home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Implantasi, Bercak Darah yang Bisa Jadi Pertanda Hamil

Implantasi, Bercak Darah yang Bisa Jadi Pertanda Hamil

Implantasi adalah bercak darah yang biasanya umum terjadi sebagai pertanda hamil. Lalu apakah implantasi berbahaya? Bagaimana membedakannya dengan haid? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini ya!

Apa itu perdarahan implantasi?

Perdarahan implantasi adalah bercak darah yang mirip menstruasi . Jumlahnya sangat sedikit, seperti saat beberapa hari pertama haid atau jika Anda mengalami menstruasi ringan.

Bercak darah tersebut mungkin membuat bingung dan kecewa terutama jika Anda sedang mencoba untuk hamil. Namun, Anda jangan langsung khawatir jika mendapati bercak darah tersebut.

Ini karena bercak darah itu bisa jadi adalah implantasi yang merupakan salah satu tanda umum kehamilan.

Melansir dari The National Institutes of Health, satu dari empat wanita mengalami bercak darah sebagai pertanda awal kehamilannya.

Mengapa terjadi implantasi?

Perdarahan tanda hamil adalah perdarahan yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.

Mengapa sampai berdarah? Karena ketika telur yang telah dibuahi (embrio) menempel pada dinding rahim, akan ada sedikit gesekan yang mengakibatkan keluarnya bercak darah.

Kapan keluar darah implantasi?

Kapan bercak darah tanda hamil muncul? Perdarahan ini biasanya muncul sekitar seminggu setelah ovulasi atau sekitar 6 hingga 12 hari setelah pembuahan.

Perdarahan implantasi akan keluar lebih dulu sebelum perkiraan awal siklus menstruasi baru Anda.

Apa bedanya bercak darah haid dan perdarahan implantasi sebagai ciri hamil?

Bercak darah ciri hamil atau implantasi akan terlihat sangat mirip dengan darah haid. Untuk membedakannya, yuk simak tips-tips berikut.

1. Perhatikan aliran darahnya

Implantasi hanya berupa bercak darah yang ringan dan sangat sedikit. Hanya berupa tetesan dan akan tetap seperti itu sampai perdarahan usai. Berbeda dengan darah menstruasi yang mulanya ringan kemudian semakin deras dan kental.

2. Perhatikan warnanya

Darah haid berwarna merah darah menyala, sedangkan implantasi umumnya berwarna merah muda atau cenderung cokelat. Meskipun ada kemungkinan darah implantasi berwarna merah seperti haid tapi hal ini cukup jarang terjadi.

3. Perhatikan bentuknya

Perdarahan implantasi tidak mengandung gumpalan darah seperti yang biasa hadir dalam darah menstruasi. Melainkan hanya berupa tetesan darah yang cair.

4. Cek durasinya

Darah menstruasi akan mengalir terus menerus selama durasi haid Anda tanpa henti, sedangkan perdarahan implantasi biasanya hanya berupa bercak yang kadang muncul kadang tidak selama 1-2 hari.

5. Tingkat keparahan kram

Menstruasi dan perdarahan implantasi dua-duanya bisa menyebabkan kram perut, tetapi kram akibat menstruasi akan terasa lebih sakit.

Sementa itu, kram ciri haid biasanya hanya nyeri perut yang ringan.

Selain implantasi, apa saja ciri-ciri hamil lainnya?

Jika bercak darah dibarengi dengan sejumlah gejala lain, sangat tinggi kemungkinannya bahwa bercak darah tersebut sebenarnya merupakan pertanda kehamilan.

Adapun gejala-gejalanya adalah:

  • mual,
  • kurang nafsu makan,
  • berubahnya indera perasa,
  • peningkatan suhu tubuh secara drastis,
  • kenaikan suhu tubuh di pagi hari,
  • nyeri payudara, dan
  • terlambat haid.

Karena perdarahan terjadi hanya beberapa hari setelah pembuahan, perdarahan implantasi adalah salah satu ciri hamil yang paling pertama muncul, bahkan sebelum Anda mulai mengalami morning sickness atau mual-mual.

Periksalah ke dokter untuk memastikan darah haid atau implantasi

Bagi banyak perempuan, darah haid dan darah implantasi tidak memiliki perbedaan.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda hamil atau tidak adalah dengan menunggu beberapa hari lagi dan menjalani tes kehamilan atau tes darah hCG di rumah sakit.

Waktu hubungan seksual terakhir Anda dengan pasangan mungkin juga dapat membantu untuk mencari arti perdarahan yang dialami.

Jika sudah lebih dari dua minggu, bercak darah yang Anda alami kemungkinan besar bukan disebabkan oleh perdarahan implantasi.

Kapan harus waspada terhadap bercak darah?

Bercak darah ringan selama waktu haid umumnya normal. Hal tersebut biasanya terjadi karena iritasi rahim yang ringan setelah melakukan pemeriksaan panggul, penetrasi alat kelamin atau infeksi vagina yang ringan.

Namun, jika sudah dipastikan positif hamil lalu muncul bercak darah, maka sebaiknya Anda waspada. Karena hal ini bisa saja merupakan pertanda adanya gangguan kehamilan.

Melansir dari Better Health Channel, beberapa gangguan yang ditandai oleh bercak darah saat hamil, adalah:

Jika bercak darah mengalir deras, dengan atau tanpa rasa sakit atau kram, hubungi dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What are some common signs of pregnancy?. (2017). Retrieved 28 March 2021, from https://www.nichd.nih.gov/health/topics/pregnancy/conditioninfo/signs

Hendriks, E., Macnaughton, H., & MacKenzie, M. (2019). First Trimester Bleeding: Evaluation and Management. Retrieved 28 March 2021, from https://www.aafp.org/afp/2019/0201/p166.html

Implantation bleeding: Normal in early pregnancy?. (2019). Retrieved 28 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/implantation-bleeding/faq-20058257

Magnus, M., Karlstad, Ø., Håberg, S., Nafstad, P., Davey Smith, G., & Nystad, W. (2016). Prenatal and infant paracetamol exposure and development of asthma: the Norwegian Mother and Child Cohort Study. International Journal Of Epidemiology45(2), 512-522. doi: 10.1093/ije/dyv366

Moore, R., Derry, S., Wiffen, P., Straube, S., & Aldington, D. (2014). Overview review: Comparative efficacy of oral ibuprofen and paracetamol (acetaminophen) across acute and chronic pain conditions. European Journal Of Pain19(9), 1213-1223. doi: 10.1002/ejp.649

Nakhai-Pour, H., Broy, P., Sheehy, O., & Bérard, A. (2011). Use of nonaspirin nonsteroidal anti-inflammatory drugs during pregnancy and the risk of spontaneous abortion. Canadian Medical Association Journal183(15), 1713-1720. doi: 10.1503/cmaj.110454

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 09/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x