Penelitian Buktikan Migrain Bisa Diwariskan dalam Keluarga, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/01/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasakan sakit kepala berulang seolah dihantam benda keras di salah satu sisi kepala? Itu tandanya Anda mengalami migrain. Jangan disepelekan, migrain kerap kali membuat penderitanya tidak berdaya akibat rasa nyeri. Jika Anda mengalami migrain, coba perhatikan apakah anggota keluarga ada yang mengalaminya juga atau tidak. Pasalnya, salah satu penyebab sakit kepala sebelah ini bisa riwayat dalam keluarga Anda alias penyakit keturunan. Kok bisa, ya?

Benarkah migrain penyakit keturunan?

Migrain terbagi menjadi beberapa jenis, dua di antaranya yakni migrain dengan aura (migrain okular) dan migrain tanpa aura. Aura di sini merupakan persepsi yang Anda alami setiap kali mendapat serangan migrain, seperti pandangan yang tiba-tiba kabur, seolah melihat cahaya terang, garis atau bintang-bintang bercahaya, bau aneh, hingga suara yang sebenarnya tidak ada.

Nyatanya, kebanyakan orang yang punya migrain, memiliki anggota keluarga yang juga rentan terkena kondisi ini. Maka itu, muncul anggapan bahwa salah satu penyebab sakit kepala sebelah ini adalah bawaan genetik dari keluarga.

Nah, sebuah penelitian membenarkan dan membuktikan langsung penyebab sakit kepala sebelah mungkin karena keturunan. Dalam penelitian ini diketahui bahwa migrain dengan aura ternyata lebih sering diturunkan dalam gen ketimbang migrain tanpa aura.

Migrain dengan aura yang menurun dalam keluarga turut melibatkan sekitar 4 gen, di mana masing-masing gen punya peran khusus dalam mengendalikan neurotransmitter di otak. Neurotransmitter adalah zat kimia pembawa sinyal rangsangan dari seluruh sistem saraf menuju ke otak.

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

Bagaimana genetik bisa jadi penyebab sakit kepala sebelah?

Perkembangan penelitian mengenai migrain penyakit keturunan, sampai sekarang telah menemukan bahwa kurang lebih ada 13 gen yang membuat seseorang rentan terserang migrain. Kesemua gen yang membawa gejala migrain, dapat memengaruhi kerja senyawa di otak misalnya neurotransmitter, glutamat, serta sel-sel tertentu (neuron).

Akibatnya, otak seolah jadi lebih “bersemangat” atau “hidup”. Hal ini akan membuat aktivitas otak di beberapa bagian tertentu yang terkait dengan rasa sakit dan gangguan saraf (neurologis) akibat migrain pun lebih aktif.

Atas dasar tersebut, sebenarnya sejauh ini sudah bisa dipetik sedikit kesimpulan kalau migrain penyakit keturunan itu bisa jadi benar adanya. Ini yang kemudian membuat migrain dalam keluarga seperti menjadi penyakit turun-temurun.

Kesimpulan tersebut turut didukung oleh Web MD, yang menyebutkan bahwa sekitar 4 dari 5 orang penderita migrain memiliki anggota keluarga yang juga mengalami migrain.

Mudahnya begini, ketika salah satu orangtua memiliki riwayat migrain, maka gen penyebab migrain dapat diturunkan kepada anaknya dengan peluang sebesar 50 persen. Sementara bila migrain dialami oleh kedua orangtua, otomatis risiko pun meningkat menjadi 75 persen.

Bahkan, Migraine Research Foundation di New York, melaporkan bahwa sekitar 90 persen orang yang memiliki migrain punya riwayat keluarga yang mengalami migrain pula.

migrain sebelah kiri

Berbagai hal pemicu migrain lainnya

Meski ada kemungkinan migrain penyakit keturunan yang bisa diwariskan dalam keluarga, tapi jangan hanya terpaku pada hal itu saja. Pasalnya, masih banyak faktor penyebab sakit kepala sebelah tersebut.

Pertama yaitu stres. Otak secara alamiah akan melepaskan zat kimia yang bisa mengubah aliran pembuluh darah, sehingga kemudian memicu migrain. Di samping itu, beberapa makanan dan minuman seperti keju, alkohol, cokelat, serta makanan dan minuman yang mengandung kafein dan monosodium glutamat (MSG) juga berpeluang menimbulkan serangan migrain.

Penyebab timbulnya migrain tidak selalu sama pada setiap orang. Selain faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya, kombinasi hal-hal di bawah ini turut memicu terjadinya migrain:

  • Melihat cahaya terang
  • Mendengar suara terlalu keras
  • Menghirup bau yang kuat atau mengganggu
  • Stres dan cemas
  • Perubahan cuaca
  • Dehidrasi
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Kurang tidur

Sebaiknya kenali pemicu migrain sedari awal. Dengan begitu, Anda dapat mencegah peluang serangan migrain untuk kambuh kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Bikin Bugar, 4 Jenis Olahraga Ini Juga Bisa Redakan Migrain

Migrain tidak selalu harus diatasi dengan minum obat. Usut punya usut, beberapa jenis olahraga ternyata cukup manjur untuk menghilangkan migrain.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 23/11/2019 . Waktu baca 3 menit

Penelitian Menemukan Insomnia Bisa Menurun dalam Keluarga, Ini Penjelasannya

Insomnia bisa disebabkan oleh banyak hal. Penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa insomnia bisa jadi adalah penyakit keturunan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Ternyata, Sakit Kepala Migrain Dapat Menyebabkan Vertigo

Ternyata, vertigo juga bisa disebabkan oleh sakit kepala. Lalu, apa saja jenis sakit kepala yang berpotensi menyebabkan vertigo?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/10/2019 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala bagian depan dapat terjadi karena berbagai penyebab. Ketahui apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Nyeri Kronis, Health Centers 15/10/2019 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab migrain saat haid

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . Waktu baca 6 menit
migrain saat hamil

Penyebab Migrain Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 6 menit
obat migrain alami

10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 8 menit
migrain adalah

Migrain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020 . Waktu baca 13 menit