backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Kenapa Bisa Muncul Gigi Cokelat dan Bagaimana Menghilangkannya?

Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya · Gigi · Lumina Aesthetics Clinic


Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti · Tanggal diperbarui 23/05/2022

Kenapa Bisa Muncul Gigi Cokelat dan Bagaimana Menghilangkannya?

Selain lebih enak dipandang, gigi yang cerah juga bisa menandakan tubuh yang sehat. Hal ini tentu saja bisa didapat jika Anda menjaga kebersihan gigi. Jika Anda malas menjaga kebersihannya, maka bukan tidak mungkin gigi yang tadinya putih bersih akan berubah warna menjadi cokelat.

Selain kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, ada pula faktor-faktor lain yang bisa membat gigi menjadi cokelat. Apa saja faktor tersebut dan bagaimana cara mengembalikan warna gigi seperti semula?

Penyebab bercak coklat pada gigi

mulut perokok

Munculnya bercak kecokelatan pada gigi memang kerap disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa menandakan penyakit tertentu.

Berikut ini berbagai penyebab gigi cokelat yang perlu Anda ketahui.

1. Nikotin yang menempel

Nikotin biasanya ditemukan dalam produk tembakau seperti rokok, cerutu, tembakau kunyah, dan berbagai jenis tembakau lainnya.

Nah, nikotin yang terdapat di dalam tembakau menjadi salah satu penyebab munculnya noda pada permukaan gigi. Inilah mengapa perokok berat biasanya memiliki gigi yang terlihat lebih kusam dan bernoda.

2. Makanan dan minuman berwarna

Makanan dan minuman berwarna gelap seperti anggur dan kopi mengandung bahan kimia yang disebut dengan chromogens. Lama-lama, bahan kimia yang satu ini bisa menodai lapisan terluar gigi yang disebut email.

Akibatnya, noda di gigi bisa menjadi permanen, apalagi jika Anda tidak rajin membersihkannya setiap hari. Oleh sebab itu, pastikan untuk tetap menyikat gigi dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari.

3. Plak gigi dan karang gigi

Plak gigi berasal dari sisa makanan yang menempel dan tidak dibersihkan. Terutama jika Anda makan makanan manis penyebab gigi berlubang, bakteri akan menghasilkan asam yang bisa merusak email gigi.

Plak yang tidak dibersihkan dalam waktu lama lama-lama mengeras hingga akhirnya membentuk karang gigi. Biasanya, karang gigi membuat tampilan gigi berwarna kuning hingga kecoklatan.

Jika sudah begini, Anda tidak lagi bisa menghilangkan karang gigi hanya dengan sikat gigi. Anda perlu pergi ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi dengan alat khusus.

4. Kerusakan gigi

Ketika email gigi mulai terkikis, gigi akan rentan terhadap kerusakan. Plak yang dipenuhi bakteri juga terus terbentuk dan mengikis permukaan gigi.

Ditambah lagi, asam yang terbentuk dari plak juga memecah lapisan email gigi. Hal ini dapat menghasilkan noda cokelat serta menyebabkan gigi berlubang.

Lubang kecil pada gigi yang tak terlihat memungkinkan bakteri untuk masuk dan menyebabkan pembusukan. Saat pembusukan mulai terjadi, bukan noda cokelat lagi yang terlihat.

Akan muncul bintik-bintik hitam di tepi tambalan gigi atau mahkota gigi. Lama-kelamaan, lubang kecil ini bisa menjadi besar sehingga gigi menjadi sensitif terhadap makanan dan minuman panas.

5. Hipoplasia enamel

sakit gigi

Hipoplasia enamel merupakan kecacatan pada email gigi yang ditandai dengan tipisnya atau bahkan hilangnya lapisan email itu sendiri. Kondisi ini bersumber dari faktor genetik dan lingkungan.

Biasanya, hipoplasia enamel disebabkan karena kekurangan vitamin, kekurangan gizi selama kehamilan, paparan racun, dan berbagai faktor lainnya.

Akibatnya, tampilan gigi tidak secerah seharusnya dan sering kali muncul bintik-bintik kasar berwarna cokelat atau kuning.

5. Efek penuaan

Seiring dengan bertambahnya usia, lapisan email yang melindungi gigi secara perlahan akan berkurang. Akibatnya, lapisan kuning di bawahnya mulai terlihat.

Proses inilah yang membuat warna gigi lansia menjadi lebih kusam atau coklat-kekuningan.

6. Penyakit celiac

Gigi cokelat dapat menjadi tanda dari penyakit celiac, terutama pada anak-anak. Penyakit celiac merupakan kondisi saat usus lebih sensitif terhadap gluten, protein yang biasa terdapat di dalam tepung.

Para ahli menduga bahwa kerusakan usus akibat penyakit celiac mungkin membuat para pengidapnya kekurangan beberapa zat gizi, termasuk zat gizi yang diperlukan dalam pertumbuhan gigi semasa kanak-kanak.

Selain itu, ada pula teori yang menyebutkan bahwa sistem kekebalan tubuh pengidap penyakit celiac mungkin merusak lapisan email gigi mereka. Akibatnya, muncullah noda cokelat pada gigi pengidap celiac.

Bagaimana menghilangkan gigi cokelat?

jenis obat kumur

Cara penanganan gigi cokelat tentu perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut ini beberapa cara umum yang bisa Anda praktikkan.

1. Menyikat gigi secara teratur

Menyikat gigi secara teratur dapat menghilangkan noda pada permukaan gigi Anda. Menggunakan pasta gigi dengan pemutih juga bisa memberikan manfaat yang sama jika dilakukan selama dua hingga tiga kali sehari selama beberapa bulan.

2. Menggunakan obat kumur

Cara lainnya untuk menghilangkan gigi cokelat ialah dengan berkumur. Anda bisa menggunakan larutan hidrogen peroksida atau obat kumur antibakteri.

Obat kumur ini mampu menghilangkan plak dan membunuh bakteri penyebab kerusakan gigi. Jangan lupa untuk membilas mulut dengan air setelah menggunakan obat kumur.

3. Dental scaling and polishing

Dental scaling atau deep cleaning biasanya memang bertujuan untuk menghilangkan karang gigi yang menempel di sela gusi.

Akan tetapi, dokter gigi juga bisa menyarankan perawatan ini untuk menghilangkan noda cokelat pada gigi akibat konsumsi kopi.

4. Memutihkan gigi (bleaching)

Jika cara alami memang kurang memuaskan, Anda juga bisa melakukan perawatan bleaching di dokter gigi. Cara yang satu ini terbilang instan, tetapi tetap tahan lama.

Dokter akan mengoleskan gel berbahan dasar hidrogen yang lebih kuat. Jadi, berbagai noda yang membandel pada lapisan gigi akan terangkat sehingga gigi menjadi lebih putih dan bersih.

Namun, mesti diingat bahwa tidak semua masalah gigi dapat diatasi dengan bleaching. Berkonsultasilah kepada dokter gigi guna mengetahui perawatan gigi yang tepat untuk Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drg. Farah Nadiya

Gigi · Lumina Aesthetics Clinic


Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti · Tanggal diperbarui 23/05/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan