Kulit Jari Mengelupas? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar orang pernah mengalami kulit yang mengelupas. Kulit yang terkelupas bisa terjadi di bagian mana saja termasuk ujung jari. Umumnya, kulit yang mengelupas ini tak mengkhawatirkan karena disebabkan adanya iritasi dari lingkungan. Namun dalam beberapa kasus, kulit jari mengelupas dapat disebabkan dari gejala dari kondisi kesehatan tertentu. Apa saja penyebabnya dan bagaimana merawatnya? Simak di sini ulasannya.

Beberapa penyebab kulit jari mengelupas

Kulit pada ujung jari yang mengelupas umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan dan gejala dari kondisi kesehatan tertentu.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan paling umum yang membuat kulit mengelupas adalah cuaca. Meskipun Anda tidak dapat mengubah cuaca, Anda dapat membatasi diri dan melakukan pencegahan supaya kulit tak mengelupas ketika terkena udara di lingkungan luar.

Berikut faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kulit jari mengelupas.

1. Kulit kering

Kulit kering sering kali menjadi penyebab dari kulit ujung jari mengelupas. Kulit kering biasanya sering terjadi saat cuaca dingin. Anda juga mungkin lebih rentan terhadap kulit kering jika Anda mandi di air hangat.

Terkadang, bahan keras yang terkandung dalam sabun atau peralatan mandi lainnya juga dapat menyebabkan kulit kering. Beberapa gejala yang muncul bersama kulit kering adalah gatal, kulit pecah-pecah, kulit memerah, dan kulit menjadi mati rasa atau kebas.

Jika ini penyebabnya, Anda cukup menggunakan sabun dengan bahan yang aman dan memakai pelembap untuk tangan. Anda juga perlu menghindari menggunakan air hangat saat mandi atau mencuci tangan.

2. Terlalu sering mencuci tangan

Mencuci tangan dengan sabun secara berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan akhirnya kulit jari mengelupas di bagian ujungnya.

Meskipun mencuci tangan sangat penting untuk mengurangi penyebaran bakteri, terlampau sering menggunakan sabun dapat menghilangkan minyak yang menjadi pelindung kulit.

Setelah minyak ini hilang, kulit tidak bisa lagi menjaga kelembapan, sehingga menyebabkan kulit kering. Sabun juga akan menyerap ke lapisan kulit yang lebih sensitif yang menyebabkan iritasi dan mengelupas.

Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu mencuci tangan bila perlu dan menggunakan produk yang aman untuk kulit. Anda hanya perlu mencuci tangan jika kotor, sebelum dan setelah makan, dan setelah dari toilet. Hindari juga mengeringkan tangan dengan tisu atau handuk yang kasar, karena dapat membuat iritasi semakin memburuk.

3. Menggunakan produk dengan bahan kimia yang keras

Bahan kimia tertentu yang ditambahkan ke pelembab, sabun, sampo, dan produk kecantikan lainnya dapat menyebabkan iritasi kulit yang menyebabkan kulit ujung jari mengelupas. Penyebab umum iritasi termasuk salep antibakteri, pengawet seperti formaldehida, dan isothiazolinones cocamidopropyl betaine.

Tubuh Anda mungkin tidak bereaksi terhadap semua bahan kimia ini. Sebab itu, dokter mungkin memerlukan tes sampel untuk menentukan reaksi tubuh Anda terhadap zat tertentu.

Aturan terbaik untuk menghindari bahan kimia yang keras adalah mencari produk yang dipasarkan untuk kulit sensitif. Produk-produk ini biasanya bebas dari wewangian dan bahan penyebab iritasi lainnya.

sinar matahari pagi menurunkan berat badan

4. Kulit terbakar sinar matahari

Terkena sinar matahari dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kulit terbakar sinar matahari, sehingga membuat kulit terasa hangat dan lebih sensitif saat disentuh.

Setelah terkena sinar matahari, kulit akan berubah menjadi merah dan kemudian mulai terkelupas. Kulit terbakar matahari bisa sangat mengganggu dan dapat memakan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu untuk bisa sembuh.

Selama penyembuhan, Anda dapat mengobati luka bakar dengan menggunakan kompres dingin dan pelembab ke area yang terkena. Anda juga mungkin dapat menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk meringankan gejala.

Selain itu, mengaplikasikan tabir surya atau sunscreen secara teratur adalah satu-satunya cara untuk menghindari kulit terbakar.

5. Mengisap jari

Mengisap jari atau paling sering mengisap ibu jari dapat menjadi penyebab kulit kering dan mengelupas pada anak-anak. Ini mungkin kebiasaan yang sering dilakukan oleh bayi atau balita.

Kebiasaan ini perlu Anda perhatikan, sehingga dapat mencegah si kecil mengalami kulit jari mengelupas dan pecah-pecah. Jika si kecil sulit melepaskan kebiasaan ini, mungkin Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter anak Anda, untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Kondisi medis tertentu

Terkadang, ujung jari yang mengelupas adalah tanda awal dari kondisi medis tertentu. Berikut beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan kulit jari mengelupas.

1. Alergi

Kulit di ujung jari Anda dapat mengelupas jika Anda alergi terhadap sesuatu yang mengenai kulit jari Anda. Misalnya, Anda mungkin terkena nikel ketika mengenakan perhiasan dengan kualitas rendah. Alergi ini akan menyebabkan kulit merah dan gatal. Kemudian kulit akan melepuh dan akhirnya mengelupas.

Kemungkinan lainnya adalah alergi terhadap lateks. Reaksi terhadap lateks dapat bervariasi dan dapat menyebabkan syok anafilaktik, yang membutuhkan perawatan medis segera. Reaksi yang lebih ringan dapat menyebabkan gatal, kulit jari mengelupas, dan pembengkakan.

Jika gejala Anda semakin memburuk atau menetap selama lebih dari satu atau dua hari, segera temui dokter Anda.

2. Kekurangan niacin (vitamin B3) atau keracunan vitamin A

Terlalu sedikit atau terlalu banyak vitamin tertentu dapat menyebabkan kulit Anda terkelupas. Pellagra adalah suatu kondisi yang dihasilkan dari kekurangan vitamin B-3 (niacin) dalam makanan, yang dapat menyebabkan dermatitis, serta diare dan bahkan demensia.

Suplemen niacin adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan tingkat vitamin B-3 Anda. Sebelum mengonsumsi suplemen ini bicarakan dengan dokter Anda apakah suplemen ini aman dikonsumsi dan tanyakan berapa dosis yang dibutuhkan.

Selain itu, jika Anda mengonsumsi terlalu banyak vitamin A, juga dapat menyebabkan kulit iritasi dan kuku retak dan mengelupas. Gejala lain termasuk mual, pusing, sakit kepala, dan kelelahan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, kunjungi dokter, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari gejala yang Anda rasakan dan perawatan yang tepat.

mengobati eksim kulit

3. Eksim pada tangan

Memiliki kulit yang meradang atau mengalami dermatitis atopik juga dapat menyebabkan eksim pada tangan. Eksim tangan tampak sebagai kulit yang teriritasi yang mungkin terlihat memerah, pecah-pecah atau retak, gatal, dan lebih sensitif saat disentuh.

Meski terkena bahan kimia atau zat tertentu dapat menyebabkan eksim tangan, genetik juga dapat berperan dalam kondisi ini. Jadi, jika masalah ini tak kunjung sembuh sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Mengatasi eksim pada tangan dapat menggunakan sabun yang berbahan lembut, menghindari air hangat atau panas, dan sering mengoleskan pelembab tangan. Jika Anda mengetahui pemicu eksim Anda, hindari atau gunakan sarung tangan.

4. Psoriasis

Kulit jari mengelupas bisa menjadi gejala psoriasis, yaitu kondisi kulit kronis yang dapat muncul sebagai plak keperakan pada kulit. Ada banyak perawatan yang tersedia untuk psoriasis di tangan, seperti tar, asam salisilat, kortikosteroid, dan calcipotriene.

5. Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki adalah kondisi langka yang terutama dimiliki anak-anak di bawah usia 5 tahun. Terjadi selama beberapa minggu, dan gejala muncul dalam tiga tahap yang berbeda.

Tahap pertama ditandai dengan demam tinggi yang berlangsung selama lima hari atau lebih. Ujung jari mengelupas sering menjadi ciri tahap tengah kondisi ini. Kemerahan dan pembengkakan telapak tangan dan telapak kaki biasanya terjadi di tahap akhir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Selain dijadikan pengganti susu sapi, susu kambing juga diolah menjadi sabun. Sabun susu kambing menyimpan segudang manfaat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Petechiae (Bintik Serupa Ruam di Kulit)

Petechiae adalah kondisi kulit yang ditandai dengan timbulnya ruam di kulit. Ada bebeapa penyakit yang bisa menjadi penyebab petechiae. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kulit Anda Sering Bermasalah? Bisa Jadi Karena Peredaran Darah Tidak Lancar

Kulit kusam, berbintik, kering, dan berjerawat? Mungkin penyebabnya adalah sirkulasi darah yang buruk. Bagaimana sirkulasi bisa membuat kulit lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Kulit 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membuat Scrub Kopi untuk Kulit Cerah Berkilau

Kafein dalam kopi bisa bantu Anda menyamarkan lingkaran hitam "mata panda" dan selulit. Berminat coba membuat scrub kopi sendiri di rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal di selangkangan

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara mengetahui skincare cocok atau tidak

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
luka bakar

Luka Bakar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit