home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Sebaiknya Bawa Anak ke Dokter Gigi untuk Pertama Kalinya?

Kapan Sebaiknya Bawa Anak ke Dokter Gigi untuk Pertama Kalinya?

Kesehatan gigi kadang dianggap sebagai hal sepele bagi banyak orangtua. Padahal gigi yang tak terawat bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius, tidak hanya sekadar masalah gigi bolong dan bau mulut. Untuk itu, kesehatan gigi harus dijaga sedari dini. Anak-anak sebaiknya sudah mulai terbiasa merawat giginya. Membawa anak ke dokter gigi merupakan salah satu upaya melindungi kesehatan gigi anak dan sekaligus memperkenalkan anak dengan dokter gigi anak. Kapan sih waktu yang tepat?

Kapan sebaiknya membawa anak ke dokter gigi?

Pertama kali membawa anak ke dokter gigi sebaiknya dilakukan sedini mungkin atau enam bulan setelah gigi pertama anak baru muncul. Paling lambat saat ulang tahun anak yang pertama sampai kedua. Setelahnya, mulailah untuk rutin membawa anak kontrol giginya setiap enam bulan sekali.

Pada kunjungan pertama anak, dokter gigi akan memeriksa pertumbuhan dan perkembangan gigi anak (termasuk rahang dan langit-langit mulut). Selain itu, dokter gigi juga akan memberi tahu orangtua tentang bagaimana cara merawat gigi anak. Setelah kunjungan pertama dilakukan, sebaiknya jadwalkan kunjungan lagi setiap enam bulan.

Saat anak berusia antara 4-6 tahun, mintalah dokter gigi anak untuk merontgen gigi anak untuk mengecek adanya gigi berlubang, seperti yang disarankan oleh WebMD. Pada usia ini, umumnya anak sedang gemar-gemarnya mengonsumsi makanan manis, seperti permen, cokelat, kue, dan lainnya. Nah, jika gigi anak tidak rajin dibersihkan, maka anak rentan mengalami gigi berlubang.

Selanjutnya, pada usia 6-12 tahun juga merupakan masa di mana anak harus dibawa ke dokter gigi anak. Ini karena pada usia tersebut banyak gigi bayi yang tanggal dan digantikan dengan gigi permanen. Rutin ke dokter gigi dan merawat gigi pada saat ini membantu agar gigi tumbuh dengan teratur dan mencegah masalah gigi pada anak.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum ke dokter gigi anak?

Banyak anak takut dengan dokter gigi. Hal ini mungkin karena anak tidak terbiasa ke dokter gigi atau karena anak kaget dengan segala tindakan yang dilakukan atau peralatan perawatan gigi saat pertama kali berkunjung ke dokter gigi. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan anak dengan dokter gigi sedini mungkin. Nah, apa sih yang harus dipersiapkan?

  • Pilih dokter gigi anak yang tepat, sehingga anak nyaman bukan malah takut. Mungkin bisa dilihat dari tempat praktiknya yang bersahabat dengan anak.
  • Siapkan daftar kondisi kesehatan anak (seperti penyakit apa saja yang dialami anak) dan obat-obatan apa saja yang dikonsumsi anak. Sehingga, jika dokter gigi menanyakan hal tersebut, Anda sudah siap dengan jawabannya.
  • Beri tahu dokter gigi jika anak mempunyai kebiasaan, seperti mengisap jempol, empeng, atau dot. Karena, hal ini dapat memengaruhi gigi dan rahang anak. Sebaiknya tidak membiasakan anak tidur sambil minum susu botol karena dapat menyebabkan kerusakan gigi.
  • Beri tahu anak Anda bahwa ia akan mengunjungi dokter gigi untuk diperiksa giginya. Beritahu apa yang akan terjadi saat di dokter gigi, sehingga anak punya gambaran dan tidak kaget ketika bertemu dengan dokter gigi. Jelaskan kepada anak secara perlahan, mungkin Anda butuh bantuan buku cerita untuk menjelaskannya.

Jangan lupa untuk selalu mengajarkan anak menyikat gigi dua kali sehari

Perkenalkan anak dengan sikat gigi sedini mungkin, bahkan sebelum Anda membawa anak ke dokter gigi. Membiasakan anak menyikat gigi mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sehingga, nantinya Anda tidak perlu khawatir gigi anak berlubang saat ia sering makan makanan manis.

Ingat, anak pintar sekali meniru. Jadi, sebelum memberi tahu ke anak bahwa ia harus rajin sikat gigi, sebaiknya Anda sudah memberi contoh anak bagaimana cara menyikat gigi dan berapa kali sebaiknya menyikat gigi dalam sehari. Dengan melihat Anda, maka kebiasaan merawat gigi dengan baik akan lebih mudah diterapkan oleh anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chang, L. (2012). When Should I Take My Child to the Dentist?. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/oral-health/features/when-should-i-take-my-child-to-the-dentist [Accessed 9 Oct. 2017].

(2016). Your Child’s First Dental Visit: 5 Things to Make it a Success. [online] 1st Family Dental. Available at: https://1stfamilydental.com/your-childs-first-dental-visit/ [Accessed 9 Oct. 2017].

(2007). Know Your Teeth – Infobites – When Should My Child First See a Dentist?. [online] Available at: http://www.knowyourteeth.com/infobites/abc/article/?abc=c&iid=296&aid=1186 [Accessed 9 Oct. 2017].

Fox, Isadora. First Trip to the Dentist. [online] Available at: http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/health/teething/child-first-trip-to-dentist/ [Accessed 9 Oct. 2017].

Howard, C. (2015). How to prepare for your child’s first dental visit – Today’s Parent. [online] Available at: https://www.todaysparent.com/toddler/toddler-health/childs-first-dental-visit/ [Accessed 9 Oct. 2017].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 13/10/2017
x