home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Penyebab Kulit Ketiak Hitam, Mana yang Anda Alami?

9 Penyebab Kulit Ketiak Hitam, Mana yang Anda Alami?

Area lipatan kulit seperti belakang lutut, selangkangan, dan khususnya ketiak sering kali tampak lebih gelap dari bagian tubuh lainnya. Berbeda dengan area kulit lainnya yang biasanya menghitam karena bekas luka atau terbakar matahari, penyebab ketiak hitam justru bisa berasal dari kondisi medis tertentu atau kebiasaan sehari-hari.

Apa saja berbagai kondisi dan kebiasaan tersebut?

Berbagai penyebab ketiak hitam

cara menghilangkan ketiak hitam

Kulit pada area lipatan umumnya lebih tebal dan lembap. Area ini juga mempunyai lebih banyak kelenjar keringat dan pori-pori sehingga lebih rentan mengalami masalah kulit, termasuk perubahan warna kulit menjadi lebih gelap.

Berikut berbagai faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

1. Pemakaian deodoran

Deodoran meningkatkan keasaman (pH) ketiak untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Namun, produk ini mengandung alkohol, paraben, serta berbagai zat kimia lain yang dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada kulit ketiak.

Seiring waktu, peradangan dan iritasi pada kulit membuat ketiak tampak lebih tebal dan menghitam. Jika penyebab ketiak Anda hitam berasal dari deodoran, ada baiknya Anda menghentikan pemakaian produk ini dan beralih menggunakan deodoran alami.

2. Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans merupakan kondisi kesehatan yang membuat lipatan dan lekukan kulit penderitanya tampak menghitam. Perubahan warna kulit biasanya terlihat pada ketiak, leher, lutut, selangkangan, siku, atau buku-buku jari.

Melansir laman Mayo Clinic, berikut sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebabnya.

  • Resistensi insulin, yakni kondisi ketika sel tubuh tidak merespons hormon insulin dan tidak bisa mengubah glukosa menjadi energi.
  • Gangguan hormon, misalnya akibat kelenjar tiroid yang kurang aktif, gangguan kelenjar adrenal, atau kista ovarium.
  • Pertumbuhan jaringan kanker pada organ-organ internal.
  • Penggunaan suplemen niasin dosis tinggi, pil KB, atau obat kortikosteroid.

3. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi merupakan salah satu penyebab kulit ketiak hitam yang paling umum. Kondisi ini terjadi apabila kulit Anda memiliki kelebihan pigmen melanin. Pigmen yang menumpuk lantas menimbulkan bintik-bintik atau bercak kecokelatan pada kulit.

Selain ketiak, hiperpigmentasi juga dapat terlihat pada lipatan kulit lainnya seperti leher, selangkangan, dan pangkal paha. Kondisi ini tidaklah berbahaya, tapi beberapa orang mungkin jadi kurang menyukai warna kulitnya yang tidak merata.

4. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri Corynebacterium minutissimum pada kulit dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai erythrasma. Ciri-ciri utamanya yakni munculnya bercak cokelat kemerahan yang sedikit bersisik dengan tepi yang jelas.

Bercak tersebut terasa agak gatal dan umumnya muncul saat cuaca hangat. Siapa pun dapat mengalami erythrasma, tapi Anda lebih rentan mengalami infeksi ini jika memiliki berat berlebih atau menderita penyakit diabetes.

5. Kehamilan

Perubahan pada tubuh selama kehamilan ternyata juga menjadi penyebab ketiak hitam. Pada masa-masa tertentu kehamilan, produksi hormon estrogen akan meningkat. Hal ini memicu peningkatan produksi melanosit, yakni sel yang menghasilkan melanin.

Masalah kulit musiman ini bahkan tidak hanya terjadi pada ketiak, tapi juga hidung, bibir atas, serta puting payudara. Warna kulit biasanya kembali normal setelah persalinan, tapi ada juga yang mengalaminya secara permanen.

6. Pakaian ketat

Gesekan antara kulit ketiak dengan pakaian yang ketat dapat memicu peradangan dan iritasi kulit. Untuk melindungi diri dari iritasi, tekanan, dan gesekan terus-menerus, kulit Anda akan mempertebal lapisan terluarnya yang mengandung protein keratin.

Meskipun bermanfaat, mekanisme perlindungan diri ini lama-kelamaan dapat menjadi penyebab ketiak hitam. Cara terbaik untuk mengatasinya ialah dengan menggunakan pakaian yang longgar dan tidak menimbulkan gesekan pada kulit.

7. Terlalu sering mencukur ketiak

mencegah iritasi mencukur ketiak

Mencukur ketiak memang bisa menghilangkan rambut-rambut yang mengganggu. Akan tetapi, mencukur tidak akan mencabut rambut ketiak dari akarnya. Folikel rambut tetap masih terlihat di bawah permukaan sehingga membuat kulit tampak lebih gelap.

Beberapa orang juga kerap memakai krim cukur untuk menghilangkan rambut ketiak yang tidak diinginkan. Sayangnya, krim cukur juga mengandung berbagai bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan mengubah warnanya menjadi gelap.

8. Kumpulan sel kulit mati

Lekukan ketiak biasanya tampak lebih dalam karena area ini terdiri atas banyak sekali lipatan kulit. Jika Anda tidak membersihkan ketiak dan melakukan scrubbing secara rutin, kumpulan sel kulit mati bisa menumpuk dan meninggalkan kesan kulit kusam.

Kurangnya perawatan kulit juga bisa membuat kulit ketiak tampak kering, pecah-pecah, atau mati. Hal inilah yang menjadi penyebab ketiak hitam dan kusam. Oleh sebab itu, jangan lupa bersihkan ketiak Anda dan lakukan scrubbing badan secara rutin.

9. Smoker’s melanosis

Kebiasaan merokok dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda, termasuk memengaruhi tampilan kulit. Salah satu efek rokok terhadap kulit yang cukup umum ialah smoker’s melanosis, yakni hiperpigmentasi yang dipicu oleh rokok.

Bercak-bercak hitam akan terus muncul pada area ketiak selama Anda tetap merokok. Ketika Anda berhenti merokok, bercak tersebut akan hilang dengan sendirinya. Warna kulit biasanya baru akan kembali setelah 36 bulan seseorang berhenti merokok.

Penyebab kulit ketiak hitam ternyata jauh lebih rumit dari sekadar salah pilih deodoran. Kondisi medis dan kebiasaan tertentu pun bisa menjadi dalang di balik kondisi ini. Maka dari itu, Anda perlu mengenali penyebab perubahan warna pada ketiak Anda untuk bisa mengatasinya dengan tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Melasma: Diagnosis and Treatment. (n.d.). Retrieved 4 May 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/melasma-treatment#treatment

Acanthosis nigricans. (2020). Retrieved 4 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acanthosis-nigricans/symptoms-causes/syc-20368983

Hyperpigmentation. (n.d.). Retrieved 4 May 2021, from https://www.aocd.org/page/Hyperpigmentation

Hyperkeratosis. (2019). Retrieved 4 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/hyperkeratosis-a-to-z

Is Deodorant Harmful for Your Health?. (2019). Retrieved 4 May 2021, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2019/june/deodorant

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 04/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro