umum dari ketombe adalah infeksi jamur Malassezia yang menyerang kulit kepala, sehingga terjadi pengelupasan kulit secara berlebihan. Banyak ahli berpendapat bahwa ketombe adalah bagian dari gejala dermatitis seboroik yang paling ringan.

Itu sebabnya karakteristik gejala ketombe (Pityriasis capitis) dan dermatitis seboroik adalah sama. Yang membedakan keduanya hanyalah lokasi dan tingkat keparahannya.

Cara membedakan gejala ketombe dan dermatitis seboroik

Lokasi utama ketombe terpusat hanya di daerah kulit kepala. Serpihan serbuk putih yang biasa Anda lihat di pundah atau puncak kepala adalah kerak kulit mati kepala. Ketombe biasanya menyebabkan kulit kepala gatal, tapi tidak disertai tanda-tanda peradangan seperti kulit kemerahan.

Sementara itu, dermatitis seboroik tidak hanya terjadi pada kulit kepala saja. Gejala dermatitis seboroik biasanya terjadi pada area kulit yang berminyak, seperti wajah (terutama daerah alis), belakang telinga, punggung, sampai dada bagian atas. Sama seperti ketombe, dermatitis seboroik juga mengakibatkan gatal-gatal dan serpihan mirip ketombe, namun juga disertai dengan tanda peradangan sehingga kulit terlihat berwarna kemerahan, kasar, dan kering. Ciri dermatitis seboroik lainnya adalah kulit kering berwarna putih kekuningan dan terlihat berminyak.

Apakah pengobatan keduanya sama?

Tentu tidak. Meski bisa disebabkan oleh hal yang sama, yaitu infeksi jamur, dermatitis seboroik dan ketombe membutuhkan penanganan yang berbeda.

Cara mengobati ketombe yang paling umum adalah dengan sering keramas menggunakan sampo antiketobe yang mengandung asam salisilat, selenium, belerang, serta zinc. Anda juga disarankan untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan hairspray, gel rambut, atau produk penataan rambut lainnya untuk sementara waktu sampai ketobe benar-benar sembuh.

Sedangkan pengobatan dermatitis seboroik umumnya lebih melibatkan krim antijamur kortikosteroid atau ketoconazole.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca