3 Perbedaan Utama Antara Gigi Susu dan Gigi Permanen

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seperti yang sudah Anda ketahui, terdapat dua jenis gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Walaupun gigi susu hanya muncul sebentar dan kemudian digantikan dengan gigi permanen. Namun, gigi bayi ini tidak kalah penting dengan gigi permanen. Kesehatan gigi harus mulai dijaga sejak gigi muncul, walau hanya gigi bayi. Tapi, tahukah Anda perbedaan antara gigi susu dan gigi permanen?

Perbedaan gigi susu dan gigi permanen

1. Jumlah dan komposisi gigi

Perbedaan yang paling jelas antara gigi bayi dan gigi dewasa adalah jumlah dan komposisi gigi. Gigi permanen mempunyai jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan gigi susu. Gigi susu pada anak berjumlah 20 gigi, yang terdiri dari 4 gigi seri depan, 4 gigi seri samping, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Sedangkan, gigi permanen berjumlah 32 gigi, terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 gigi geraham belakang.

2. Bentuk dan struktur gigi

Dilihat dari ukurannya, gigi susu tentu berbeda dengan gigi permanen. Biasanya gigi permanen berbentuk lebih besar dibandingkan dengan gigi bayi ini. Selain itu, gigi permanen depan yang baru tumbuh biasanya juga memiliki mamelon, yaitu tonjolan kecil pada gigi yang akhirnya dapat hilang sendiri.

Akar dalam gigi juga berbeda. Gigi susu memiliki akar yang lebih pendek dan lebih tipis dibandingkan dengan gigi permanen. Hal ini membuat gigi pada bayi lebih mudah  tanggal dibandingkan dengan gigi permanen pada dewasa. Selain itu, akar yang pendek juga bertujuan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi gigi permanen untuk berkembang sebelum waktunya muncul. Akar pendek ini juga bisa hilang saat gigi tanggal dan digantikan dengan gigi permanen.

3. Enamel dan dentin gigi susu lebih tipis

Karena enamel gigi susu lebih tipis daripada gigi permanen, maka tak heran gigi bayi memiliki warna yang lebih putih dibandingkan gigi permanen pada umumnya. Namun, enamel dan dentin yang lebih tipis membuat gigi bayi lebih mudah untuk mengalami kerusakan atau gigi berlubang.

Jika gigi susu sedikit saja berlubang, maka perkembangannya lebih cepat sampai pada saraf gigi. Hal ini membuat gigi pada bayi lebih rentan mengalami kerusakan. Sehingga, sangat disarankan agar kesehatan gigi dijaga sejak kecil bahkan sejak gigi mulai tumbuh. Namun disayangkan, masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya kesehatan gigi anaknya sejak gigi muncul.

Tips menjaga kesehatan gigi sejak kecil

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa kesehatan gigi bayi tidak kalah penting dengan gigi permanen. Walaupun pada akhirnya gigi bayi akan tanggal dan diganti gigi permanen. Bahkan, kesehatan gigi susu sebenarnya dapat menentukan pertumbuhan gigi permanen juga. Jadi, ada baiknya kesehatan gigi sudah mulai diperhatikan sejak dini.

Beberapa tips untuk merawat gigi agar terhindar dari gigi berlubang sejak kecil adalah:

  • Jangan biasakan anak kecil minum susu sambil tiduran. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gigi berlubang pada anak.
  • Membiasakan untuk menyikat gigi secara teratur dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sebelum tidur.
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Sebenarnya, pemeriksaan gigi sudah diperlukan saat anak berusia satu tahun.
  • Jaga makanan Anda. Jangan terlalu sering makan makanan manis dan asam. Serta, perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan gusi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Pulpotomi merupakan salah satu prosedur operasi gigi yang biasanya dilakukan pada anak-anak. Apa itu pulpotomi dan penyebab prosedur ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gigi Goyang

Gigi goyang adalah masalah gigi yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Karies Gigi

Karies adalah masalah gigi paling umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, obat, serta cara mengobati dan mencegah karies di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Erosi Gigi

Erosi gigi terjadi saat lapisan enamel gigi terkikis oleh asam di rongga mulut. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan dan cara pencegahan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
gigi susu anak apakah akan tanggal semua

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
dry socket

Dry Socket

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
scaling gigi

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit