Apa Itu Perawatan Pulpotomi untuk Gigi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 14, 2020
Bagikan sekarang

Merawat kesehatan gigi perlu rutin dilakukan. Selain dengan cara sederhana seperti menyikat gigi setiap hari, Anda secara berkala dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi. Maka itu, Anda akan lebih mudah mengetahui kondisi kesehatan mulut dan gigi serta mungkin akan mendapat tindakan medis seperti scaling dan lainnya. Dari berbagai masalah pada gigi, terdapat satu yang mungkin belum banyak orang ketahui, yaitu pulpotomi.

Apa itu pulpotomi?

Pulpotomi adalah prosedur perawatan gigi untuk mengangkat pulpa (bagian dalam gigi dimana terdapat saraf dan pembuluh darah) dari mahkota gigi dan pulpa di kanal atau saluran akar gigi tetap dibiarkan.

Prosedur ini biasanya dilakukan pada gigi susu (pada anak-anak) dan untuk mengatasi kerusakan gigi yang telah meluas hingga ke bagian pulpa.

Mengapa harus dilakukan?

Pulpotomi biasanya dilakukan pada anak-anak untuk menyelamatkan gigi susu yang mengalami kerusakan parah, dan terkadang disebut juga dengan “perawatan saluran akar.” Jika perawatan dilakukan pada gigi permanen, pulpotomi merupakan bagian dari prosedur perawatan saluran akar.

Gigi susu berperan untuk mempersiapkan ruang bagi gigi permanen agar dapat tumbuh. Jika Anda kehilangan gigi susu terlalu cepat, hal ini dapat memicu beberapa masalah seperti:

Jika Anda mengalami keluhan sakit ketika hal yang dingin, panas, atau manis seperti makanan dan minuman menyentuh gigi, hal ini mungkin menunjukkan jika ia memiliki pulpitis (peradangan pada pulpa gigi).

Dokter gigi akan merekomendasikan pulpotomi jika Anda atau anak memiliki karies gigi (kerusakan gigi) yang menyerang pulpa di bagian mahkota gigi.

Perawatan gigi ini juga dilakukan apabila kerusakan gigi terlalu dekat dengan pulpa pada mahkota gigi. Karena jika kerusakan gigi diangkat, hal ini akan membuat pulpa terlihat atau terekspos.

Perbedaan pulpotomi dan perawatan saluran akar (root canal)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pulpotomi merupakan prosedur pengangkatan pulpa dari mahkota gigi. Gigi tersebut lalu diisi dengan bahan yang dapat diserap oleh tubuh ketika gigi sulung mulai tumbuh.

Sedangkan, perawatan saluran akar dilakukan dengan pulpotomi sebagai prosedur awal. Dengan kata lain, pulpotomi merupakan bagian dari perawatan saluran akar dan biasanya dilakukan pada gigi permanen.

Pulpotomi harus dilakukan oleh dokter gigi dengan beberapa langkah prosedur seperti:

  • Sinar X-ray digunakan untuk mengetahui apakah terdapat tanda dari infeksi yang mengelilingi area gigi tertentu dan melihat bentuk saluran akar
  • Anestesi lokal digunakan untuk membuat membuat kebas
  • Pengeboran dilakukan untuk membuat lubang pada gigi
  • Pengangkatan pulpa dilakukan
  • Gigi dibersihkan, mendapat desinfeksi, dan disiapkan untuk diisi oleh bahan khusus
  • Gigi diisi oleh bahan khusus yang dapat diserap oleh tubuh

Prosedur dapat dilakukan dalam sekali kunjungan dokter, berbeda dengan perawatan saluran akar membutuhkan beberapa kali kunjungan.

Apakah pulpotomi dapat dihindari?

Tentu saja. Menerapkan kebiasaan membersihkan dan menjaga kesehatan gigi adalah upaya pencegahannya. Anda dapat mulai dengan:

Pulpotomi merupakan salah satu prosedur perawatan gigi, terutama untuk mengatasi masalah pada gigi susu. Menyelamatkan gigi susu tidak harus selalu dilakukan.

Namun jika keadaan memaksa, perawatan ini dapat dilakukan untuk mencegah masalah seperti gingsul karena gigi sulung terlalu cepat dicabut atau lepas. Dokter dapat menentukan apakah pulpotomi merupakan pilihan tindakan medis terbaik.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Memilih Obat Kumur yang Tepat untuk Gigi dan Mulut Anda

Obat kumur penting bagi kebersihan gigi. Namun, apakah obat kumur yang Anda pakai sudah tepat? Bagaimana cara memilih obat kumur yang pas?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Februari 15, 2020

Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Karang Gigi?

Karang gigi bukan hanya mengganggu penampilan saja, tapi juga kesehatan. Kapan sebernarnya waktu yang tepat untuk membersihkan karang gigi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Januari 1, 2020

Mengenal Hypodontia, Kelainan Genetik Saat Sejumlah Gigi Tak Tumbuh

Hypodontia adalah kelainan genetik pada gigi yang berpengaruh besar terhadap kemampuan makan dan berbicara. Inilah ciri, penyebab, dan cara mengatasinya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Desember 30, 2019

Sebelum Memasang Crown Gigi, Kenali Dulu Ragam Efek Sampingnya

Meski manfaatnya begitu beragam, pemasangan crown gigi juga tidak luput dari risiko efek samping. Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat Desember 2, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Mei 20, 2020
4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 5, 2020
7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang April 24, 2020
Amankah Melakukan Prosedur Cabut Dua Gigi Geraham Sekaligus?

Amankah Melakukan Prosedur Cabut Dua Gigi Geraham Sekaligus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang April 22, 2020