Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Meski namanya darah haid, warnanya tidak selalu merah terang. Darah haid bisa memiliki beragam variasi warna — dari cokelat tua, merah tua, hingga merah jambu terang. Ini karena darah haid berbeda dengan darah segar yang keluar dari jari Anda saat teriris kertas atau luka gores di lutut akibat jatuh tersandung. Meski namanya darah, darah haid pada dasarnya adalah jaringan dinding rahim dan sel telur yang luruh karena tidak mengalami pembuahan.

Tapi kenapa warna darah menstruasi bisa berbeda-beda, dan apa artinya dari masing-masing warna tersebut?

Arti macam-macam warna darah haid

Menstruasi Anda bisa memberi tahu banyak informasi soal kesehatan Anda. Karena selain menjadi pertanda Anda hamil atau tidak, warna darah haid Anda bisa memberikan petunjuk berharga tentang kesehatan hormon tubuh Anda. Hormon Anda adalah “petugas protokol” yang memelihara segala sistem tubuh Anda agar tetap berfungsi baik.

Yang perlu diingat, apa yang termasuk warna haid “normal” untuk setiap orang mungkin bisa berbeda satu sama lain. Tapi ada beberapa perubahan warna yang perlu Anda waspadai. Di bawah ini adalah lima warna darah haid yang umum ditemukan beserta artinya.

Merah muda terang atau merah pucat, encer

Jika darah haid Anda berwarna merah muda atau memiliki semburat merah pucat, ini tandanya tubuh Anda memiliki kadar estrogen rendah — terutama jika disertai dengan volume yang lebih sedikit di hari-hari aliran darah biasanya paling berat. Kadar estrogen rendah bisa disebabkan oleh olahraga yang terlalu berat atau kekurangan gizi. Ini juga bisa menjadi sinyal dari anemia parah. Tingkat estrogen yang rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis jika tidak diobati.

Warna darah haid merah muda juga menandakan bahwa tubuh Anda tidak menghasilkan cukup sel darah merah atau darah Anda tidak cukup mengandung zat besi. Padahal ini sangat penting untuk kesuburan Anda. Darah adalah sumber oksigen dan nutrisi utama bagi setiap organ dalam tubuh. Jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah, sistem tubuh Anda akan menderita — termasuk sistem reproduksi Anda.

Penyebab lain dari warna darah menstruasi merah muda termasuksindrom ovarium polikistik (PCOS), atau perimenopause, yaitu ketika ovarium Anda mulai memproduksi lebih sedikit estrogen dalam rangka menyambut menopause (umumnya terjadi sekitar empat sampai lima tahun sebelum menopause).

Merah ceri

Jika Anda menemukan warna merah terang pada pembalut Anda — bayangkan minuman soda merah atau merahnya buah ceri — ini adalah warna darah haid yang “normal” dan sehat terutama di tengah minggu menstruasi Anda.

Warna merah terang menunjukkan bahwa peluruhan dinding rahim baru saja terjadi, keluar dengan sangat cepat tanpa memiliki banyak waktu untuk “menua” di perjalanan. Kemudian begitu menjelang akhir siklus, warna darah haid pada umumnya akan menggelap yang menunjukkan bahwa aliran darah haid sudah melambat. Di sisi lain, beberapa perempuan yang durasi mentruasinya terbilang lama mengalami proses peluruhan dinding rahim yang lebih lambat, sehingga warnanya konsisten selalu terang dari awal hingga akhir.

Merah tua pekat

Darah haid yang berwarna merah tua jenuh bertekstur kental dan sedikit menggumpal adalah apa yang disebut sebagai darah menstruasi “normal”, umumnya siklus selalu mulai dan berakhir tepat waktu.

Tapi meski gumpalan darah merupakan hal normal, ukuran gumpalan yang selebar koin atau bahkan lebih besar lagi dapat menunjukkan adanya masalah keseimbangan hormon serius — terutama jika dibarengi dengan PMS yang menyakitkan. Warna darah ini bisa menunjukkan bahwa Anda memiliki kadar progesteron yang rendah dan estrogen tinggi.

Fibroid uterus adalah kemungkinan lain. Fibroid pada umumnya adalah pertumbuhan jinak, tapi bisa menyakitkan. Jadi jika Anda mencurigai hal ini sebagai dalang dari aliran menstruasi yang berat dan penuh gumpalan, mintalah kepada dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan ultrasound. Untuk sementara itu, Anda bisa coba mengurangi konsumsi susu, kedelai, dan gula untuk melihat apakah ada perbedaan dalam pola siklus Anda.

Cokelat tua kehitaman

Warna darah haid yang merah gelap kecokelatan biasanya merupakan indikator tingkat estrogen berlebih, yang menyebabkan lapisan dinding berkembang sangat tebal; sehingga darah menstruasi Anda akan muncul dalam volume yang lebih besar dan berwarna pekat. Pada umumnya ini merupakan hal yang normal, kecuali jika dibarengi dengan gejala PMS.

Di sisi lain, warna darah haid yang merah tua gelap hingga cokelat tua hampir hitam bisa menunjukkan darah “tua”. Beberapa perempuan meluruhkan lapisan dinding rahim dengan kecepatan yang stabil, sehingga seluruh “jatah” darah yang harus dikeluarkan bisa habis di satu waktu. Sementara untuk yang lainnya, peluruhan dinding rahim mereka berjalan lambat dan tidak selalu bisa merontokkan seluruh lapisan hingga benar-benar bersih. Dinding rahim yang tertinggal akan menua seiring waktu dan diluruhkan di menstruasi berikutnya, yang menampilkan warna cokelat tua. Ini juga merupakan hal yang normal dan tak perlu dikhawatirkan.

Pada kasus ekstrim, darah bisa terjebak dan menggumpal dalam tubuh sehingga berubah menjadi hitam legam. Mampetnya darah haid ini akan disertai oleh rasa sakit dan gumpalan darah yang besar. Kondisi ini umum ditemui pada perempuan yang memiliki riwayat fibroid dan endometriosis parah.

Abu-abu

Darah haid yang berwarna merah terang tapi disertai dengan gumpalan lendir keabuan menandakan Anda terjangkit penyakit kelamin atau penyakit menular seksual. Menstruasi yang berwarna abu-abu juga bisa menandakan Anda mengalami keguguran. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ada banyak hormon yang berperan penting dalam menentukan kesuburan, salah satunya gonadotropin-releasing hormon (GnRH). Apa saja fungsinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 24 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kista ovarium

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit