Kenapa Muncul Bercak Cokelat Di Gigi? Bagaimana Menghilangkannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain lebih enak dipandang, gigi yang putih bersih juga bisa menandakan tubuh yang sehat. Hal ini tentu saja bisa didapat jika Anda menjaga kebersihan gigi. Jika Anda malas menjaga kebersihannya, maka bukan tidak mungkin gigi yang tadinya putih bersih akan berubah warna. Bercak coklat di gigi termasuk salah satu kondisi yang bisa Anda alami jika Anda tidak rajin menyikat gigi. Lantas apa sebenarnya penyebab khusus munculnya bercak coklat di gigi dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab bercak coklat di gigi

mulut perokok

Bercak coklat di gigi atau kadang terlihat seperti bercak dengan berbagai bentuk seperti garis lurus atau tidak beraturan. Kondisi ini selain diakibatkan karena kesehatan gigi yang buruk juga bisa menandai penyakit tertentu. Berikut ini berbagai penyebab bercak coklat di gigi:

1. Nikotin

Nikotin biasanya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok, cerutu, tembakau kunyah, dan berbagai jenis tembakau lainnya. Nah nikotin yang terdapat di dalam tembakau ini menjadi salah satu penyebab munculnya noda pada permukaan gigi. Akibatnya, Anda pasti sering melihat orang-orang yang termasuk ke dalam perokok berat giginya akan terlihat lebih kusam warnanya dan juga bernoda.

2. Makanan dan minuman berwarna

Makanan dan minuman berwarna gelap seperti wine maupun kopi mengandung bahan kimia yang disebut dengan chromogens. Lama-lama  bahan kimia yang satu ini bisa menodai email gigi (lapisan pelindung gigi terluar). Akibatnya, noda di gigi bisa menjadi permanen. Apalagi jika Anda tidak rajin membersihkannya setiap hari. Oleh sebab itu, pastikan untuk tetap menyikat gigi dua kali sehari, di pagi dan malam hari.

3. Plak dan karang gigi

Plak berasal dari sisa makanan yang menempel dan tidak dibersihkan. Terutama jika Anda makan makanan manis, bakteri akan menghasilkan asam yang bisa merusak email gigi. Plak yang tidak dibersihkan dalam waktu lama membuatnya lama-lama mengeras hingga akhirnya membentuk karang gigi.

Biasanya, karang gigi membuat tampilan gigi berwarna kuning hingga kecoklatan. Jika sudah begini, Anda tidak lagi bisa menghilangkannya hanya dengan sikat gigi tetapi perlu pergi ke dokter untuk dibersihkan dengan alat khusus.

4. Kerusakan gigi

Ketika email gigi mulai terkikis, gigi akan rentan terhadap kerusakan. Plak yang dipenuhi bakteri terus terbentuk dan mengikisnya. Asam yang terbentuk dari plak juga memecah email gigi dan menghasilkan noda cokelat serta gigi berlubang.

Gigi bisa mengalami lubang kecil yang tak terlihat dan memungkinkan bakteri untuk masuk dan menyebabkan pembusukan. Saat pembusukan mulai terjadi, bukan noda cokelat lagi yang terlihat. Akan tetapi akan muncul bintik-bintik hitam di tepi tambalan gigi atau mahkota. Lama-lama lubang kecil ini bisa menjadi besar dan sensitif terhadap makanan dan minuman yang panas.

5. Hipoplasia enamel

Hipoplasia enamel atau email terjadi akibat gigi kekurangan enamel dan bersumber dari faktor genetik dan lingkungan. Biasanya kondisi ini disebabkan karena kekurangan vitamin, kekurangan nutrisi selama kehamilan, paparan racun, dan berbagai faktor lainnya. Akibatnya, tampilan gigi tidak seputih orang normal lainnya dan sering kali muncul bintik-bintik kasar berwarna cokelat dan juga kuning.

5. Penuaan

Seiring dengan bertambahnya usia, email putih yang melindungi gigi secara perlahan akan menurun. Akibatnya, lapisan kuning di bawahnya mulai terlihat. Proses inilah yang menyebabkan mengapa banyak orang tua memiliki warna gigi yang lebih kusam, yakni berwarna coklat kekuningan.

6. Penyakit celiac

Bercak cokelat pada gigi terkadang disebabkan oleh penyakit celiac. Selain karena masalah pada kebersihan gigi, ternyata bercak ini bisa muncul akibat penyakit celiac. Penyakit celiac adalah kondisi saat seseorang memiliki sensitivitas lebih terhadap gluten atau protein yang biasa terdapat di dalam tepung. Nah, bercak cokelat di gigi menjadi salah satu penanda paling umum jika Anda mengalami celiac, terutama pada anak-anak.

Bagaimana menghilangkan bercak coklat di gigi?

jenis obat kumur

Berikut ini ada berbagai cara yang bisa dipraktikkan untuk menghilangkan sekaligus mencegah munculnya bercak cokelat di gigi yaitu:

Menyikat gigi teratur

Dikutip dari Livestrong, Dr. Roger P. Levin, D.D.S., menyikat gigi secara teratur dapat menghilangkan noda di permukaan gigi Anda. Menggunakan pasta gigi dengan pemutih juga bisa membantu menghilangkan noda di permukaan gigi jika dilakukan selama dua hingga tiga kali sehari selama beberapa bulan.

Menggunakan baking soda

Anda bisa menggunakan bantuan baking soda sebagai campuran untuk membuat pasta dan mengaplikasikannya sebagai pengganti pasta gigi. Lakukan cara ini sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu untuk hasil yang maksimal.

Menggunakan obat kumur

Cara lainnya untuk menghilangkan bercak cokelat di gigi ialah dengan berkumur. Anda bisa menggunakan larutan hidrogen peroksida atau obat kumur antibakteri. Obat kumur ini mampu menghilangkan plak dan membunuh bakteri penyebab kerusakan gigi. Jangan lupa untuk membilas mulut dengan air setelah menggunakan obat kumur.

Memutihkan gigi (bleaching)

Jika cara alami kurang memuaskan, Anda bisa melakukan perawatan bleaching di dokter gigi. Cara yang satu ini terbilang instan tetapi tetap tahan lama. Dokter akan mengoleskan gel berbahan dasar hidrogen yang lebih kuat. Sehingga noda-noda membandel di lapisan gigi akan terangkat dan membuatnya menjadi lebih putih dan bersih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Kandungan Obat Kumur Antiseptik dan Manfaatnya untuk Kesehatan Oral

Cari tahu apa kandungan dalam obat kumur antiseptik dan manfaatnya bagi kesehatan gigi dan mulut serta dampaknya pada kesehatan!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
obat kumur antiseptik
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Bahan Alami yang Manjur Redakan Gatal Akibat Gigitan Nyamuk

Selain losion anti nyamuk untuk meredakan gatal gigitan nyamuk, Anda dapat memanfaatkan berbagai bahan alami di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penyakit Celiac

Penyakit celiac (celiac disease) adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Pelajari lebih dalam seputar penyakit ini berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit kulit pada lansia

Berbagai Penyakit Kulit yang Sering Terjadi pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan karang gigi

Beragam Cara Jitu untuk Menghilangkan Karang Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit