Kena Kanker Pankreas Stadium 4, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan pada jurnal Therapeutic Advance in Medical Oncology menunjukan bahwa pasien kanker pankreas sering kali terlambat didiagnosis. Sekitar 53% pasien baru mengetahuinya ketika penyakit ini sudah stadium 4. Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh ketika seseorang menderita kanker pankreas stadium 4?

Kanker pankreas stadium 4, apa artinya?

Pankreas adalah organ yang bertugas menghasilkan hormon pengatur gula darah sekaligus membantu pencernaan makanan. Ketika terdapat pertumbuhan sel abnormal pada pankreas, kanker bisa terjadi.

Pada semua penyakit kanker, dokter akan menggunakan istilah stadium atau tahap untuk menggambarkan ukuran, kondisi, dan lokasi kanker.

Pada stadium 1, sel kanker hanya ada di pankreas. Ketika sudah berada pada stadium 2 dan 3, sel kanker mulai menyebar ke kelenjar getah bening atau pembuluh darah.

Memasuki stadium 4, kanker pankreas biasanya telah menyerang bagian lain, seperti usus, hati, paru-paru, dan limpa. Pada tahap ini, dokter kadang menyebutnya dengan kanker stadium lanjut atau kanker bermetastasis (menyebar).

Penyebaran kanker pankreas stadium lanjut sangat membahayakan jiwa. Sayangnya, banyak pasien yang tidak mendapatkan diagnosis lebih dini karena perkembangan kanker di tahap awal kerap tidak menimbulkan gejala.

Ketika kanker pankreas sudah memasuki stadium 4, gejala yang mungkin Anda alami, meliputi:

  • Nyeri perut bagian atas yang menembus hingga ke punggung
  • Kelelahan, tidak nafsu makan, dan berat badan menurun
  • Jaundice (menguningnya kulit, kuku, dan bagian putih mata)
  • Terkena diabetes dan depresi

anemia ke dokter apa

Angka harapan hidup pasien kanker pankreas stadium 4

American Cancer Society menyebutkan bahwa tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun pasien kanker pankreas stadium lanjut sekitar 1 persen. Itu artinya, 1 dari setiap 100 pasien kanker bermetastasis bisa hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis.

Kenapa angka harapan hidup pasien kanker pankreas sangat rendah? Penyebabnya, kanker biasanya sudah menyebar ke jaringan tubuh lain (stadium 2,3, dan 4). Bahkan, pada beberapa kasus, proses pembedahan tidak mungkin lagi dilakukan.

Meskipun data menunjukkan demikian, tingkat harapan hidup setiap pasien berbeda-beda. Ini bergantung pada usia, kondisi kesehatan secara umum, jaringan yang terpengaruh, serta kondisi mental pasien.

Yang terpenting, pasien harus mengikuti pengobatan untuk mengurangi gejala dan mencegah perkembangan kanker.

Pengobatan untuk pasien kanker pankreas stadium 4

Penyakit kanker pankreas yang telah bermetastasis ini tidak bisa diobati. Namun, beberapa perawatan dapat membantu pasien meringankan gejala sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.

Pengobatan kanker pankreas stadium 4 yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Kemoterapi. Terapi ini dilakukan untuk membunuh sel kanker dengan memberikan obat secara oral atau suntikan intravena. Untuk kanker pankreas stadium lanjut, obat yang digunakan biasanya gemcitabine (Gemzar).
  • Terapi kemoradiasi. Kombinasi antara radiasi dengan kemoterapi sangat direkomendasikan untuk mengecilkan ukuran tumor. Hanya saja, pengobatan ini lebih digunakan untuk membunuh sel kanker yang menyebar ke organ terdekat.
  • Operasi paliatif. Operasi ini tidak menyembuhkan kanker namun meringankan gejala, seperti pemasangan stent di saluran empedu untuk mengembalikan aliran empedu yang terhalang oleh tumor. Bisa juga dengan operasi bypass lambung untuk membantu makanan melewati lambung dan masuk ke usus yang tersumbat oleh tumor.
  • Obat-obatan tambahan. Obat penghilang rasa sakit biasanya diberikan. Ditambah juga dengan obat lain seperti antidepresan dan antikecemasan.
  • Dukungan emosional. Kanker pankreas stadium 4 bisa menyebabkan stres, depresi, dan kesulitan tidur. Untuk itulah, kehadiran terapis, keluarga, dan orang-orang di sekitar pasien sangat diperlukan untuk meningkatkan kondisi emosional.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca