4 Cara Pakai Pelembap Wajah yang Benar Agar Hasilnya Maksimal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang sudah rutin menggunakan pelembap wajah tapi tidak kunjung mendapatkan hasil yang diinginkan. Bisa jadi ini karena cara pakainya yang keliru. Meski memang kelihatannya cuma dioles di kulit, pakai pelembap tidak boleh sembarangan. Ikuti panduan cara pakai pelembap wajah yang benar di bawah ini.

Panduan cara pakai pelembap wajah yang benar

1. Ratakan dari sisi luar ke dalam

Cara pakai pelembap yang asal oles tentu tidak membuat kulit wajah Anda mendapatkan manfaatnya. Pertama, totol-totolkan dulu krim pelembap di seluruh wajah. Ratakan dari sisi terluar wajah menuju bagian tengah dengan gerakan memutar ke atas. Mulailah dari bagian tengah dagu. Pijat perlahan-lahan dengan gerakan melingkar lembut ke garis rahang menuju dahi dan berakhir di area hidung.

Bila Anda menggunakannya dengan arah yang terbalik — dari area hidung menuju telinga — maka residu pelembap akan tertinggal dan menumpuk di sekitar jalur garis rambut. Cara pakai seperti ini menyebabkan pori-pori tersumbat di sekitar garis rambut dekat telinga Anda. Ketika pori-pori tersumbat, bukannya wajah jadi bersih, justru timbul banyak komedo dan jerawat di area tersebut. 

2. Jangan lupakan bagian leher

Fungsi utama pelembap adalah untuk membuat kulit tetap halus, kenyal, serta tidak kering. Mungkin, kebanyakan dari Anda tidak begitu memedulikan kulit bagian leher. Padahal, kulit leher adalah perpanjangan dari kulit wajah Anda yang butuh dirawat juga.

Kebanyakan orang akan menggunakan pelembap dengan jumlah lebih banyak di wajah, kemudian menggunakan sisanya hingga ke leher. Ini adalah kesalahan yang paling umum dilakukan. Sebaiknya, gunakan satu oles pada wajah dan gunakan satu oles lagi untuk leher Anda.

Jika hanya setengah-setengah, bisa jadi nanti warna kulit leher dengan wajah Anda jauh berbeda. Tidak mau seperti itu, kan?

3. Gunakan sesegera mungkin setelah mandi

Kapan Anda akan menggunakan pelembap wajah? Kebanyakan orang pakai pelembap setelah mandi atau membersihkan wajah. Hal ini tidak salah, karena memang idealnya seperti itu. Akan tetapi, jangan mendiamkan kulit selama lebih dari semenit. Pasalnya kulit akan mulai dehidrasi karena udara kering mengurangi kelembapan kulit.

Cukup tepuk-tepuk lembut sebentar wajah Anda dengan handuk bersih untuk menghilangkan sisa air mandi yang masih menetes. Sebaiknya gunakan pelembap segera setelah Anda keluar dari kamar mandi, sehingga kelembapan wajah masih terjaga dan mencegah risiko kulit kering dan pecah-pecah.

krim muka dari dokter bikin ketagihan

4. Pakai pelembap yang sesuai dengan jenis kulit wajah

Banyak orang yang merasa tidak masalah jika menggunakan produk pelembap yang sama untuk wajah dan kulit tubuhnya. Padahal, hal ini justru akan membuat kulit wajah menjadi cenderung berminyak. Sebenarnya, kandungan pelembap untuk kulit tubuh lebih berminyak, karena digunakan untuk melembapkan bagian tubuh yang cenderung kering, seperti lutut dan siku tangan.

Nah, kalau Anda menggunakannya juga untuk wajah, sementara wajah Anda adalah jenis yang berminyak, maka akan memperparah kondisi minyak wajah. Selain itu, pelembap khusus kulit juga bisa menyumbat pori-pori apabila digunakan untuk kulit wajah dan malah akan menyebabkan jerawat.

Ingatlah bahwa kulit wajah lebih sensitif dibanding bagian lain tubuh, dan kulit tangan dan kaki lebih tebal dan elastis daripada kulit di daerah lainnya. Singkatnya, orang dengan kulit normal dapat menggunakan pelembap ringan yang mengandung minyak alami, namun orang dengan kulit kering membutuhkan lotion yang lebih berat yang dapat mengunci kelembapan kulit.

5. Jangan lupa sesuaikan pelembap dengan cuaca

Tak hanya harus menyesuaikan dengan jenis kulit yang Anda miliki, tapi Anda juga cuaca di lingkungan Anda. Jika saat itu di lingkungan tempat tinggal Anda cuaca sangat terik, maka pastikan bahwa pelembap wajah punya kandungan SPF.

Semakin besar kandungan SPF yang dimiliki pelembap wajah Anda, maka semakin bisa melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB yang bisa menimbulkan kulit terbakar. Jadi, pastikan bahwa Anda memilih pelembap yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda saat itu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit