Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Eritrasma, Penyakit Kulit Akibat Infeksi Bakteri pada Lipatan Tubuh

Eritrasma, Penyakit Kulit Akibat Infeksi Bakteri pada Lipatan Tubuh

Lipatan tubuh rentan mengalami bercak kemerahan dan gatal. Kondisi ini bisa saja disebabkan infeksi bakteri pada kulit yang dikenal sebagai eritrasma. Ketahui penyebab, gejala, dan langkah pengobatan untuk penyakit infeksi kulit ini.

Apa itu eritrasma?

Eritrasma (erythrasma) adalah penyakit kulit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini memengaruhi bagian lipatan tubuh (intertriginosa), seperti selangkangan, ketiak, dan antara jari-jari kaki.

Erythrasma lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah beriklim hangat dan lembap, memiliki kebersihan buruk, mengalami produksi keringat berlebih, obesitas, diabetes, dan orang berusia lanjut.

Gejala awal penyakit kulit ini adalah bercak merah muda dan bersisik yang terlihat jelas pada bagian lipatan tubuh. Terkadang, kondisi ini disertai kulit gatal dan sensasi terbakar.

Pengobatan eritrasma bergantung tingkat keparahan kondisinya. Dalam kebanyakan kasus, penyakit kulit ini bisa dengan mudah diobati dengan antibiotik topikal atau oral.

Seberapa umum kondisi ini?

Dikutip dari Medscape, sekitar 4% kasus eritrasma dilaporkan di seluruh dunia. Infeksi ini lebih sering terjadi di daerah subtropis dan tropis yang beriklim hangat dan lembap.

Eritrasma memengaruhi pria dan wanita dewasa. Akan tetapi, penyakit kulit ini diperkirakan lebih sering terjadi di selangkangan pria dan antara jari-jari kaki wanita.

Sementara itu, bayi dan anak-anak lebih jarang terkena kondisi ini. Namun, risiko terkena eritrasma mungkin akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Tanda dan gejala eritrasma

mengatasi ketiak gatal

Perubahan pada kulit bisa menjadi tanda dan gejala eritrasma yang bisa Anda amati. Berbagai kondisi ini umumnya meliputi:

  • bercak merah muda atau kecokelatan,
  • keriput dan bersisik,
  • kulit terasa lebih lembut, dan
  • kulit pecah-pecah, terutama pada kaki.

Penyakit kulit ini terjadi kronis atau jangka panjang karena tidak menimbulkan gejala apa pun. Meski begitu, rasa gatal ringan dan sensasi terbakar bisa muncul sewaktu-waktu.

Selangkangan, ketiak, dan antara jari-jari kaki merupakan bagian-bagian lipatan tubuh yang lebih sering mengalami eritrasma.

Meski begitu, bagian lipatan tubuh lain juga bisa terpengaruh, seperti bawah payudara, antara bokong, atau sekitar pusar.

Berdasarkan lokasi kemunculan gejalanya, erythrasma bisa dibedakan dalam tiga jenis berikut ini.

  • Intertriginous erythrasma: ruam kulit berwarna merah muda atau cokelat bersisik pada bagian lipatan tubuh, termasuk selangkangan, ketiak, bawah payudara, dan pusar.
  • Interdigital erythrasma: bersisik dan pecah-pecah pada sela-sela jari kaki tanpa gejala apapun, lebih umum terjadi antara jari ketiga, keempat, dan kelima kaki.
  • Generalised/disciform erythrasma: ruam menyebar ke batang tubuh melampaui bagian lipatan tubuh, paling umum terlihat pada penyandang diabetes melitus.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit bila mengalami ruam kemerahan terutama pada bagian lipatan tubuh yang menandakan eritrasma.

Pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter akan membantu menentukan penyebab dan langkah penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi infeksi.

Penyebab erythrasma

Erythrasma disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium minutissimum (C. minutissimum).

Bakteri C. minutissimum sebenarnya mampu dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh. Namun pada kondisi tertentu, bakteri dapat berkembang lebih cepat dan menimbulkan infeksi.

Lipatan tubuh yang hangat dan lembap merupakan lingkungan ideal untuk pertumbuhan bakteri. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh sulit untuk melawan infeksi bakteri.

Siapa yang lebih berisiko mengalami kondisi ini?

Eritrasma memengaruhi segala kelompok usia. Akan tetapi, Anda lebih mungkin mengalami penyakit kulit ini bila memiliki faktor-faktor risiko, termasuk:

  • tinggal di iklim tropis atau subtropis yang lembap,
  • keringat berlebihan (hiperhidrosis),
  • kebersihan yang buruk
  • penghalang kulit yang halus
  • kegemukan dan obesitas,
  • diabetes melitus,
  • berusia lebih tua,
  • mengalami gangguan imunitas, seperti HIV/AIDS, dan
  • minum obat penekan respon imun (imunosupresan).

Selain itu, orang yang tinggal bersama orang yang terinfeksi lebih berisiko terkena erythrasma, misalnya pada asrama mahasiswa, panti jompo, dan barak pengungsian.

Diagnosis erythrasma

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik saat mendiagnosis eritrasma.

Karena gejala yang ditimbulkan hampir sama seperti penyakit kulit lainnya, dokter bisa melakukan serangkaian tes seperti berikut ini.

1. Pemeriksaan kulit lampu Wood

Penyinaran lampu Wood (Wood’s lamp) yang memancarkan radiasi ultraviolet untuk menyinari permukaan kulit Anda yang terdampak.

Bakteri penyebab erythrasma akan melepaskan senyawa porfirin yang memantulkan warna merah muda di bawah radiasi ultraviolet.

2. Pengikisan kulit

Dokter akan mengikis sebagian kulit Anda untuk memeriksa jenis infeksi di bawah mikroskop.

Kalium hidroksida akan ditambahkan pada sel-sel kulit tersebut untuk membantu dokter mengetahui kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri.

Pengobatan eritrasma

krim antijamur

Pengobatan penyakit kulit ini terlebih dahulu akan melibatkan penggunaan sabun antibakteri untuk mengatasi infeksi ringan.

Apabila infeksi kulit meluas, dokter akan meresepkan antibiotik topikal, seperti krim eritromisin, krim asam fusidat, krim miconazole, dan klindamisin topikal.

Dokter akan meresepkan kombinasi pengobatan topikal dua kali sehari selama 2–4 minggu.

Sementara itu, infeksi bakteri serius mungkin membutuhkan tambahan antibiotik oral, termasuk klaritromisin, eritromisin, dan tetrasiklin.

Pastikan selalu mengikuti petunjuk dan saran dokter saat minum antibiotik untuk mencegah efek samping, seperti mual, muntah, diare, hingga resistensi antibiotik.

Dalam kasus yang parah, dokter mungkin menganjurkan terapi fotodinamik (photodynamic therapy/PDT) yang telah digunakan untuk merawat pasien eritrasma.

Pencegahan eritrasma

Eritrasma sulit dihindari untuk Anda yang tinggal di daerah beriklim panas dan lembap. Hal ini akan memicu pengeluaran keringat, terutama pada bagian lipatan tubuh.

Meski begitu, hal-hal ini mungkin bisa Anda lakukan untuk mencegah munculnya erythrasma.

  • Lakukan praktik kebersihan dengan selalu menjaga kulit Anda tetap bersih dan kering.
  • Bersihkan kulit tubuh dengan sabun antibakteri yang dijual bebas di apotek.
  • Pastikan mengeringkan kulit Anda sepenuhnya setelah mandi, terutama pada bagian lipatan tubuh seperti selangkangan dan ketiak.
  • Oleskan bedak bayi atau deodoran pada area kulit yang rentan lembap.
  • Kenakan pakaian berbahan katun yang longgar untuk mencegah keringat berlebih.
  • Pastikan untuk selalu menggunakan sepatu atau alas kaki yang kering.
  • Rawat kondisi medis yang mendasarinya, seperti diabetes.

Penanganan yang tepat untuk kondisi ini bisa membantu mencegah komplikasi. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan kepada dokter.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Erythrasma: Background, Pathophysiology, Etiology. Medscape. (2020). Retrieved 26 January 2022, from https://emedicine.medscape.com/article/1052532-overview

Erythrasma. DermNet NZ. (2014). Retrieved 26 January 2022, from https://dermnetnz.org/topics/erythrasma

Erythrasma. American Osteopathic College of Dermatology. Retrieved 26 January 2022, from https://www.aocd.org/page/Erythrasma

Forouzan, P., & Cohen, P. R. (2020). Erythrasma Revisited: Diagnosis, Differential Diagnoses, and Comprehensive Review of Treatment. Cureus, 12(9), e10733. https://doi.org/10.7759/cureus.10733

Blasco-Morente, G., Arias-Santiago, S., Pérez-López, I., & Martínez-López, A. (2016). Coral-Red Fluorescence of Erythrasma Plaque. Sultan Qaboos University medical journal, 16(3), e381–e382. https://doi.org/10.18295/squmj.2016.16.03.023

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Feb 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro