10 Penyebab Kulit Ketiak Anda Menghitam

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kulit ketiak hitam kadang menyebabkan rendahnya rasa percaya diri. Hal yang menyebabkan kulit ketiak menghitam terkadang tidak kita sadari, padahal mungkin penyebab tersebut sering kita lakukan. Berbeda dengan kulit lain pada tubuh yang biasanya menghitam karena bekas luka atau terbakar matahari, penyebab kulit ketiak menghitam ternyata tidak sama.

Apa saja penyebab kulit ketiak hitam?

1. Beberapa deodoran dan antiperspirant

Beberapa orang mengemukakan bahwa terdapat deodoran dan antiperspirant yang menyebabkan menghitamnya kulit ketiak. Faktanya, ketika mereka berhenti menggunakan deodoran tersebut, terjadi perubahan warna pada ketiak mereka. Meskipun hal tersebut jarang terjadi, namun ada kemungkinan terdapat beberapa komposisi yang menyebabkan menghitamnya kulit ketiak.

2. Acanthonis nigricans

Ini adalah suatu kondisi kesehatan yang dapat membuat hitam kulit ketiak, selangkangan, leher, siku, lutut, buku jari, ataupun pada lipatan kulit. Acanthonis nigricans dapat terjadi pada pria maupun wanita, namun kondisi ini kebanyakan terjadi pada orang yang berkulit gelap dan memiliki obesitas. Hal tersebut berkaitan dengan gangguan produksi insulin dan kelenjar yang mempengaruhi penderita pra-diabetes, diabetes, ataupun mereka yang memiliki kemungkinan diabetes.

3. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi bisa membuat perubahan warna pada ketiak, pangkal paha, selangkangan, dan area leher menghitam. Hal tersebut terjadi ketika kulit Anda memproduksi melanin, meski biasanya cukup jarang mempengaruhi ketiak.

4. Infeksi bakteri

Erythrasma, infeksi bakteri yang disebabkan oleh corynebacterium minutissimum, menyebabkan adanya bercak coklat kemerahan yang sedikit besisik dengan batas yang tegas. Bercak tersebut terasa agak gatal dan umumnya muncul saat cuaca hangat. Anda akan memiliki kemungkinan lebih besar menderita infeksi ini jika memiliki berat berlebih atau diabetes.

5. Masa kehamilan

Beberapa wanita mengalami ketiak menghitam ketika hamil. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang dapat meningkatkan produksi melanin, khususnya estrogen yang meningkatkan produksi melanosit, sel yang memproduksi melanin. Ketiak menghitam pada masa kehamilan merupakan masalah musiman yang tidak hanya menyebabkan warna kulit tidak merata, tetapi juga menghitamnya ketiak, hidung, dan bibir atas.

6. Pakaian ketat, banyaknya sentuhan dan gesekan

Ketika ketiak menggesek sesuatu, hyperkeratosis atau kulit menebal mungkin terjadi sebagai sarana pencegahan tubuh terhadap iritasi gesekan, yaitu hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

7. Mencukur

Mencukur merupakan penyebab umum ketiak menghitam. Mencukur tidak bisa mencabut rambut ketiak dari akarnya. Folikel rambut tetap masih terlihat di bawah permukaan ketiak ketika bercukur. Rambut di bawah permukaan kulit akan membuat kulit seolah-olah terlihat lebih gelap, mirip seperti pria yang mencukur wajah mereka.

8. Kumpulan sel kulit mati

Terdapat ribuan lipatan kulit di ketiak yang dikenal sebagai “bukit dan lembah”. Oleh karena itu, ketiak biasanya terlihat dalam. Selain itu, karena kurangnya perawatan, sel-sel kulit ketiak akan kering, pecah-pecah atau mati. Kulit yang mati akan terlihat lebih gelap.

9. Smoker’s melanosis

Ini adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh merokok tembakau. Dalam kasus ini, hiperpigmentasi disebabkan oleh rokok. Bercak hitam muncul di area ketiak selama merokok berlanjut. Ketika Anda berhenti merokok, bercak tersebut akan hilang dengan sendirinya.

10. Krim pencukur rambut

Krim pencukur rambut cenderung dipakai untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan secara halus. Namun, krim ini juga mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan menghitamnya ketiak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penuaan

Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit