Cabut Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu operasi cabut gigi?

Cabut gigi biasa dilakukan pada anak-anak, remaja, atau bahkan orang dewasa yang masih mempunyai gigi bungsu. Tapi ada sejumlah alasan di tengah jalan yang membuat dokter merasa perlu untuk melakukan operasi cabut gigi pada salah satu (atau lebih) gigi Anda yang bermasalah.

Operasi cabut gigi tampaknya menakutkan, tapi proses sebenarnya cukup sederhana dan terbilang singkat. Sayangnya, perencanaan yang tidak tepat sebelum mencabut gigi dapat menyebabkan pemulihan yang lambat dan isu kesehatan gigi lainnya yang lebih parah.

Kapan saya harus menjalani operasi cabut gigi?

Setelah gigi bungsu lepas, Anda memiliki gigi dewasa yang seharusnya permanen dan akan bertahan seumur hidup. Namun, ada beberapa faktor yang membuat Anda pun harus melakukan pencabutan gigi, seperti:

Pencegahan dan Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan operasi?

Walapun merupakan hal yang umum dilakukan, namun ada beberapa risiko yang bisa terjadi ketika Anda menjalani cabut gigi.

Dikutip dari Healthline, setelah prosedur cabut gigi, biasanya akan terdapat gumpalan darah yang terbentuk secara alami. Namun, dokter akan memberikan obat penenang selama beberapa hari. Beberapa risiko lain yang bisa terjadi:

  • Pendarahan yang berlangsung lebih dari 1 jam.
  • Demam yang disertai menggigil cukup parah karena infeksi.
  • Mual atau muntah.
  • Batuk
  • Nyeri dada disertai sesak napas.
  • Pembengkakan dan kemerahan di lokasi bedah.

Apabila terjadi hal-hal yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya Anda menghubungi dokter gigi kembali.

Persiapan dan Proses

Apa yang harus dipersiapkan sebelum prosedur?

Sebelum menjadwalkan prosedur operasi cabut gigi, dokter akan melakukan rontgen terlebih dahulu. Pengambilan gambar ini akam membantu untuk mengevaluasi lebih lanjut mengenai kelengkungan dan sudut akar gigi.

Selain itu, ada baiknya pula Anda memberitahu mengenai obat apa saja yang Anda diminum setiap harinya serta kondisi medis lainnya. Beberapa kondisi medis yang dokter Anda perlu ketahui adalah:

  • Diabetes
  • Gangguan liver
  • Hipertensi
  • Gangguan pada jantung
  • Penyakit tiroid
  • Gagal ginjal kronis

Selain itu, dokter gigi juga seharusnya memastikan semua kondisi stabil sebelum Anda melakukan proses cabut gigi. Ada kemungkinan Anda akan diberikan resep antibiotik apabila:

  • Operasi diperkirakan akan memakan waktu lama.
  • Anda mempunyai gangguan seperti infeksi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Umumnya, Anda dianjurkan untuk tidak makan dan minum (termasuk air putih) selama delapan jam hingga 12 jam sebelum operasi. Namun, dokter Anda sendirilah yang akan memastikan seberapa lama waktu puasa yang diperlukan untuk kasus Anda.

Jika Anda akan menggunakan bius lokal, Anda boleh makan makanan ringan atau camilan pengganjal lapar 1-2 jam sebelum operasi. Gosok gigi, berkumur, dan floss gigi Anda sebelum berangkat ke dokter.

Jangan merokok dalam 12 jam sebelum cabut gigi — dan setidaknya dalam 24 jam setelah cabut gigi.

Jika Anda memiliki diabetes atau sedang mengonsumsi obat resep lain (termasuk antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi Anda untuk mengobati infeksi yang Anda miliki saat ini), lanjutkan penggunaannya seperti biasa. Konsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter Anda.

Bagaimana proses dari prosedur ini?

1. Diberikan anestesi

Sebelum prosedur, hal yang pertma kali akan dilakukan oleh dokter gigi adalah memberikan anestesi lokal di dekat area gigi tertentu. Tentunya hal ini akan membuat area tersebut mati rasa sehingga Anda tidak akan merasakan sakit.

Seharusnya Anda tidak akan merasakan sakit, namun tetap merasakan ketika adanya tekanan atau suara dari alat yang digunakan. Perlu diketahui pula, mati rasa akan berlanjut selama beberapa jam setelah operasi.

2. Cabut gigi sederhana

Setelah mendapatkan anestesi lokal di area sekitar gigi, Anda hanya akan merasakan tekanan akibat dari prosedur. Dokter akan menggunakan alat yang disebut sebagai elevator. Alat ini berfungsi untuk melonggarkan gigi juga forsep untuk mencabut gigi.

3. Cabut gigi dengan teknik bedah

Prosedur yang satu ini tidak hanya membutuhkan anestesi lokal, tetapi juga kemungkinan Anda akan mendapatkan anestesi intravena.

Hal ini dibutuhkan agar Anda tetap tenang dan juga lebih rileks sehingga membuat Anda tidak sadar selama prosedur.

Dokter atau ahli bedah akan memotong gusi dengan sayatan kecil. Selain itu, ada kemungkinan untuk menghilangkan tulang di sekitar gigi atau memotong gigi sebelum dicabut.

Apabila semua tahapan sudah selesai dilakukan, ada kemungkinan pula Anda mendapatkan prosedur jahitan untuk mengendalikan terjadinya pendarahan.

Dokter akan menempatkan lapisan kasa yang tebal di atas area pencabutan sehingga Anda akan menggigitnya. Ini akan menyerap darah agar terjadi proses pembekuan.

Perawatan Setelah Operasi

Apa yang boleh dilakukan setelah operasi cabut gigi?

1. Mengganti kain kasa

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa setelah prosedur cabut gigi, Anda akan menggigit kain kasa yang berfungsi untuk menahan darah. Menggigit dengan tekanan yang konsisten selama 20-30 menit akan membantu mengendalikan pendarahan.

Setelah itu, ganti kain kasa dengan yang baru. Pendarahan kemungkinan akan berlanjut selama 1-2 hari setelah operasi.

2. Minum obat pereda sakit

Anestesi yang dilakukan sebelum prosedur hanya akan berlangsung selama beberapa jam. Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan setelah prosedur.

Namun, obat seperti asetaminofen atau ibuprofen biasanya cukup untuk mengendalikan rasa sakit.

3. Mengompres dengan es

Bagi sebagian orang, setelah prosedur cabut gigi ada kemungkinan Anda akan mengalami pembengkakan ringan pada area wajah. Jangan khawatir karena ini merupakan hal yang normal.

Maka dari itu, Anda pun diperbolehkan untuk mengompres area yang bengkak dengan menggunakan waslap dingin.

4. Membersihkan gigi

Setelah operasi, Anda diperbolehkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut serta gigi. Anda dapat berkumur dengan menggunakan air garam setiap beberapa jam. Ketika menggosok gigi, perhatikan area gigi Anda agar tidak mengganggu darah yang membeku.

5. Beristirahat

Apabila Anda berpikir setelah operasi cabut gigi Anda dapat melakukan aktivitas normal, sebaiknya dipikirkan kembali. Setelah operasi, Anda tetap harus beristirahat setidakya selama 24 jam ke depan.

Apa yang tidak boleh dilakukan setelah operasi cabut gigi?

1. Perhatikan apa yang dikonsumsi

Kemungkinan besar Anda akan mengalami ngilu dan pembengkakan ringan setelah gigi dicabut. Ini dapat menurunkan nafsu makan, tapi Anda tetap perlu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat untuk masa penyembuhan yang optimal.

Hindari makan makanan keras, asam, dan pedas yang bisa mengiritasi gusi. Selain itu, jika operasi Anda termasuk pemasangan gigi palsu di hari yang sama, Anda harus melindungi gigi dengan mengonsumsi makanan lembut — misalnya sup krim, jelly, puding, oatmeal, atau bubur.

Konsumsi pula minuman yang mengandung nilai gizi tinggi seperti jus, smoothies, atau protein shake yang mudah untuk diracik. Minuman sehat ini menyediakan asupan tinggi vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh untuk tetap fit selama masa pemulihan.

2. Tidak menggunakan sedotan

Anda diperbolehkan untuk minum ait putih atau minuman apapun dengan kandungan yang bernutrisi. Tapi, jangan gunakan sedotan untuk minum minuman Anda, terutama setelah cabut gigi.

Menggunakan sedotan dapat menyebabkan kondisi bernama dry socket, yang akan menimbulkan komplikasi yang sangat menyakitkan sehingga Anda harus balik lagi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan.

Lama Pemulihan

Berapa lama proses penyembuhan operasi cabut gigi?

Merupakan hal yang normal apabila Anda merasakan sakit setelah efek enestesi sudah mulai menghilang. Tidak hanya itu saja, setelah 24 jam gigi dicabut, hal lain yang Anda rasakan adalah pebengkakan juga pendarahan.

Namun, apabila rasa sakit juga pendarahan semakin parah lebih dari empat jam setelah operasi. Sebaiknya hubungi kembali dokter Anda.

Periode penyembuhan awal biasanya membutuhkan waktu selama satu sampai dua minggu. Jaringan tulang dan gusi baru akan tumbuh pada celah.

Seiring berjalannya waktu, cabut gigi pun juga akan menyebabkan gigi yang tersisa bergeser dan mempengaruhi cara menggigit Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Apakah nafsu makan Anda bertambah saat stres? Berikut makanan sehat yang dapat membantu Anda menghilangkan stres dan penatnya pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah salah satu ancaman kesehatan utama di dunia. Ketahuai apa saja penyebab, gejala, dan pengobatannya pada artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
gigi perokok

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Perokok, Begini Caranya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
bedah mulut

Berbagai Prosedur Bedah Mulut yang Perlu Diketahui, Kapan Perlu Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Aji Purwoko
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
masalah oral perokok aktif

Masalah Kesehatan Oral yang Mengintai Perokok Aktif dan Trik Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit