Memahami Proses Metabolisme dan Apa Akibatnya Pada Tubuh Jika Terganggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda mungkin sudah tidak asing lagi mendengar kata metabolisme. Setiap makhluk hidup bisa berfungsi dan bertahan hidup berkat adanya metabolisme tubuh. Namun, apa Anda benar-benar memahami apa arti sebenarnya dari istilah tersebut? Apa yang terjadi ketika tubuh sedang bermetabolisme?

Apa itu metabolisme?

Metabolisme adalah proses pengolahan zat gizi makanan yang telah diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Energi yang terbentuk selanjutnya digunakan untuk menunjang segala fungsi tubuh, dari bernapas, berpikir, bertumbuh, hingga setiap pergerakan Anda untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Proses ini terdiri dari serangkaian reaksi kimia yang terjadi pada sel-sel tubuh. Setiap reaksi kimia bekerja sesuai dengan fungsi tubuh lainnya. Faktanya, ribuan reaksi metabolisme terjadi secara serentak di bawah kendali tubuh untuk menjaga sel-sel tetap sehat dan berfungsi.

Apa bedanya dengan proses pencernaan?

Proses mencerna sebenarnya lebih diartikan sebagai proses yang dilakukan tubuh untuk mengolah dan memecah makanan menjadi zat gizi. Proses ini sepenuhnya terjadi di organ-organ pencernaan, seperti lambung dan usus.

Sementara itu, proses metabolisme bisa terjadi di berbagai sel dalam tubuh yang dikendalikan oleh protein khusus. Proses pembentukan energi ini bahkan sudah dimulai sejak pertama kali Anda terbentuk dalam kandungan, dan akan berhenti saat Anda mati.

Sederhananya, metabolisme didahului oleh proses pencernaan.

Tahap-tahap proses metabolisme tubuh

Metabolisme adalah proses dasar yang terjadi pada setiap orang. Tidak hanya manusia semata, tapi hewan dan tumbuhan juga mengalami proses yang sama agar bisa berfungsi normal. Pada manusia, metabolisme tubuh bekerja dalam dua cara, yaitu katabolisme dan anabolisme.

Katabolisme adalah tahap pembentukan dan penyimpanan energi. Proses peghasilan energi ini terjadi saat Anda makan nasi atau makanan pokok lain yang kemudian diubah oleh tubuh untuk menjadi energi utama. Setelah makanan dikunyah dan dilumatkan dalam mulut, kemudian masuk ke perut untuk dicerna dan diambil zat gizinya. Setelah itu, zat-zat gizi tersebut akan dibentuk menjadi suatu zat yang baru dan dibawa dalam aliran darah untuk diantarkan ke setiap sel tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Sebaliknya, anabolisme adalah tahap pembakaran energi. Anabolisme akan menghabiskan energi karena terpakai untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan membangun yang baru, serta untuk menghasilkan berbagai hormon.

Apa saja masalah atau gangguan yang dapat menyerang sistem metabolisme tubuh?

Selayaknya sebuah sistem komputer atau proses mekanis yang dapat mengalami masalah atau gangguan tertentu, metabolisme tubuh pun sewaktu-waktu juga bisa terganggu.

Gangguan metabolisme merujuk pada segala penyakit atau kondisi yang disebabkan oleh reaksi kimia abnormal pada sel-sel tubuh Anda. Bisa jadi kadar enzim atau hormon yang abnormal, atau kerja enzim dan hormon yang tidak berfungsi semestinya.

Saat reaksi kimiawi tubuh terhambat atau rusak, kekurangan atau penumpukkan zat beracun dapat terjadi yang menyebabkan gejala-gejala serius.

Beberapa contoh gangguan metabolisme yang paling umum adalah:

Penyakit tiroid (hipotiroidisme dan hipertiroidisme)

Kelenjar tiroid merupakan organ kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher bawah. Fungsinya adalah untuk memproduksi hormon tiroksin yang mendukung proses metabolisme untuk menjaga fungsi berbagai fungsi vital tubuh, terutama jantung, otak, otot dan kulit.

Penyakit tiroid terjadi ketika kerja kelenjar tiroid terganggu, entah menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid).

Gejala hipertiroid adalah penurunan berat badan, jantung berdebar, peningkatan tekanan darah, mata menonjol, dan pembengkakan kelenjar leher (gondok). Sementara itu, hipotiroidisme ditandai oleh badan yang mudah kecapekan dan lemas, detak jantung pelan, pertambahan berat badan, dan sembelit.

Diabetes

Diabetes atau biasa disebut dengan kencing manis disebabkan oleh adanya gangguan pada proses metabolisme tubuh untuk menghasilkan hormon insulin. Hal ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan insulin sehingga kadar gula darah meningkat tidak normal.

Diabetes tipe 1 muncul saat pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin dalam jumlah cukup, sementara diabetes tipe 2 terjadi akibat tubuh yang tidak mampu merespon insulin dengan baik. Ini dikenal sebagai resistensi insulin.

Seiring berkembangnya kondisi, penyakit ini dapat menyebabkan masalah pada ginjal, nyeri yang disebabkan oleh kerusakan saraf, kebutaan dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kelainan metabolisme bawaan

Berikut adalah beberapa contoh kelainan metabolisme bawaan, meliputi:

  • Galaktosemia: bayi yang lahir dengan galaktosemia tidak memiliki cukup enzim galaktosa yang memecah gula pada susu.
  • Phenylketonuria: kondisi ini disebabkan oleh cacat pada enzim yang memecah asam amino phenylalanine. Enzim ini diperlukan untuk pertumbuhan normal dan produksi protein.

Kadang, kelainan metabolisme bawaan dapat berakibat pada masalah serius apabila tidak ditangani sejak dini.

Cara-cara untuk meningkatkan metabolisme tubuh

  • Konsumsi banyak protein setiap makan.
  • Minum banyak air.
  • Lakukan olahraga berintensitas tinggi.
  • Angkat beban. Mengangkat beban berat penting untuk membentuk dan mempertahankan otot. Semakin banyak jumlah otot Anda, semakin tinggi metabolisme tubuh.
  • Minum teh hijau atau teh oolong.
  • Makan makanan pedas.
  • Tidur yang nyenyak. Kurang tidur dapat menurunkan jumlah kalori yang Anda bakar, memengaruhi cara Anda memproses gula dan mengganggu hormon pengatur nafsu makan.
  • Minum kopi. Mengejutkannya, minum kopi dapat meningkatkan metabolisme serta membantu menurunkan berat badan).

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca