Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

3 Perbedaan Utama Antara Gigi Susu dan Gigi Permanen

3 Perbedaan Utama Antara Gigi Susu dan Gigi Permanen

Seperti yang sudah diketahui, terdapat dua jenis gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Walaupun gigi susu hanya muncul ketika kecil kemudian digantikan dengan gigi permanen, gigi bayi ini tidak kalah penting dari gigi permanen. Kesehatan gigi harus mulai Anda jaga sejak gigi muncul, walau hanya gigi bayi. Tapi, tahukah Anda perbedaan antara gigi susu dan gigi permanen?

Perbedaan gigi susu dan gigi permanen

Bayi mulai memiliki gigi susu pertama pada usia kurang lebih 6 bulan. Seiring bertambah usia, gigi bayi akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen atau gigi tetap yang akan dimiliki sepanjang hidup.

Jika melihatnya sekilas, ada beberapa perbedaan gigi susu dan gigi permanen, mulai dari jumlah, komposisi, bentuk, serta struktur penyusunnya.

1. Jumlah dan komposisi gigi

Perbedaan paling jelas antara gigi bayi dan gigi permanen ada pada jumlah dan komposisi gigi. Orang dewasa memiliki jumlah gigi lebih banyak daripada gigi susu pada anak-anak.

Gigi susu pada anak berjumlah 20, yang terdiri dari 4 gigi seri depan, 4 gigi seri samping, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Sedangkan, gigi permanen berjumlah 32 gigi, terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 gigi geraham belakang.

2. Bentuk dan struktur gigi

Apabila melihat dari bentuk dan ukurannya, gigi susu tentu berbeda dari gigi permanen. Gigi permanen berbentuk lebih besar daripada gigi bayi ini. Selain itu, gigi permanen depan yang baru tumbuh biasanya juga memiliki mamelon, bagian berupa tonjolan kecil pada gigi yang bisa menghilang dengan sendirinya.

Struktur gigi, terutama bagian akar dalam gigi juga berbeda. Gigi susu memiliki akar yang lebih pendek dan lebih tipis daripada gigi permanen. Hal ini membuat gigi pada bayi lebih mudah tanggal daripada gigi permanen pada dewasa yang lebih kokoh.

Selain itu, akar yang pendek juga bertujuan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi gigi permanen berkembang sebelum waktunya muncul. Akar pendek ini juga bisa hilang saat gigi tanggal dan digantikan dengan gigi permanen.

3. Lapisan enamel dan dentin gigi

Enamel merupakan bagian terluar gigi yang paling keras dan berwarna putih, serta memiliki fungsi untuk melindungi jaringan vital di dalam gigi. Sedangkan dentin merupakan lapisan gigi yang lebih sensitif dan terletak di bawah lapisan enamel.

Lapisan enamel gigi susu lebih tipis daripada gigi permanen. Tak heran jika gigi bayi berwarna lebih putih daripada gigi permanen pada umumnya. Namun, lapisan enamel dan dentin yang lebih tipis membuat gigi bayi lebih mudah mengalami kerusakan atau gigi berlubang.

Jika gigi susu berlubang sedikit saja, maka gangguan yang timbul bisa lebih cepat sampai ke saraf gigi. Hal ini membuat gigi bayi lebih rentan mengalami kerusakan. Sehingga, orang tua sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan gigi anak sejak kecil, bahkan sejak gigi mulai tumbuh di usia 6 hingga 12 bulan.

Beberapa tips menjaga kesehatan gigi sejak kecil

merawat gigi susu anak

Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa kesehatan gigi bayi tak kalah penting dengan gigi permanen. Walaupun memang pada akhirnya gigi bayi akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen seiring dengan pertumbuhan anak-anak.

Dikutip dari American Dental Association, gigi bayi memiliki peranan penting untuk membantu proses makan, berbicara, dan tersenyum. Kesehatan gigi susu juga menentukan pertumbuhan gigi permanen. Jadi, ada baiknya kesehatan gigi sudah mulai Anda perhatikan sejak dini.

Beberapa tips untuk merawat gigi agar terhindar dari gigi berlubang sejak kecil antara lain seperti berikut ini.

  • Jangan membiasakan anak kecil minum susu sambil tiduran. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko gigi berlubang pada anak yang dikenal sebagai gigi gigis atau karies botol.
  • Membiasakan anak menyikat gigi secara teratur dua kali sehari, yakni pada pagi hari dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride untuk mencegah gigi berlubang.
  • Bersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang mungkin tertinggal.
  • Berkumur dengan obat kumur untuk membantu membersihkan sisa kotoran dalam rongga mulut, tetapi penggunaanya hanya boleh pada anak usia enam tahun ke atas.
  • Hindari terlalu sering mengonsumsi minuman atau makanan manis penyebab gigi berlubang, seperti permen, kue, soda, dan jus buah kemasan. Perbanyak buah dan sayuran yang mengandung vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Jangan lupa juga untuk melakukan kunjungan dan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin, minimal enam bulan sekali. Pemeriksaan gigi pertama kali bisa Anda lakukan pada anak berusia satu tahun atau saat gigi pertama muncul.

Dokter gigi akan memberi tahu Anda jika anak memiliki plak atau gigi berlubang. Orang tua juga akan diberi saran mengenai tahapan pertumbuhan gigi dan cara merawat gigi anak dengan baik untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan rongga mulut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Draper, T. (2011). The Differences Between Baby Teeth and Permanent Teeth. Oral Answers. Retrieved 1 March 2017, from http://www.oralanswers.com/the-differences-between-baby-teeth-and-permanent-teeth/

How Are Baby Teeth and Permanent Teeth Different?. Pediatric Dentistry in Connecticut. (2017). Retrieved 1 March 2017, from http://www.ctkidsdentist.com/blog/baby-teeth-permanent-teeth-different/

Enany, E. Caring for Children’s Teeth from Birth. American Dental Association. Retrieved 5 May 2021, from https://www.mouthhealthy.org/en/babies-and-kids/childrens-dental-health

Top tips for great oral health. Oral Health Foundation. Retrieved 5 May 2021, from https://www.dentalhealth.org/oral-health-top-tips

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 24/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan