Kenali Penyebab Alergi Terhadap Hewan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Lucu dan menggemaskannya hewan peliharaan memang menjadi salah satu alasan orang-orang memelihara mereka. Akan tetapi, ada saja di antara pencinta hewan yang menderita alergi alergi bulu hewan. Mau tidak mau, mereka terpaksa menjauhi makhluk hidup tersebut sekalipun menyukainya.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat seseorang alergi terhadap binatang? Simak ulasan di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi reaksi alergi yang timbul jika berada di dekat hewan.

Penyebab seseorang alergi terhadap hewan

kematian hewan peliharaan

Kebanyakan orang mengira bahwa rambut atau bulu pada binatanglah yang membuat mereka menderita gejala akibat reaksi alergi. Akan tetapi, kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Menurut laman Asthma and Allergy Foundation of America atau setara dengan Yayasan Asma Indonesia, bulu hewan hanyalah sebagai salah satu pembawa alergen (zat penyebab alergi).

Padahal, mereka bisa saja alergi dari bagian tubuh lain dari hewan tersebut. Misalnya saja, mereka bereaksi atas protein hewan yang tidak berbahaya, air kencing, air liur, atau ketombe hewan.

Hal-hal tersebut juga bia memicu gejala alergi, tak hanya dari bulu hewan.

Alergi terhadap hewan dapat terjadi ketika seseorang memiliki sistem imun yang sensitif. Sistem kekebalan tubuh ini akan melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh guna mencegah terjadinya infeksi.

Tak memiliki peliharaan, bukan berarti tak bisa terkena alergi hewan

hewan peliharaan sakit

Sebuah penelitian pada tahun 2014 mengungkapkan paparan alergen yang menempel pada bulu hewan dapat terjadi di luar dan dalam ruangan. Misalnya, rumah, sekolah, tempat kerja, hingga tempat dan transportasi umum.

Alergen di dalam ruangan dapat terjadi ketika ada hewan peliharaan di rumah Anda.

Sedangkan, alergen yang berada di luar ruangan dapat disebabkan oleh persebaran udara, alergen yang menempel terhadap pakaian dan rambut, serta menyebar dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya.

Itu sebabnya, sekalipun tak memiliki hewan peliharaan, Anda tetap dapat mengalami reaksi alergi akibat hewan.

Tak hanya itu, faktor genetik pun bisa menjadi salah satu yang menjadi penyebab Anda memiliki alergi terhadap hewan tertentu.

Gejala alergi terhadap hewan

alergi sembuh total

Setelah mengetahui apa yang menjadi penyebab dari alergi terhadap hewan, ada baiknya Anda mengetahui gejala apa saja yang muncul.

Saat seseorang memiliki alergi terhadap hewan, umumnya mereka akan mengalami gejala-gejala berikut sesaat setelah menyentuh atau terpapar binatang.

  • Bersin-bersin
  • Mata berair dan terasa gatal
  • Hidung meler
  • Asma

Apabila Anda terpapar alergen hewan dalam jangka waktu yang lama, kemungkinan besar Anda akan sering mengalami hidung tersumbat. Selain itu, reaksi alergi terhadap kulit, seperti gatal dan kulit memerah juga bisa Anda alami.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan, konsultasikanlah ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Nantinya, dokter akan dapat memberikan perawatan yang tepat apabila Anda benar-benar memiliki alergi terhadap hewan.

Ingat, tak hanya bulu binatang, air liur, ketombe, dan kotoran binatang bisa menjadi penyebab alergi Anda muncul jika Anda benar-benar memilikinya. Untuk memastikannya dan mendapatkan perawatan yang tepat, diskusikanlah hal ini dengan dokter Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca