Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Radang Usus Besar (Pancolitis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/01/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Radang usus seringkali dikaitkan dengan usus buntu atau inflammatory bowel disease (IBD). Namun ketika peradangan secara spesifik hanya menyerang usus besar, kondisi ini disebut dengan pancolitis. Untuk tahu lebih lanjut mengenai pancolitis, mari simak pembahasannya di bawah ini.

Apa itu pancolitis?

Pancolitis adalah peradangan pada seluruh lapisan usus besar. Pancolitis termasuk peradangan kronis, yang bisa menyebabkan tumbuhnya bisul dalam usus atau malah membuat usus terluka.

Apa saja tanda dan gejala pancolitis?

  • Nyeri perut dan kram
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Perdarahan anus
  • Kram/kejang otot
  • Demam dan kelelahan
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Berat badan menurun

Seiring waktu, peradangan pada lapisan usus menyebabkan luka. Dinding usus kemudian kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan, sisa makanan untuk dibuang, dan menyerap air. Hal ini menyebabkan diare. Luka kecil yang berkembang di usus kemudian menyebabkan Anda mengalami sakit perut dan BAB berdarah.

Berkurangnya nafsu makan, kelelahan, dan penurunan berat badan pada akhirnya dapat memicu anoreksia.

Gejala lain juga dapat dipengaruhi oleh peradangan usus besar ini, termasuk nyeri sendi (biasanya di lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan). Tak menutup kemungkinan gejala pancolitis juga dapat memengaruhi mata.

Jika tidak diobati dengan baik, peradangan usus besar dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti perdarahan parah, perforasi usus (perlubangan usus), usus hipertrofik (perenggangan usus), hingga radang selaput perut. Pancolitis juga membuat Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.

Apa penyebab radang usus besar?

Dikutip dari Healthline, pancolitis tidak memiliki penyebab pasti. Penyebab paling umum dari peradangan usus besar adalah kolitis ulseratif, namun juga bisa disebabkan oleh infeksi C. difficile. Selain itu, kondisi ini seringkali dikaitkan dengan gangguan peradangan umum seperti rheumatoid arthritis.

Hal-hal berikut ini juga bisa menjadi faktor pemicu radang usus besar atau malah membuat gejalanya memburuk, yakni:

  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Keturunan, orang dengan anggota keluarga yang memiliki kondisi ini sering memiliki penyakit radang usus.
  • Kebanyakan makan makanan tinggi protein, seperti daging dan ikan. Hal ini dapat menyebabkan keracunan sel dan luka pada usus.
  • Usia. Biasanya, pancolitis sering didiagnosis pada orang di bawah 35 tahun, namun bisa terjadi pada siapa saja.
  • Jenis kelamin memegaruhi risiko seseorang mengalami radang usus. Ulcerative colitis atau pancolitis lebih sering terjadi pada laki-laki, sementara penyakit Crohn lebih sering terjadi pada wanita.
  • Merokok. Perokok berisiko lebih tinggi terkena radang usus besar dibanding bukan perokok dan mantan perokok.

Bagaimana cara mengobati pancolitis?

Radang usus dapat menyerang siapa saja. Sayangnya, belum ada obat khusus untuk mengobati kondisi ini. Anda dapat menanyakan metode pencegahan dan memberitahu setiap perubahan dalam menu makan Anda oleh dokter.

Dokter Anda mungkin menyarankan obat-obatan untuk mengobati peradangan dan mengurangi gejala radang usus. Obat-obatan yang biasa digunakan adalah aminosalisilat, antibiotik (seperti metronidazole, ciprofloxacin, rifaximin), obat-obatan kortikosteroid, dan obat-obatan untuk mencegah diare maupun kram perut.

Selain obat, operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat seluruh usus besar dan rektum. Sebagai gantinya, dokter akan memasang alat khusus berkantong semacam kateter untuk menghubungkan ujung usus ke anus, untuk memungkinkan Anda untuk BAB seperti biasanya. Prosedur ini disebut ileoanal anastomosis.

Jika pemasangan kantong dirasa sulit atau tidak mungkin, dokter bedah akan membuat pembukaan permanen di perut dan memasang tas untuk mengumpulkan BAB.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarang nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit