Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gigi yang sehat dan bersih tentu membuat Anda lebih percaya diri. Namun agar senantiasa sehat dan bersih, Anda tidak cukup hanya rajin menyikat gigi. Banyak pilihan perawatan yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi. Salah satunya scaling gigi.

Apa itu scaling gigi?

dokter gigi

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi dengan menggunakan alat yang disebut dengan ultrasonic scaler.

Karang gigi itu sendiri adalah tumpukan plak yang menempel dan mengeras pada permukaan gigi. Karang gigi membuat tampilan gigi tampak tidak terawat. Pasalnya, plak yang mengeras cenderung berwarna kusam. Bisa kuning kecokelatan hingga hitam.

Alat ultrasonic scaler akan menghasilkan getaran yang mampu menghancurkan dan merontokkan karang di sela-sela hingga bagian terdalam gigi. Tak hanya itu, alat ini juga dapat membersihkan karang gigi di garis gusi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi.

Saat melakukan scaling, Anda mungkin melihat gusi bengkak, terasa nyeri, atau bahkan berdarah. Hal ini terjadi karena gusi dan gigi yang berkarang sedang menyesuaikan diri dengan proses scaling.

Seberapa sering harus scaling gigi?

Karang gigi tidak mudah dibersihkan hanya dengan menyikat gigi. Maka dari itu, Anda perlu ke dokter gigi untuk menjalani scaling. Scaling dapat membersihkan karang gigi yang sangat keras sekali pun.

Anda disarankan menjalani scaling setiap 6 bulan sekali. Namun untuk kasus yang berat, scaling dapat dilakukan 3 bulan sekali.

Persiapan sebelum scaling gigi

cara memilih dokter internis terbaik

Sebelum menjadwalkan prosedur ini, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi gigi dan mulut Anda. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan gigi dan kebiasaan Anda dalam merawat gigi.

Jangan lupa memberi tahu dokter semua obat yang sedang Anda minum. Entah itu suplemen makanan, vitamin, obat resep maupun non-resep, hingga obat herbal. Beri tahu pula tentang riwayat penyakit dan alergi yang mungkin Anda miliki. Khususnya riwayat penyakit yang terkait dengan gangguan darah,.

Pastikan Anda menjelaskan kondisi kesehatan Anda secara jelas dan rinci. Semua informasi ini memudahkan dokter untuk menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Setelahnya dokter akan segera memeriksa lokasi karang gigi dengan menggunakan bantuan cermin kecil. Bila diperlukan, dokter mungkin dapat melakukan rontgen gigi untuk melihat lebih detail kondisi gigi Anda.

Berapa lama scaling dilakukan?

periksa gigi rutin

Scaling gigi tidak mengharuskan Anda menginap di rumah sakit. Prosedur pembersihan karang ini biasanya hanya butuh waktu sekitar 30 sampai 120 menit. Lamanya waktu scaling tergantung pada tingkat keparahan karang gigi yang Anda miliki. Bila plak dan karang gigi tidak terlalu banyak, maka proses scaling akan lebih cepat.

Setelah proses scaling selesai, Anda akan langsung diperbolehkan pulang. Dokter biasanya akan meminta Anda untuk puasa makan dan minum 30-60 menit setelah scaling.

Bila diperlukan, dokter akan memberi resep obat nyeri untuk meringankan rasa nyeri. Antibiotik dan obat kumur juga dapat diresepkan untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Antibiotik harus diminum sesuai dengan aturan dokter. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat sembarangan. Penggunaan antibiotik yang asal-asalan dapat memberikan efek samping berbahaya bagi tubuh Anda.

Manfaat lain dari scaling gigi

Scaling bukan hanya membersihkan gigi dari karang, tetapi juga mencegah kemunculan penyakit. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh karang gigi.

1. Masalah gigi

penyebab mulut kering

Karang gigi akan menjadi rumah bagi banyak bakteri. Bakteri tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah gigi, umumnya halitosis (mulut bau).

Bau mulut dapat terjadi karena bakteri jahat di dalam mulut menghasilkan gas sulfur (belerang). Akibatnya ketika Anda membuka atau membuang napas lewat mulut, keluarlah bau yang menyengat.

Selain itu, asam yang dikeluarkan oleh bakteri dapat membuat gigi berlubang. Karang gigi juga dapat mengikis tulang penyangga gigi dan membuat gigi menjadi goyang bahkan bisa lepas.

2. Gingivitis

penyebab gusi berdarah

Karang gigi yang dibiarkan terus-terusan dapat semakin mengeras dan menyebabkan gingivitis. Kondisi ini membuat gusi meradang, bengkak, dan mudah berdarah. Seiring waktu, karies gigi pun bisa saja terjadi.

3. Periodontitis

obat gusi bengkak

Gingivitis yang tidak diobati akan jadi lebih parah dan menyebabkan periodontitis. Penyakit ini menyebabkan timbulnya kantong yang membuat jarak antara gusi dan gigi.

Ketika kantong tersebut dipenuhi bakteri, sistem kekebalan tubuh secara alami melepaskan zat kimia untuk melawan bakteri tersebut.

Reaksi dari zat kimia yang dilepaskan tubuh dan bakteri dapat merusak tulang gigi. Akhirnya ini menyebabkan tulang, gusi, dan jaringan penopang gusi menjadi hancur.

Tanpa pengobatan yang tepat, periodontitis dapat menyebabkan gigi tanggal atau lepas.

4. Penyakit jantung

detak jantung tidak teratur

Dikutip dari WebMD, bakteri yang menyebabkan penyakit gusi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Bakteri yang terkandung dalam karang gigi dapat menginfeksi jaringan penyangga gigi dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Bakteri tersebut masuk ke aliran darah dan dapat menyebar ke organ lain seperti jantung.

Scaling gigi untuk anak-anak

dokter gigi anak

Tak hanya orang dewasa, nyatanya karang gigi juga dapat dialami oleh anak-anak. Karang gigi dapat muncul ketika gigi susu anak sudah lengkap. Risiko terbentuknya karang pada gigi cenderung makin meningkat seiring anak bertambah dewasa.

Plak dan karang pada gigi anak biasanya muncul mulai usia enam atau tujuh tahun. Selain karang gigi, anak-anak juga berisiko tinggi terkena karies atau pembusukan gigi.

Pasalnya, di usia ini anak sedang gemar-gemarnya makan makanan manis seperti permen, kue, cokelat, dan es krim. Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan kebiasaan menyikat gigi setiap hari. Maka dari itu, anak-anak di rentang usia ini lebih rentan mengalami berbagai masalah gigi dan mulut. Termasuk karang gigi.

Kabar baiknya, scaling juga dapat mengatasi masalah karang gigi pada anak-anak. Prosedur scaling tidak memiliki batas usia tertentu. Asalkan anak sudah punya gigi dan giginya memang perlu dibersihkan, maka sudah boleh scaling. Meski begitu, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi anak sebelum melakukannya.

Hanya dokter gigilah yang dapat memutuskan apakah anak Anda perlu scaling atau tidak. Prosedurnya pun sama. Sembari melihat kondisi mulutnya, dokter akan menanyakan seputar riwayat kesehatan gigi si kecil. Anda bisa memberi tahu dokter seputar kebiasaan makan dan cara si kecil merawat kebersihan gigi dan mulutnya.

Pastikan prosedur scaling dilakukan oleh dokter gigi anak yang memang sudah berpengalaman di bidangnya. Dokter gigi anak yang berpengalaman sudah tahu bagaimana caranya membuat anak merasa nyaman selama prosedur berlangsung. Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir mengajak anak ke dokter gigi.

American Dental Association dan American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan setiap orangtua mulai rutin membawa anak kontrol gigi setiap enam bulan sekali mulai dari usia 6 bulan sejak gigi pertamanya tumbuh. Menjaga kesehatan gigi sejak kecil adalah kunci menghindari kerusakan gigi saat dewasa.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca