home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Salah satu cara untuk mengatasi masalah bau badan adalah dengan memakai deodoran. Meski begitu, memilih produk deodoran yang cocok memang bukan perkara mudah, terutama kalau Anda memiliki kulit yang sensitif. Kandungan bahan kimia yang cukup tinggi terkadang bisa membuat kulit teriritasi. Nah, agar lebih aman, coba cara membuat deodoran alami yang bisa Anda lakukan di rumah.

Bahan-bahan serta cara membuat deodoran alami

Deodoran bisa dibuat dari bahan-bahan alami dan cukup ampuh mengurangi bau tak sedap dari ketiak.

Selain mengurangi risiko iritasi kulit ketiak, Anda pun bisa menghemat pengeluaran untuk menjaga kebersihan diri sekaligus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ada banyak bahan-bahan alami yang diyakini efektif menggantikan deodoran yang biasa dijual di pasaran.

Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa bahan-bahan alami tersebut belum tentu mengurangi produksi keringat di ketiak.

Pasalnya, keringat basah hanya bisa diatasi dengan kandungan antiperspiran pada deodoran biasa.

Jadi, berbeda dengan antiperspiran (antiperspirant), deodoran alami hanya membantu mengurangi bau tak sedap dari ketiak.

Mari berkenalan terlebih dahulu dengan bahan-bahan tersebut serta memahami bagaimana cara membuat deodoran alami.

1. Minyak kelapa murni

minyak kelapa memengaruhi testosteron

Bahan pertama untuk membuat deodoran alami ini adalah minyak kelapa murni (virgin coconut oil) berbentuk padat.

Minyak kelapa ini berfungsi untuk menghaluskan serta melembapkan kulit ketiak Anda. Ini berkat kandungan lemaknya yang tinggi, terutama asam laurat.

Selain itu, minyak kelapa bisa menghambat tumbuhnya bakteri akibat produksi keringat berlebih di daerah ketiak.

Menurut sebuah artikel dari Cell Transplantation, asam laurat juga dapat menghambat perkembangan bakteri.

Untuk membuat deodoran alami dari minyak kelapa, berikut adalah bahan yang perlu Anda persiapkan:

  • 1/3 cangkir atau 43 g minyak kelapa,
  • 32 g baking soda,
  • 32 g tepung pati, dan
  • 6-10 tetes minyak esensial (sesuai selera).

Ikuti langkah-langkah berikut sebagai cara membuat deodoran dari minyak kelapa.

  1. Campurkan baking soda dan tepung pati.
  2. Masukkan minyak kelapa, campurkan hingga halus.
  3. Tambahkan minyak esensial sesuai selera.
  4. Simpan campuran tersebut di dalam toples kaca.
  5. Untuk menggunakannya, ambil sedikit dengan jari lalu oleskan di ketiak Anda.

2. Baking soda

6 manfaat baking soda untuk kecantikan

Selain untuk membuat kue, Anda juga bisa memanfaatkan baking soda untuk membuat deodoran alami, lho!

Baking soda alias natrium bikarbonat telah dipercaya sejak lama untuk menyerap bau yang tak sedap.

Tak mengherankan jika bahan rumahan yang satu ini bisa diolah menjadi deodoran.

Sebuah studi dari Waste Management meneliti kemampuan baking soda dalam menghilangkan bau.

Dari studi tersebut, ditemukan bahwa 50 g (gram) baking soda yang disebar di bawah tempat sampah dapat menyerap 70% dari bau sampah.

Tak hanya itu saja, kandungan natrium bikarbonat juga berpotensi menghentikan perkembangan bakteri.

Untuk membuat deodoran dari baking soda, berikut cara yang perlu Anda lakukan.

  1. Campurkan baking soda dengan air hangat secukupnya.
  2. Aduk campuran tersebut hingga mengental.
  3. Oleskan campuran air dan baking soda ke area ketiak setelah mandi.
  4. Biarkan mengering, lalu Anda bisa mengenakan pakaian seperti biasa.

Kendati demikian, belum ada studi yang meneliti bagaimana efek serta keamanan baking soda saat diaplikasikan ke kulit.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki kulit yang sensitif, sebaiknya lakukan tes terlebih dahulu dengan mengoleskan campuran baking soda tadi ke punggung tangan.

Apabila kulit Anda menunjukkan reaksi alergi atau iritasi, sebaiknya hindari pemakaian baking soda sebagai deodoran.

3. Tea tree oil

menghilangkan ketombe

Jika Anda bermasalah dengan jerawat, Anda mungkin sudah akrab dengan tea tree oil sebagai obat alami jerawat.

Namun, pernahkah terlintas di pikiran bahwa bahan alami yang satu ini juga bisa digunakan sebagai deodoran?

Tea tree oil memiliki kandungan senyawa yang bersifat antibakteri. Artinya, bahan alami ini mampu menghambat perkembangan bakteri penyebab bau badan atau ketiak.

Lebih rincinya, ada kandungan terpinen-4-ol di dalam tea tree oil yang memiliki sifat antibakteri, terutama dalam melawan bakteri P. acnes dan Staphylococcus.

Untuk memakainya sebagai deodoran alami, Anda hanya perlu mengoleskan sedikit tea tree oil ke kulit ketiak.

Jika kulit Anda termasuk sensitif, sebaiknya coba dulu tea tree oil di permukaan tangan sebelum digunakan langsung di ketiak.

Itulah tadi beberapa bahan utama yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat deodoran alami. Selamat mencoba!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to make natural deodorant – Gundersen Health System. (n.d.). Retrieved March 10, 2021, from https://www.gundersenhealth.org/health-wellness/be-well/how-to-make-natural-deodorant/ 

Tea tree oil – Mayo Clinic. (2020). Retrieved March 10, 2021, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-tea-tree-oil/art-20364246 

Farha, M., French, S., Stokes, J., & Brown, E. (2017). Bicarbonate Alters Bacterial Susceptibility to Antibiotics by Targeting the Proton Motive Force. ACS Infectious Diseases, 4(3), 382-390. https://doi.org/10.1021/acsinfecdis.7b00194

Lee, C., Chen, L., Chen, L., Chang, T., Huang, C., Huang, M., & Wang, C. (2013). Correlations of the components of tea tree oil with its antibacterial effects and skin irritation. Journal Of Food And Drug Analysis, 21(2), 169-176. https://doi.org/10.1016/j.jfda.2013.05.007

Kabara, J., Swieczkowski, D., Conley, A., & Truant, J. (1972). Fatty Acids and Derivatives as Antimicrobial Agents. Antimicrobial Agents And Chemotherapy, 2(1), 23-28. https://dx.doi.org/10.1128%2Faac.2.1.23

Matsue, M., Mori, Y., Nagase, S., Sugiyama, Y., Hirano, R., & Ogai, K. et al. (2019). Measuring the Antimicrobial Activity of Lauric Acid against Various Bacteria in Human Gut Microbiota Using a New Method. Cell Transplantation, 28(12), 1528-1541. https://dx.doi.org/10.1177%2F0963689719881366

Qamaruz-Zaman, N., Kun, Y., & Rosli, R. N. (2015). Preliminary observation on the effect of baking soda volume on controlling odour from discarded organic waste. Waste management (New York, N.Y.), 35, 187–190. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2014.09.017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x